Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Prib
Sumber: Dokumen Pribadi

“Kalau orang amerika rela bangun subuh untuk mengajak hewan peliharaannya jalan-jalan, bagaimana mungkin kita orang muslim tidak mau bangun demi sosok yg kita cintai, yaitu Tuhan Semesta Alam”

Bangun waktu subuh adalah salah satu bentuk kenikmatan yang patut disyukuri. Dalam waktu subuh sendiri pun terdapat banyak sekali keutamaan keutamaan yang diberikan Allah kepada hambanya. Oleh karena itu, Sholat subuh di masjid patut di biasakan karean sangat merugi jika kita melewatkannya.

“Subuh, Langkah Awal Perlombaan dalam Kebaikan” merupakan tema dalam acara “ITS Cinta Subuh” atau yang sering dikenal dengan ICS yang berkolaborasi dengan GERIGI ITS. Dalam ICS kali ini, Ustadz Aditya Abdurrahman yang memberikan kutbah setelah sholat subuh. Ustadz Aditya merupakan founder dari Better Youth Project dan Pembina Punk Muslim Surabaya yang juga merupakan alumni ITS jurusan Desain Produk. Dalam kutbahnya, ustadz Adit memberikan urgensi dan rahasia dari Sholat subuh.

Ustad Aditya sangat menekankan pada Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.  Apa maksudnya? Harta dan kekayaan di seluruh dunia, ilmu, pasangan, jabatan tidak lebih baik dari dua rakaat Sunnah sebelum subuh. Jika Sunnah saja seperti ini, bagaimana dengan sholat wajibnya? Karena kita juga tau bahwa di waktu subuh ini Allah telah menyiapkan kado yang luar biasa untuk hamba-Nya.  “Andaikan orang-orang tahu pahala shalat Subuh dan Isya berjamaah di masjid, mereka akan datang sekalipun harus merangkak.” Bayangkan, merangkak untuk ke masjid. Saking besarnya kado Allah untuk hamba-Nya di waktu subuh ini.

“Kebiasaan sholat subuh ini berpengaruh juga terhadap kehidupan mahasiswa tersebut selama satu hari bahkan seumur hidup mereka ketika mereka istiqomah dengan sholat subuh tersebut. Karena Rasullullah mendoakan umatnya pada waktu itu Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya. Barang siapa memuliakan waktu subuh, mereka pasti diberkahi selama satu hari tersebut. Jadi jika mahasiswa ITS membiasakan sholat subuh baik hari ini ataupun seteruhsnya. Insyallah ITS ini akan semakin berkah,” jelas Ustadz Aditya ketika diwawancarai.

Lebih lanjut, Ustadz Aik sapaan akrab Ustadz Aditya memberikan beberapa tips dan trik bagaimana supaya kita dapat menjaga Sholat Subuh berjamaah diantaranya: “tidur lebih awal, yang dimaksud di sini bukanlah ketika ada tugas malamnya nggak ngerjain tugas. Tapi waktu siang dan sorenya itu bisa dimaksimalkan. Karena dalam islam siang untuk bekerja malam istirahat. Itu hak dalam kehidupan kita, kedua berusaha dengan menunjukan keinginan untuk bangun, seperti memasang alarm. Jangan pasang alarm satu aja. Banyakin, dan jangan di taruh dekat kita, jika kita memasang di dekat kita. Kita akan reflek untuk mematikan lalu tidur lagi, dan yang ketiga adalah berkumpul dengan orang-orang yang memiliki ghirah untuk sholat subuh.”

Pelajaran tentang berharganya waktu subuh juga dapat kita pelajari dari kisah sahabat nabi yakni Anas Bin Malik. Dikisahkan pada suatu perang besar dimana sahabat Anas Bin Malik ikut berjihad di dalamnya. Perang dasyat tersebut berujung kemenangan dalam pihak muslim, tapi perang tersebut membuat Anas Bin Malik menangis setiap mengingatnya. Karena apa? Sahabat Anas Bin Malik menangis bukan karena kisah perjuangannya, kepayahannya. Namun rasa sesalnya karena meninggalkan waktu sholat subuh tepat waktu, sehingga beliau pun sholat subuh menjelang matahari terbit. Walaupun dalam ilmu fiqih, hal ini dimaklumi karena sedang perang besar. Namun Sahabat Anas sangat menyesali perbuatannya, karena Sahabat Anas mengetahui keberkahan yang didapat di waktu subuh.

Kita patut bersyukur dengan dimudahkannya untuk sholat subuh ke masjid, karena jika kita mau melirik saudara kita yang ada di timur tengah. Tantangan untuk pergi sholat subuh ke masjid bukan lagi ban bocor, jarak yang jauh, sandal putus ataupun mengantuk. Namun tantanganya lebih berat lagi, yaitu peluru dan bom yang bisa kapan saja merenggut nyawa. Pantas kah kita untuk mengeluh dengan kemudahan dan kado yang diberikan Allah?

Semoga Allah senantiasa memberkahi kita dan membimbing kita untuk tetap berada di jalan-Nya, Aamiin ya Rabb.

Reporter: Dovan A. Dewana dan Edo Yoga, Staff Ahli Islamic Press JMMI 1718

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#AgustusKobarSemangatKebaikan
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya