Masa Muda, Jangan Salah Arah

Masa Muda, Jangan Salah Arah]

“Masa muda, masa yang berapi-api; Yang maunya menang sendiri, Salah benar tak peduli,”

Ada benarnya juga kata Bang Haji Rhoma Irama di atas. Sebagai masa pencarian dan penetapan jati diri, masa muda memang dipenuhi semangat yang luar biasa dan pemikiran yang keras kepala. Dibanding orang yang sudah lebih dewasa yang lebih banyak berpikir daripada bertindak, pemuda cenderung lebih banyak bertindak dibanding berpikir.

Pernah ada kutipan yang membandingkan pemuda, dewasa, dan manula: “Pemuda punya semangat dan waktu, tidak punya uang. Dewasa punya semangat dan uang, tapi tidak punya waktu. Manula punya waktu dan uang, tapi tidak semangat.” Memang kelihatannya semangat adalah fitur khusus bagi pemuda.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT kagum pada pemuda yang tidak memiliki shabwah (HR Ahmad). Shabwah artinya keinginan, hawa nafsu, atau kecenderungan; untuk menyimpang dari kebenaran. Lantas, Bagaimana kita menghindari penyimpangan ini, sementara semangat kepemudaan sedang membumbung tinggi? Tips-tips berikut ini adalah jawabannya.

1. Menyibukkan Diri dengan Ketaatan pada Allah

Menurut sabda Rasulullah SAW, di antara tujuh golongan yang mendapat naungan Allah adalah pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah (H.R. al-Bukhâri, dalam Kitab al-Adzân, no. 660, dan H.R. Muslim, kitab Zakât, no. 1031).

Masa muda, dengan segala gairah dan keinginannya, bisa membuat kita melenceng dari batasan-batasan syariat. Gairah yang besar ini menjadi ujian bagi para pemuda, apakah mampu untuk mengatur dan menguasainya, atau ia turuti sesuka hati.

Contoh paling sederhana adalah, “Ah, masih muda, masih waktunya untuk berbuat salah.”

Sekarang mari kita renungkan hadis Rasulullah SAW:
“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” (HR. At-Tirmidzi, Lihat Ash-Shahihah no. 946).

Nah lho! Ternyata kelak akan ditanya “masa mudanya, untuk apa dia habiskan”. Jadi, Masih yakin mau menuruti kata-kata “masa muda masih waktunya berbuat salah (seenaknya)”?

2. Mengisi waktu dengan hal yang Bermanfaat.

Terkait kita, pemuda yang selalu bersemangat dan punya waktu, ada baiknya kita isi masa muda kita dengan hal yang haq agar waktu tidak habis sia-sia. Ibnu Qayyim berkomentar: “jika kamu tidak menyibukkan dirimu dengan kegiatan yang haq (benar), maka dirimu akan sibuk dengan yang bathil (salah)”.

Jika kita renungkan, nasihat ini ada benarnya.
Seseorang yang disibukkan dengan kegiatan positif waktunya telah habis untuk kegiatan positif tersebut. Sudah tidak ada waktu untuk hal yang negatif. Kalau tidak ada kegiatan positif, pastilah lama-kelamaan kegiatan negatif akan mengambil waktu luang.

3. Memiliki Lingkungan yang Baik
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang manusia akan mengikuti agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya.” (HR Abu Dawud no. 4833)

Dengan pesan dari Rasulullah SAW di atas, bisa kita simpulkan bahwa kita sebaiknya mencari lingkungan yang baik. Jika lingkungan baik yang ideal seperti harapan kita tidak dapat kita temui, maka setidaknya kita menghindari lingkungan yang buruk, agar tidak lama-lama terbawa keburukan lingkungan tersebut; karena mau tidak mau seseorang pasti terpengaruh oleh lingkungannya. Suatu gairah, jika sendirian, mungkin rasanya besar, tapi jika gairah itu kolektif, rasanya pasti akan makin besar. Daripada yang kolektif gairah negatif, lebih baik, gairah positif, bukan?

Mari kita bertumbuh jadi pemuda yang baik, yang tumbuh diridhai Allah SWT. Ya, tentunya dengan mengisi semangat jiwa muda kita pada hal yang postitif. Tetap semangat!

Tulisan oleh Muhammad R.L.

Badan Islamic Press,
JMMI ITS Santun dan bersahabat

#InspirasiKita
#JMMI1718
#SemangatMENGINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#ITSSurabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *