Kepemimpinan, Kedamaian Bukan kekacauan


AKU INGIN KEDAMAIAN!!!!.

Itulah kondisi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Secara alami manusia akansangat recpect kepada sesuatu apabila dia mendapatkan kedamaian di dalam lingkungan tersebut. Semua orang juga pasti ingin hidup damai dan tenteram. Itu semua keinginan yang wajar. Sayangnya, kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan. Penderitaan ada di mana-mana. Bencana, perang, penyakit, kejahatan, dan ketidakadilan makin meningkat. Jadi, bagaimana kedamaian dan kebahagiaan bisa diperoleh?
islam mengajarkan arti sebuah kehidupan ini adalah mewujudkan perdamaian. Karena hal itu merupakan kunci pokok menjalin hubungan antar umat manusia, sedangkan perang dan pertikaian adalah sumber mala petaka yang berdampak pada kerusakan sosial. Agama mulia ini sangat memperhatikan keselamatan dan perdamaian, juga menyeru kepada umat manusia agar selalu hidup rukun dan damai dengan tidak mengikuti hawa nafsu dan godaan Syaitan.
Begitu sedih jika kita melihat kondisi para pemimpin dunia pada saat ini. Sebagai seorang pemimpin seharunya menciptakan buka kekacauan. Dan dalam mengambil sebuah keputusa seharusnya para pemimpin lebih mengutamakan kepentingan umat. Karena pada dasarnya dalam alqur’an sudah sangat ditegaskan bahwa kita harus mengambil keputusan dengan musyawarah yang mufakat. Inilah semangat demokrasi atau syura, sebagaimana ditegaskan Al-Quran surah Asy-Syura ayat 38 yang artinya β€œDan urusan mereka, diputuskan dengan musyawarah antara mereka.”

Tindakan presiden Amerika Serikat mengenai keputusannya terhadap pengakuan kota Yerusalem sebagai ibukota dari Negara Israel akan sangat membahayakan seluruh umat yang ada di dunia ini. Karena dengan memberikan keputusan tersebut, Trump akan menciptakan sebuah episode baru dalam pertikaian dunia saat ini. Banyak pemimpin dunia yang menyesalkan keputusan Trump tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel “sangat disesalkan”. Dia menyerukan digalangnya upaya untuk “menghindari kekerasan dengan segala cara.” (06/12/2017). Cina dan Rusia juga menyatakan keprihatinan mereka bahwa langkah itu dapat menyebabkan peningkatan ketegangan di wilayah tersebut.

Apakah kehidupan yang seperti ini yang diingikan oleh umat manusia???. Apakah pemimpin dunia itu tidak bisa memahami arti dari sebuah kepemimpinan yang dia kuasai saat ini. Kehidupan yang di rindukan adalah kehidupan yang penuh dengan suasana rukun dan kedamaian. Pertengkaran, konflik apalagi perang membuat hati kita dan semua orang gundah dan susah. Namun dalam praktiknya suasana rukun dan damai atau harmoni tidak selalu terjadi pada saat ini. Ada saja dan banyak masalah yang membuat seseorang tidak bisa rukun antar sesame umat yang ada di dunia ini.

Dalam kontek kehidupan modern seperti sekarang juga sangat di perlukan panutan dan suritauladan. Dunia saat ini sedang mengalami krisis mental dan kepercayaan dalam kepemimpinan yang memiliki kekuasaan yang sangat besar. Kehadiran pemimpin yang benar-benar membawa misi perdamaian sudah bisa di katakan langka. Hal ini menjadi ironi kehidupan dalam menjalankan peradaban.

Dalam mengatasi hal tersebut hendaknya kita selalu instropeksi diri dan senantiasa mendekatkan diri pada illahi. Semoga kita diberika pertolongan oleh ALLAH dengan didatangkan pemimpin yang benar- benar membawa perdamaian bukan membawa kegaduhan atau menciptakan kesusahan. Paling tidak dapat meniru dan mengajarkan ajaran Islam yang berorientasi kepada pembentukan perdamaian di tengah umat manusia, sehingga mereka dapat hidup harmonis dan sejahtera.

Tulisan oleh: Pimpinan Redaksi Islamic Press JMMI 17/18
Poster oleh : Redaksi Islamic Press JMMI 1718

πŸ”»πŸ”ΊπŸ”»πŸ”ΊπŸ”»πŸ”ΊπŸ”»πŸ”ΊπŸ”»πŸ”ΊπŸ”»πŸ”ΊπŸ”»πŸ”ΊπŸ”»πŸ”ΊπŸ”»

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#DesemberHujan
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *