juang

Bulan Agustus menjadi bulan yang sibuk bagi warga Indonesia di berbagai pelosok daerah. Mereka sibuk mempersiapkan segala persiapan untuk menyambut hari Kemerdekaan Indonesia. Beberapa diantaranya sibuk untuk berlatih upacara kemerdekaan, ada pula yang sibuk menyiapkan serangkaian lomba Agustusan.

Agustus adalah bulan bersejarah dimana bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Agustus juga merupakan bulan renungan bagi generasi muda untuk mengingat perjuangan kemerdekaan dan mengambil pelajaran yang terdapat di dalamnya. Selain itu, Agustus merupakan bulan kenangan untuk sama-sama mengenang jasa para pejuang kemerdekaan yang telah gugur di medan pertempuran.
Ir. Soekarno berkata, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghormati para pahlawan, misalnya mengisi kemerdekaan Indonesia saat ini dengan hal-hal yang positif, mengadakan kajian atau seminar untuk mengambil semangat juang para pahlawan, dan lain sebagainya.

Semangat Juang
Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, yang bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 H. Kemerdekaan Indonesia tersebut diperoleh atas perjuangan rakyat Indonesia dan atas berkat rahmat Allah SWT. Perjuangan rakyat Indonesia dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui peperangan maupun cara diplomatik.
Para pejuang Indonesia tersebut rela mengorbankan waktu, tenaga, harta, maupun nyawa demi merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan para penjajah. Diantara banyaknya pejuang kemerdekaan, terdapat beberapa nama pejuang muslim yang ikut berjuang diantaranya Pangeran Diponegoro, Raden H.O.S Tjokroaminoto, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, Ir. Soekarno, H. Agus Salim, Drs. H. Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Buya Hamka, dan lain sebagainya.

Para pejuang tersebut berjuang dengan ikhlas. Ada banyak analisa perihal alasan perjuangan mereka yang ikhlas tersebut. Kemungkinan alasannya ada tiga. Pertama, perjuangan sebagai jalan jihad melawan penindasan dan kesewang-wenangan penjajah. Kedua, penjajahan itu mencoreng nilai-nilai kemanusiaan. Ketiga, penjajahan itu mencoreng nilai-nilai keadilan. Dari ketiga kemungkinan alasan di atas, poin pertama saja yang akan dijabarkan lebih detail guna memaknai perjuangan dari trilogi prinsip Islam.

Iman, Ilmu, Amal
Perjuangan melawan penjajah tidak hanya semata-mata untuk melawan penindasan dan kesewang-wenangan. Selain itu, perjuangan itu merupakan bentuk jihad berjuang di jalan Allah SWT. Dalam pelajaran agama Islam, kita mempelajari bab perihal iman, ilmu dan amal. Iman adalah membenarkan dengan hati yang diucapkan dengan lisan dan diimplementasikan dalam perbuatan. Ilmu adalah sekumpulan pengetahuan baik teoritis maupun praktis. Amal adalah tindakan, pekerjaan, atau tingkah laku.

Perjuangan kemerdekaan tidak akan berhasil tanpa adanya keyakinan. Keyakinan yang dimaksud adalah yakinkan dengan iman. Maksudnya adalah segala bentuk perjuangan akan berhasil atas seizin Allah SWT. Keyakinan ini perlu dijadikan sebagai dasar motivasi untuk berjuang. Karena sejatinya perjuangan itu adalah salah satu bentuk ibadah jika kita niatkan semua karena Allah SWT. Mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya Dari Amirul Muminin, Abi Hafs Umar bin Khattab radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

Setiap perjuangan tidak akan berhasil tanpa adanya usaha. Usaha yang dimaksud adalah usahakan dengan ilmu. Maksudnya adalah segala bentuk perjuangan perlu dilandasi oleh pengetahuan yang luas baik teoritis maupun praktis. Pengetahuan ini digunakan untuk mengatur strategi dan taktik agar tujuan perjuangan yang dilakukan dapat tercapai. Hal ini pun dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan dimana mereka yang berjuang dengan perang gerilya maupun yang berjuang dengan cara diplomatis.

Perjuangan yang telah dilandasi dengan keyakinan dan telah diusahakan, insya Allah akan sampai. Sampai pada tujuan perjuangan yang dicita-citakan dengan amal. Maksudnya adalah setiap perjuangan kemerdekaan tidak akan berhasil tanpa adanya kesungguhan dari ikhtiar memerdekakan diri dari penjajahan. Mengutip penggalan ayat 11 Surah Ar-Rad yang artinya: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Perjuangan itu sejatinya adalah suatu jalan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan negara Indonesia, yang berjumlah empat. Pertama, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kedua, memajukan kesejahteraan umum. Ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa. Keempat, ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadialan sosial.

Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib untuk mengisi kemerdekaan hari ini untuk mencapai tujuan Indonesia tersebut. Karena sejatinya berjuang untuk kebahagiaan orang banyak merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Kalau para pejuang dahulu berjuang untuk memerdekakan diri, hari ini kita berjuang untuk mencapai tujuan negara Indonesia. Ketika masih banyak rakyat yang menderita, dan masih banyak penindasan maka berjuanglah. Mari bersama-sama berjuang kawan-kawanku mahasiswa muslim ITS. Salam perjuangan. Yakin Usaha Sampai!!! Allahu Akbar!!!

Tulisan oleh : Muhammad Khayrul Anwar Staff Ahli Jaringan JMMI 1718

Poster oleh: Ilham Salo Pimpinan Redaksi Islamic Press JMMI 1718