Berita Terkini Sudan

Dipublikasikan oleh Islamicpress pada

Assalammualaikum Wr.Wb

Ada apa, sih, dengan Sudan?

Bismillah…

Beberapa pekan ini media dihebohkan dengan aksi kudeta yang dilakukan warga sipil terhadap pemerintahan yang dipegang oleh Mantan Presiden Umar Al-Bashir. Kudeta ini sebenarnya sudah lama terjadi dimulai dari demonstrasi pada bulan Desember lalu, namun puncaknya terjadi pada 6 Juni 2019 lalu. Demonstrasi ini terjadi tidak lain dikarenakan krisis ekonomi yang terjadi setelah Mantan Presiden Umar Al-Bashir memberlakukan kebijakan ekonomi berupa penghematan darurat dan devaluasi mata uang yang tajam akibatnya naiknya harga komoditas pasar seperti kacang, roti, dan bahan bakar. Banyak warga sipil yang mengalami kelaparan karena tidak mampu membeli kacang dan roti yang merupakan makanan pokok warga di sana.

Tidak hanya itu, sekarang warga di sana lebih menyukai menyimpan uang di bawah kasur dibandingkan dengan di bank. Alasannya karena jika mereka menyimpannya di bank, akan sulit untuk menariknya kembali akibat banyak mesin ATM yang sering kosong, menurut laporan jurnalis Afrika, Zeinab Mohammed Salih, di ibu kota Khartoum. “Namun ketika uang tunai tersedia, antrean panjang akan mengekor dan itu merupakan situasi normal yang baru di Khartoum”, kata Salih.

Sebenarnya tidak hanya itu saja alasan di balik demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh warga sipil, melainkan karena presiden terdakwa telah banyak melakukan pelanggaran selama masa jabatannya. Salah satunya tuduhan atas genosida terhadap warga di Daffur Barat yang menyebabkan ratusan ribu jiwa melayang. Pemerintahannya yang begitu awet sejak tahun 1993 juga menjadi alasan kuat warga sipil untuk menurunkannya dari kedudukannya sebagai presiden.

Aksi demonstrasi yang telah dilakukan di ibu kota Khartoum telah menimbulkan berbagai kerusakan dan korban jiwa. Di sepanjang jalan warga sipil membakar ban sebagai pernyataan aksi protes kepada pemerintahan dan militer. Warga sipil juga melakukan aksi mogok untuk melumpuhkan kekuatan militer. Pada aksi unjuk rasa 5 Juni tersebut hanya satu permintaan warga sipil: Presiden Sudan diturunkan dari jabatannya dan diserahkan ke pemerintahan sipil transisi. Setelah melalui hari yang panjang akhirnya pihak militer yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Awad Ibn Auf melakukan kudeta dan penahanan terhadap Presiden Umar Al-Bashir pada 8 Juni 2019.

Setelah penggulingan berhasil dilakukan oleh pihak militer, pihak militer mengumumkan bahwa pemerintahan transisi dipegang oleh militer selama dua tahun dan setelah itu akan dilakukan pemilu untuk menentukan presiden yang baru. Hal tersebut sontak membuat warga sipil tidak terima karena warga sipil sudah tidak percaya lagi dengan militer karena alasan kenapa presiden sangat sulit dijatuhkan adalah pihak militer yang selalu mendukung presiden. Maka dari itu aksi unjuk rasa tidak berhenti sampai disitu. Terlebih lagi pada aksi unjuk rasa sebelumnya banyak jatuh korban diakibatkan kekerasan yang dilakukan pihak militer RSF (Rapid Support Forces) atau pasukan dukungan cepat. Pada saat itu RSF banyak melakukan kekerasan kepada masyarakat sipil hingga banyak menimbulkan korban jiwa. Mayat-mayat korban dibuang ke sungai Nil oleh RSF. Selain itu RSF selama aksinya melakukan pemerkosaan terhadap perempuan yang dilaluinya, menurut laporan rumah sakit Sudan.

Puncaknya, pada 9 Juni 2019 aksi unjuk rasa kembali dilakukan. Warga sipil bersama oposisi menuntut agar kekuasaan diserahkan kepada kelompok sipil. Namun, kembali RSF diturunkan untuk mengakhiri kericuhan dan berakhir dengan korban jiwa 100 orang dan korban luka 700 orang. Nyatanya dewan militer malah melakukan pembagian kekuasaan transisi. Melihat dari kondisi seperti itu, SPA (Asosiasi Profesional Sudan) mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan aksi mogok nasional agar menekan pihak militer.

Nah, bagaimana akhi dan ukhti sekalian? Begitulah informasi yang ingin mimin sampaikan. Mimin harap, kita sebagai saudara semuslim terus berdoa agar konflik yang terjadi di Sudan cepat selesai dan masyarakat di sana mendapatkan keadilan. Mari kira senantiasa “melek” akan kondisi umat muslim di dunia dan saling berbagi informasi yang bermanfaat akan kondisi saudara-suadara kita yang mendapatkan ujian dari Allah SWT. Kami berharap agar semakin banyak yang mendapatkan informasi dan semakin banyak yang berdoa bersama untuk saudara-saudara kita yang sedang diberikan ujian oleh Allah SWT. Oke, mimin sudahi dulu yaa…..

Wassalammualaikum Wr. Wb

Reporter: Novrizal Ardiansyah (Staff Komisi A FSLDK Surabaya Raya)
Editor: Syahrul Fakhri Ramadhan (Staff Divisi Reportase dan Ruangan Wawasan Islamic Press JMMI ITS 2019)

Sumber:
https://www.aljazeera.com/blogs/middleeast/2019/06/khartoum-sit-dream-democratic-sudan-remains-190611174256387.html
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190613175045-127-403094/milisi-sudan-dilaporkan-perkosa-demonstran-perempuan
https://www.voaindonesia.com/a/di-tengah-demonstrasi-militer-sudan-gulingkan-presiden-omar-al-bashir/4872289.html

sumber gambar:

https://www.cfr.org/

Kategori: Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *