Kisah Perjalanan 30 Hari di Xianjiang

Dipublikasikan oleh Islamicpress pada

Lama sudah kita tak lagi mendengar kabar umat Islam Uighur di Xianjiang melalui media massa. Lalu, bagaimana kondisi saudara muslim kita di sana saat ini?

Sebelumnya dunia Islam sempat dihebohkan dengan berita tentang perlakuan diskriminatif yang menimpa umat muslim Xianjiang oleh pemerintah Cina. Hal ini memicu timbulnya gerakan solidaritas umat Islam untuk muslim di sana.

Ustadz Azzam Mujahid Izzulhaq, CEO sekaligus Founder AMI Foundation, baru saja melakukan perjalanannya selama 30 hari di Xianjiang, Cina. Pasca perjalanannya beliau melakukan safari dakwah yang baru saja dilakukan pada hari Sabtu lalu (02/03). Beliau menceritakan bagaimana kondisi umat Islam Uighur yang walaupun terdapat banyak masjid namun banyak di antaranya tidak difungsikan. Bahkan di sekitarnya terdapat posko-posko pemeriksaan. Masjid dijaga dengan sangat ketat dan dibuka dalam waktu yang sangat terbatas. Setelah shalat, muslim di sana diusir untuk segera meninggalkan masjid oleh penjaganya.

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang kondisi muslimah Uighur yang dilarang keras menutup aurat, adanya brainwashing yang dilakukan sejak dini, penduduk yang mengalami gangguan psikologis, termasuk larangan meng-install aplikasi Al-Quran.

Pada Kajian Keumatan FSLDK Surabaya Raya tersebut, beliau mengungkapkan fakta terkait dengan apa yang telah dilakukan pemerintah Cina kepada mayoritas muslim di Xianjiang. Pada bulan Agustus 2018, dunia dihebohkan oleh PBB. Berdasarkan gambar yang terambil oleh satelit, menunjukkan adanya bangunan-bangunan yang bertambah di kawasan Xianjiang, China. Bangunan-bangunan ini mirip seperti lembaga kemasyarakatan.

Sebagaimana yang disampaikan ustadz Azzam, Xianjiang melanggar Hak Asasi Manusia dari penduduk muslim disana. Salah satunya seperti tidak adanya proses pengadilan. Cina memiliki otoritas penuh untuk para muslim yang dianggap melanggar, tanpa melalui pengadilan mereka akan langsung ditangkap. Namun karena jika dimasukkan penjara akan dianggap ketidakadilan, maka mereka dimasukka ke dalam camp-camp tersebut.

Ustadz Azzam membagikan pengalaman perjalanannya dengan memberikan gambaran kondisi umat Islam di sana, sekaligus memberikan pesan kepada pemuda Islam agar turut berkontribusi dalam menyongsong peradaban Islam. “Sebagai seorang muslim kita harus berusaha, mencari cara apapun untuk dapat berkontribusi untuk islam. Seharusnya dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi saat ini (seperti Uighur, Palestina, dll) justru menjadi motivasi umat muslim agar semakin semangat dalam berkontribusi demi peradaban islam,” imbuhnya.


Penulis: Balqis Annas
Editor: Azrul Kiromil Enri A. (Pimpinan Redaksi Islamic Press JMMI ITS 2019)

]]>


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *