Indonesiaku Pilu, Kembalilah Bersatu!

Dipublikasikan oleh Islamicpress pada

Kontestasi Pemilu baru saja usai. Rekapitulasi suara sudah rampung dan menunjukkan hasilnya. Jalan gugatan atas hasil Pemilu sah secara konstitusional. Di jalanan, Aksi massa dari berbagai kalangan dilakukan di lingkungan Bawaslu (21/05).

Dilansir dari idntimes.com, sebagaimana keterangan dari Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Muhammad Iqbal melalui konferensi pers, awalnya aksi tersebut berjalan damai. Namun, pukul 23.00 WIB, massa yang tak dikenal mulai membuat kericuhan dengan memprovokasi massa. Oknum tersebut tidak hanya mengata-ngatai petugas, tetapi juga menyerang petugas kepolisian secara brutal dengan lemparan batu, molotov, serta petasan ukuran besar.

Kontak fisik dengan aparat keamanan dan massa tak dapat dihindarkan. Alhasil korban demi korban kian berjatuhan. Kerusuhan tersebut sampai menelan 6 korban jiwa dan 200 korban luka. Bentrokan berlanjut hingga pagi harinya.

Kita ketahui bahwa para peserta aksi tentu bermaksud baik ingin memperjuangkan keadilan di tanah air ini. Tidak sedikit pihak yang berbicara bahwa inilah momentum perubahan yang dapat dimanfaatkan demi kebaikan bangsa. Akan tetapi, kejadian itu sungguh memilukan mengingat banyaknya korban yang berjatuhan.

Tidak pantas sesama anak bangsa, khususnya antarmuslim, mengucapkan kata-kata kotor, saling lempar batu, gas air mata, meninggikan suara kepada saudara muslim lainnya, bahkan sampai menumpahkan darah. Darah kaum muslimin lebih berharga dari dunia. Apalagi hal itu terjadi di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Tidak heran, jika dalam salah satu kaidah fiqih disebutkan, “dar’u al-mafasidi awla min jalbi al-manafi’i” (meninggalkan bahaya lebih baik daripada mendatangkan manfaat).

Kecurangan demi kecurangan, kejahatan demi kejahatan, kebohongan demi kebohongan yang terus dihalalkan adalah hal yang kita benci. Namun, pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Ketika rakyatnya baik maka baik pula pemimpinnya, dan ketika pemimpin itu buruk maka buruk pula pemimpinnya.

Muhasabah dan memperbaiki diri adalah solusi terbaik yang ditawarkan oleh Islam atas kondisi terkini yang menimpa Indonesia pasca-pemilu. Berdoa dan beristighfar, di bulan yang mulia ini, menjadi senjata andalan bagi setiap mukmin, ditambah lagi ketika berpuasa yang merupakan waktu terkabulnya doa. Negeri yang aman dan damai adalah nikmat terbesar yang telah Allah berikan kepada bangsa ini.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Divisi Isu dan Propaganda
Badan Islamic Press
JMMI ITS

Kategori: Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *