kita1kita2kita3

-1942-

Sejarah mencatat kependudukan Jepang di Indonesia dimulai sejak tahun 1942. Datangnya Jepang membuat Indonesia sedikit terlepas dari penjajahan Belanda. Mengapa? Perlu kita ketahui, semasa pemerintahan Belanda membuat rakyat Indonesia sengsara. Hal tersebut sangat melanggar norma-norma karena sangat tidak pantas rakyat Indonesia menjadi budak di negara sendiri. Apalagi mereka bekerja tidak mengenal waktu dan tanpa dibayar sedikit pun. Sungguh miris.

Tentara Jepang sangat cerdik. Mereka sangat mudah mendapat simpatik dari rakyat Indonesia dengan melakukan berbagai upaya. Salah satu upayanya mendirikan Gerakan Tiga A (3A) dengan slogannya yaitu: Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Saudara Asia. Gerakan tersebut dibuat semata-mata agar Indonesia nyaman dengan Jepang. Hingga Indonesia pernah menganggap Jepang sebagai ‘Saudara Tua’.

Entah Belanda atau Jepang, rakyat Indonesia masih belum merasakan kebebasan dan menemukan jati diri suatu bangsa. Mengapa? Suatu bangsa dapat dikatakan sebagai bangsa jika mereka tidak memiliki keterikatan yang bersifat dapat menjatuhkan dengan bangsa lain. Artinya, bebas dari diskriminasi-diskriminasi dari bangsa lain yang dapat menguasai suatu wilayah yang bukan miliknya.

Para tokoh pergerakan membanting tulang untuk memerdekaan Indonesia. Rintihan air mata hingga tetesan darah mereka tumpahkan untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan. Mereka menangis setiap hari melihat kondisi negaranya yang makin hari makin tragis.

-1945-

Bertepatan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dengan dibacanya proklamasi tersebut, bangsa Indonesia telah terbebas dari penjajahan.

Pada saat itu juga dikibarkan bendera merah putih oleh Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed. Sebelum bendera dikibarkan, bendera tersebut dijahit terlebih dahulu oleh Fatmawati.

Dari sekilas peristiwa tersebut, tidak sedikit tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa upaya pencapaian kemerdekaan merupakan hasil kerja keras bangsa Indonesia. Meskipun tidak semua turut serta, merasakan kemerdekaan merupakan hak seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali.

-2017-

72 tahun Indonesia merdeka. Lantas, apakah kita hanya memperingati setiap tahunnya? Jika iya, maka kita bisa dikatakan memiliki sifat nasionalisme yakni rasa cinta kepada bangsa sendiri. Akan tetapi, bangsa ini tidak membutuhkan orang yang memiliki sifat nasionalisme saja. Bangsa juga membutuhkan orang bersifat patriotisme.

Patriotisme bisa disebut rela berkorban untuk negara. Pada dasarnya, kita perlu melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Baik melalui pemikiran hingga fisik.

Apabila kita memiliki sifat patriotisme, secara tidak langsung kita memiliki rasa cinta terhadap negera. Kita jangan pernah berpikir bahwa kita bangga menjadi rakyat Indonesia. Tetapi banggalah apa yang bisa kita berikan untuk Indonesia. Tentunya hal-hal yang bersifat positif. MERDEKA!!!

Tulisan oleh: Ryan P. Putra, Mahasiswa Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember