Hari Kemerdekaan RI

[HARI KEMERDEKAAN RI]

Tujuh belas Agustus tahun empat lima, Itulah hari kemerdekaan kita. Merdeka! Merdeka! Merdeka! Sekali merdeka tetap merdeka! Teriakan penuh semangat hari ini yang mengguncangkan di setiap cakrawala Indonesia. Membangkitkan ingatan tentang sejarah Indonesia di masa lampau.

Dimulai tanggal 6 Agustus 1945 terjadi peristiwa pemboman hirosima Nagasaki, pertanda bahwa Jepang telah menyerah kepada Amerika dan juga sekutunya. Kemudian Sutan Syahrir mendengar berita itu lewat radio. Lalu para pejuang bawah tanah bersiap-siap untuk memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang. Soekarno belum yakin bahwa Jepang telah menyerah.

Tanggal 16 Agustus 1945 terjadi peristiwa Rengasdengklok, para tokoh pemuda menculik Soekarno dan Hatta di Rengasdengklok. Mereka meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang siap untuk melawan Jepang. Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan komandan Jepang, Yamamoto. Dari pertemuan itu, akhirnya Soekarno dan Hatta menjadi yakin. Tepat pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 M atau 17 Ramadan 1365 H, pukul 10.00 pagi di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, atas nama bangsa Indonesia Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Kemerdekaan adalah kebebasan dimana Indonesia bebas dari segala bentuk penindasan dan penguasaan bangsa asing. Dengan kebebasan inilah perjuangan bangsa belum selesai, justru muncul tantangan baru untuk mempertahankan dan mengisi berbagai kegiatan yang membangun.

Kemerdekaan Indonesia juga tidak lepas dari kehendak Allah SWT. Dari estafet masa ke masa, generasi muda adalah generasi harapan yang memiliki andil serta peran penting dalam mengembangkan bangsa ini untuk lebih baik lagi diantaranya menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama, saling menghargai, menghormati, dan juga terlibat langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Maka salah satu peran pemuda Muslim dalam mengisi kemerdekaan ini adalah terlibat aktif untuk menjadi bagian dari solusi masalah tersebut. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.”(HR Thabrani dan Daruquthni).

DI Sisi lain, pemuda Muslim harus tampil menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan bahkan mampu terlibat dalam memajukan sektor pendidikan.

Sumber : “http://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/08/17/sejarah-kemerdekaan-mengenang-peristiwa-proklamasi-17-agustus-1945”

#HariKemerdekaan
#InspirasiKita
#JMMI1718
#SemangatMENGINSPIRASI
#SenseOfDakwah
##ITSSurabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *