madaniApa yang ada di benak kalian bila disebutkan nama Amerika, Jepang, Inggris, Jerman. Mungkin hal pertama yang terfikirkan dari nama tersebut merupakan nama-nama negara maju, kaya, dan merupakan kiblat peradaban dunia. Hal itu mungkin wajar karena kebanyakan orang memang berpikir seperti itu. Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah negara-negara tersebut memang benar-benar bisa dibilang berperadaban maju? Apabila yang menjadi parameter peradaban maju tersebut adalah dengan adanya gedung-gedung yang menjulang tinggi, perusahaan-perusahaan besar, perekonomian raksasa, teknologi serba canggih, serta hal-hal materiil lainnya maka apa yang ada di benak kalian bukan hal yang salah. Tapi, apakah parameter yang dipakai tersebut sudah benar? Kalau benar, benar menurut siapa?

Bukankah pernah berdiri suatu peradaban yang belum pernah tertandingi oleh peradaban manapun? Sungguh, belum ada negeri yang memiliki peradaban maju sebagaimana peradaban yang dibangun oleh Rasulullah SAW bersama para sahabatnya. Peradaban paling maju tersebut ialah peradaban Islam yang dibangun dari Kota Madinah yang mana lebih kita pahami dengan istilah peradaban “madani”. Kala itu Madinah menjelma menjadi negeri yang aman, damai, bersih, sejahtera, adil, sehat, kaya, serta segala sifat yang melingkupi kata “madani”. Hal itu tidak hanya dicapai Madinah sebagai negeri secara umum, namun benar-benar tercapai pada tiap masyarakatnya bahkan sampai di tingkat individu sekalipun.

Hal yang perlu kita ketahui juga bahwa Islam mengubah Yatsrib kala itu menjadi kota yang madani juga dengan proses di mana proses yang paling penting dalam menegakkan negeri madani adalah pembangunan manusianya. Pembangunan manusia atau yang bisa dibilang proses kaderisasi ini dijalankan oleh Rasulullah atas petunjuk Allah mulai sejak pertama dakwah. Masa-masa awal dakwah adalah masa yang penuh cobaan dan ujian. Selama tiga belas tahun Rasulullah SAW berdakwah di mekkah, hanya segelintir saja yang masuk Islam, kebanyakan dari kaum lemah. Selama itu pula para sahabat ditindas, dihinakan, bahkan sempat diisolasi selam tiga tahun di Mekkah. Yang menarik adalah tidak ada satu pun di antara mereka yang murtad. Ini bukti terkuat bahwa kaderisasi Rasulullah berhasil dengan melahirkan sekelompok orang yang memiliki keimanan yang teguh, mental yang kuat, ketahanan tubuh yang mantap, dan kepatuhan terhadap pemimpin yang luar biasa. Sekelompok orang inilah juga yang nantinya  menjadi pilar-pilar penegak kedaulatan dan peradaban madani di Madinah.

Dari kisah tersebut, dapat kita simpulkan bahwa negeri dengan peradaban yang madani dimulai dari setiap individu penduduknya yang juga berkepribadian madani. Dari individu-individu madani akan muncul keluarga-keluarga madani, lingkungan-lingkungan yang madani, sehingga melahirkan negeri yang merdeka lagi madani dan bisa menjadi guru peradaban dunia.

Tulisan oleh: Yasir Abdillah Deputi Sekjend

Poster oleh: Atikah Staff Islamic Press JMMI 1718

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#SeptemberBaktiBagiAgamaBangsa
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya