Dikala Fajar Digantikan lh Freon

Sesaat setelah ayam jago menjerit. Sebuah Panggilan kepada diri untuk selalu bersyukur kepada Sang Pencipta, dua rakaat yang sangat baik bahkan melebihi dunia dan seisinya. Sesaat setelah itu terungkaplah sebuah mentari yang tiada lelah selalu menyapa kita di saat hari masih muda, sebuah panorama terbaik yang dapat kita saksikan setiap hari. Diikuti hembusan udara terbaik yang tidak akan didapatkan di waktu-waktu lainnya. Maka nikmat Tuhan-mu manakah yang kamu dustakan?

Apakah kurang?, atau berlebihan?, lantas kenapa kau malah bersembunyi dibalik Freon?, waktu paling berharga malah selalu kau lewatkan, pernahkah kalian berpikir sejenak, jikalau malam yang larut itu berbahaya buat kalian?, dunia yang singkat ini justru malah buat lebih singkat lagi dengan kebiasaan kalian yang nocturnal itu?.

Jujur saya juga belajar untuk menghilangkan sifat tidak baik tersebut. Karena itu saya juga ingin mengajak kalian untuk melakukan hal yang sama, tidak mengurung diri di kamar kalian tercinta khususnya kamar yang ditemani oleh Freon.

Bangun pagi merupakan hal yang sangat mulia, bahkan Nabi besar kita Muhammad SAW, menegaskan bahwa setelah Isya adalah waktu yang terbaik untuk tidur dan bangun di saat waktu masih sangat dini sekali. Sayangnya, banyak dari kita yang belum bisa membiasakan kebiasaan ini.

Karena itu saya berpesan khususnya kepada saya sendiri, ayolah… biasakan diri, kita pasti bisa, banyak kemuliaan dari kebiasaan bangun pagi, mulai dari melakukan Shalat Shubuh tepat waktu hingga hal sepele seperti bisa merasakan sejuknya udara pagi. Tentunya itu akan terasa bermanfaat untuk aktivitas yang akan kita jalani kelak.

Oleh : Bagas Jelang Ramadhan

#InspirasiKita
#JMMI1718
#SemangatMENGINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#ITSSurabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *