catatan harian 0.6Seorang pedagang merupakan pekerjaan yang sangat mulia di dalam agama Islam. “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ditanya mengenai pekerjaan yang paling mulia. Beliau menjawab, ‘jual-beli (bisnis) yang mabrur (sesuai syariat dan tidak mengandung unsur tipuan dan dosa) dan pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan kedua tangannya.” (HR. Ahmad).
Jika kita pelajari lebih dalam mengenai perdagangan Islam, pasti kita akan mendapatkan hal sangat menarik dan mungkin bisa mengajak kita ingin berdagang pula. Ingin tahu apa itu? Mari kita simak terlebih dahulu.

1. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam adalah seorang pedagang
Ketika berusia 25 tahun, beliau pergi berdagang ke Negeri Syam dengan membawa modal dari Khadijah radhiallahu’anha yang ketika itu belum menjadi istri beliau. Ibnu Ishaq berkata: “Khadijah binti Khuwailid ketika itu adalah pengusaha wanita yang memiliki banyak harta dan juga kedudukan terhormat. Ia mempekerjakan orang-orang untuk menjalankan usahanya dengan sistem mudharabah (bagi hasil) sehingga para pekerjanya pun mendapat keuntungan. Ketika itu pula, kaum Quraisy dikenal sebagai kaum pedagang. Tatkala Khadijah mendengar tentang Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam (yang ketika itu belum diutus menjadi Rasul) mengenai kejujuran lisannya, sifat amanahnya dan kemuliaan akhlaknya, maka ia pun mengutus orang untuk menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Khadijah menawarkan beliau untuk menjual barang-barangnya ke Negeri Syam, didampingi seorang pemuda budaknya Khadijah yang bernama Maisarah. Khadijah pun memberi imbalan istimewa kepada beliau yang tidak diberikan kepada para pedagangnya yang lain. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun menerima tawaran itu dan lalu berangkat dengan barang dagangan Khadijah bersama budaknya yaitu Maisarah sampai ke negeri Syam” (Sirah Ibnu Hisyam, 187 – 188, dikutip dari Ar Rahiqul Makhtum, 1/51).

2. Para sahabat Nabi juga seorang pedagang
Mungkin kalian masih ingat bagaimana ceritanya sahabat Nabi Abdurraman bin Auf dalam kehebatan beliau diperdagangan.
“Abdurraman bin Auf ketika datang di Madinah, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Ar Rabi’ Al Anshari. Lalu Sa’ad menawarkan kepada Abdurrahmah wanita untuk dinikahi dan juga harta. Namun Abdurrahman berkata: ‘semoga Allah memberkahi keluargamu dan hartamu, tapi cukup tunjukkan kepadaku dimana letak pasar’. Lalu di sana ia mendapatkan untung berupa aqith dan minyak samin” (HR Al Bukhari 3937).
Selain itu, banyak pula para sahabat Nabi yang lain yang merupakan pedagang. Abu Bakar radhiallahu’anhu adalah pedagang pakaian. Umar radhiallahu’anhu pernah berdagang gandum dan bahan makanan pokok. ‘Abbas bin Abdul Muthallib radhiallahu’anhu adalah pedagang. Abu Sufyan radhiallahu’anhu berjualan udm (camilan yang dimakan bersama roti). (Dikutip dari Al Bayan Fi Madzhab Asy Syafi’i, 5/10).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam adalah seorang pedagang dan para sahabat juga adalah para pedagang. Keahlian untuk menjadi seorang pedagang atau pengusaha saat ini dapat diperoleh secara formal maupun secara otodidak dengan terjun langsung berjualan di pasar atau di pusat keramaian. Apapun tingkatan dari pedagang, profesi pedagang yang jujur dan amanah adalah pekerjaan yang mulia.

Namun sebenarnya pekerjaan apapun itu asalkan memiliki tujuan yang baik adalah pekerjaan yang baik. Hal yang perlu kita ingat adalah pekerjaan tersebut sesuai dengan kondisi atau keahlian yang dimiliki. Selain itu, pekerjaan harus terbebas dari hal-hal yang melanggar syariat Islam dan tentunya Halal serta dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lainnya.
Yang perlu kita pahami disini bukanlah bagaiamana pekerjaan yang menguntungkan atau tidak melainkan memahami tujuan mencari rezeki adalah mencari yang paling diberkahi bukan yang paling banyak menghasilkan keuntungan.

Sumber :
Sirah Ibnu Hisyam, 187 – 188, dikutip dari Ar Rahiqul Makhtum, 1/51
Al Bayan Fi Madzhab Asy Syafi’i, 5/10
Penulis : Ilham Salo Pimpinan Redaksi Islamic Press JMMI 17/18
Poster oleh : Atikah Staff Islamic Press JMMI 17/18

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#CatatanHarian
#OktoberGeloraSemangatPemuda
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya

SHARE
Previous articleHabib Munzir Al-Musawa
Next articleSumpah Pemuda Itu Tidak Penting
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!