Hafiza Elvira Nofitariani: Inspiring Woman

Perkenalkan, namanya Hafiza Elvira Nofitariani. Kak Fiza sapaan akrabnya. Sebagai seorang tokoh muslimah, mungkin nama Kak Fiza masih terlalu asing bagi kebanyakan orang. Dia memang tidak terlalu tenar, tidak terlalu populer, dan tidak sering muncul di layar televisi seperti tokoh-tokoh muslimah lainnya. Namun tahukah kalian? Sosok Kak Fiza sukses membuktikan bahwa seorang muslimah bisa menjadi apa saja. Termasuk menjadi seorang enterpreneur yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, namun juga membawa kebermanfaatan bagi masyarakat di sekitarnya.

Perempuan kelahiran Jakarta, 22 September 1990 ini dulunya merupakan seorang mahasiswi keperawatan Universitas Indonesia. Masa kuliah benar-benar ia manfaatkan untuk belajar dan berprestasi. Hal itu terbukti ketika Kak Fiza berhasil meraih gelar Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia pada tahun 2010. Gelar yang diraihnya merupakan suatu kebanggaan, namun hal itu tak menjadikan Kak Fiza lupa diri.

Sadar dengan gelar yang disandangnya, Kak Fiza merasa punya amanah dan tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan dampak positif kepada orang-orang di sekitarnya.
Bersama dengan keempat temannya, Kak Fiza menjalankan sebuah social project di bawah naungan Indonesia Leadership Development Program (ILDP) Universitas Indonesia. Sebutlah Nalacity, sebuah program sosial yang bertujuan memberdayakan mantan penderita kusta di Kampung Sitanala. Sitanala merupakan sebuah kampung yang dipenuhi oleh Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) di daerah Tangerang. Saking banyaknya, kampung tersebut mendapat julukan sebagai Kampung Kusta.

Pemilihan Sitanala berawal dari pengamatan salah satu teman Kak Fiza yang menyatakan bahwa banyak dari OYPMK yang hanya bekerja serabutan, mulai dari menjadi pemulung, tukang sapu jalanan hingga menjadi pengemis dengan rata-rata penghasilan Rp15.000/hari. Padahal, mereka memiliki keluarga yang harus dicukupi kebutuhan sehari-harinya. Di sisi lain, para OYPMK ini seringkali mendapat penolakan dari masyarakat karena dianggap tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena memiliki kecacatan fisik akibat penyakit tersebut. Hal tersebut menyebabkan para OYPMK seringkali merasa malu, minder, terkucilkan, bahkan menarik diri dari pergaulan sekitar.

Tepat pada 10 November 2011, berdirilah Nalacity Foundation. Wadah ini tercipta sebagai keberlanjutan dari program Nalacity terdahulu. Kak Fiza bersama teman-temannya merasa perlu memberikan wadah untuk memberdayakan masyarakat marjinal penyandang difabel agar dapat memiliki kehidupan yang lebih baik dan mandiri.

Nalacity Foundation seakan memberikan harapan baru bagi para OYPMK terutama ibu-ibu disana untuk bangkit kembali dari keterpurukan akibat kusta. Program sosial ini memberikan pelatihan menjahit kepada 20 orang ibu-ibu di Sitanala. Meskipun dari mereka masih ada yang merasa jari-jari tangannya kaku bahkan lumpuh, bukan berarti mereka sama sekali tidak dapat melakukan pekerjaan layaknya orang normal.

Setelah tiga bulan pelatihan, proyek pertama yang diterima ibu-ibu tersebut yaitu produk hijab. Produknya pun berbeda dari yang lain, karena produk hijab ibu-ibu Sitanala ini dihias manik-manik mengkilau dengan pola yang unik agar terlihat elegan. Produk karya ibu-ibu tersebut lalu dipasarkan melalui media online agar jangkauan pemasaran bisa lebih luas.

Kini Nalacity Foundation tidak lagi bergerak dalam bidang program sosial, namun sudah berjalan ke arah social business dengan omset jutaan rupiah tiap bulan. Meski tugas dari ILDP telah selesai, namun Kak Fiza dan teman-temannya memutuskan untuk melanjutkan Nalacity Foundation. Kak Fiza merasa pemberdayaan ini harus terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan para OYPMK di Sitanala.

Berkat kepeduliannya tersebut, Kak Fiza memperoleh penghargaan sebagai Inspiring Girls Theme Indonesia National Youth Magazine pada tahun 2011. Selain itu, Kak Fiza juga diundang sebagai bintang tamu dalam acara “Kick Andy Show” Episode Karya Anak Negeri Indonesia National TV Media pada 14 Oktober 2011.Lalu yang terbaru, Kak Fiza meraih penghargaan dari Majalah “The Marketeers” di akhir tahun 2014 lalu sebagai Young Woman Netizen 2015.

Dari sosok Kak Fiza kita belajar bahwa identitas kemuslimahan justru menjadi pendorong kita untuk semakin giat berbuat kebaikan, bukan malah sebaliknya. Karenanya, wahai para muslimah, teruslah menginspirasi dan menebar manfaat untuk banyak orang. Tak perlu apa-apa, cukup tanamkan niat dan komitmen dalam jiwa agar apa yang kamu inginkan menjadi nyata.

Tulisan oleh Dinda Fadhila

Badan Islamic Press JMMI,
JMMI ITS Santun dan Bersahabat

#BedahTokoh
#JMMI1718
#SemangatMENGINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#ITSSurabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *