Kesempurnaan Akhlak Nabi

Dipublikasikan oleh Islamicpress pada

Oleh: Ibnu Sanusi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan yang baik dan sebagai contoh dalam segala hal. Akhlaknya adalah contoh untuk individu maupun kelompok dan bukti yang kuat akan kenabiannya. Dengan manhaj Rabbani yang diwahyukan kepadanya, ia mampu membangun satu umat yang menegakkan satu peradaban yang mustahil bisa diserupai pada masa itu. Penopang-penopang peradaban tersebut dibangun di atas akhlak yang mulia. Oleh karena itu, beliau bersabda,

“Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Dan ini terbukti juga dengan kesaksian Allah akan keagungan akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)

Banyak orang – baik dari kalangan musuh maupun sahabatnya – yang terpesona dengan akhlak beliau. Disebabkan akhlaknya pula sebagian dari mereka masuk Islam.

Hal ini bisa dibuktikan dengan pernyataan dari Raja Oman, Al-Julandi. Ia berkata, “Demi Allah, Nabi yang ummi (buta huruf) ini tidaklah memerintahkan sesuatu, kecuali ia pasti yang pertama kali melakukannya. Dan tidaklah ia melarang sesuatu kecuali ia yang pertama kali meninggalkannya. Sesungguhnya jika ia menang, ia tidak merendahkan dan jika ia kalah, ia tidak gelisah. Ia penuhi semua perjanjian dan ia lakukan semua yang dijanjikan, dan aku mengakui bahwa ia adalah seorang Nabi.”

Yang menjadi sumber utama akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an telah menambahkan kesempurnaan akhlak dan keindahan etika beliau, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika ia ditanya oleh Sa’ad bin Hisyam bin ‘Amir tentang akhlak Rasulullah, dia balik bertanya, “Tidakkah engkau membaca Al-Qur’an?” Sa’ad menjawab, “Tentu.” ‘Aisyah berkata, “Sesungguhnya akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Al-Qur’an.” (HR. Muslim, Abu Daud, An-Nasa’i, dan Ahmad).

Dalam riwayat lain ‘Aisyah berkata, “Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an.” Kemudian ia berkata, “Engkau membaca Surah Al-Mu’minun, bacalah
قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ
(Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman)
Sampai ayat sepuluh
اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوَارِثُوْنَ
(Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi).
‘Aisyah berkata, “Demikianlah akhlak Rasulullah.” (HR. Al-Hakim, dengan sanad yang shahih).

Ketika Rasulullah menunjukkan dirinya kepada utusan Bani Syaiban bin Tsa’labah, yang di dalam kaum tersebut terdapat Mafruq bin ‘Amr, Al-Mutsanna bin Haritsah, Hani bin Qabishah, An-Nu’man bin Syarik, maka beliau membacakan firman Allah kepada mereka,

“Katakanlah, ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabbmu, yaitu janganlah kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah kepada kedua orang tuam, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberik rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan sesuatu (sebab) yang benar.’ Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami.” (QS. Al-An’am: 151)

Mafruq pun berkata, “Ini bukan perkataan penduduk kami. Seandainya itu perkataan penduduk kami, pasti kami mengenalinya.” Lalu Rasulullah membacakan firman Allah,

“Sesungguhnya Allah memerintahkan (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikam, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl: 90)

Kemudian Mafruq berkata, “Demi Allah, wahai Quraisy, engkau (Muhammad) telah mengajak kepada akhlak yang mulia dan perbuatan baik. Namun, kaum yang mendustakanmu itu telah diselewengkan dan dihalangi dari kebenaran, serta mereka telah menampakkan (penentangannya) kepada beliau.”

(…bersambung…)

Disalin dari buku terjemahan Uswatun lil ‘Alamin (Rasulullah Teladan untuk Semesta Alam) karya Dr. Raghib As-Sirjani, penerbit Insan Kamil Solo.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *