Kala Sinabung Berkabung

   

Gunung Sinabung, merupakan salah satu gunung berapi aktif yang ada di Indonesia. Gunung ini berada di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter. Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus tepatnya pada 28 Agustus 2010, dimana asap putih tipis terlihat dengan ketinggian sekitar 200 meter diatasnya.
Kemudian pada 1 Agustus 2017, Gunung Sinabung kembali erupsi dengan mengeluarkan abu vulkanik. Kronologi erupsi Gunung Sinabung dikutip dari akun twitter resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB. Erupsi pertama di hari Selasa terjadi pada pukul 07.45 WIB dengan mengeluarkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter. Kecepatan angin lemah hingga sedang ke arah timur ke tenggara. Selain itu, terjadi pula gempa vulkanik selama 176 detik. Dengan tingginya aktivitas Gunung Sinabung seperti itu, statusnya menjadi level IV atau awas.
Puncaknya pada 19 Februari 2018 pukul 08:53 WIB, Gunung Sinabung kembali meletus, kali ini tinggi abu vulkanik diperkirakan mencapai 5 km, dengan lama durasi gempa selama 607 detik. Akibatnya lima kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara terdampak erupsi Gunung Sinabung. Kawasan tersebut diselimuti abu vulkanik yang dilontarkan gunung api itu sejak pukul 08.54 WIB.
Dikarenakan abu vulkanik Gunung Sinabung yang hampir menyelimuti langit sekitar Gunung Sinabung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari oranye menjadi merah. Dengan demikian, aktivitas pesawat tidak diperbolehkan melintas di sekitar Gunung Sinabung karena sangat berbahaya.

Kecamatan yang diselimuti abu vulkanik masing-masing Simpang Empat, Naman Teran, Payung, Tiga Nderket, dan Munthe. “Lima kecamatan itu yang terparah, meski secara umum hampir semua kecamatan terdampak. Saat ini debu masih turun terus. Kondisi di lima kecamatan itu jadi gelap karena jarak pandang hanya sekitar 2-5 meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Martin Sitepu, Senin (19/2/2018).
Selain debu, batuan kecil juga menghujani 5 kecamatan itu.
“Hujan kerikil kecil juga masih terjadi seperti di Desa Kuta Mbaru dan Kuta Rakyat,” sebut Martin.
Dia juga mengimbau agar masyarakat menghindari zona merah yang telah ditetapkan petugas.
“Tidak perlu panik karena tidak ada yang perlu dipanikkan, semua tetap normal. Memang gelapnya luar biasa. Warga kota imbau untuk selalu memakai masker. Hindari zona merah!” imbau Martin.
Martin menyatakan belum ada laporan korban jiwa akibat erupsi ini. “Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa. Mudah-mudahan seterusnya tidak ada,” ucap Martin.

Tulisan oleh: Bagas JR Staff Islamic Press JMMI 1718
Poster oleh: Saiful Haq Midle Islamic Press JMMI 1718

#SemangatMengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *