img-20170723-wa0002-1(Sumber: Dokumen pribadi)

Surabaya – Ratusan massa dari berbagai elemen menggelar Aksi Long March Bela Al Aqsha pada hari Jumat (21/07/2017). Aksi yang dipimpin oleh Ahmad Mubarok Abdullah, Ketua FSLDK Surabaya Raya ini menuntut agar pemerintah Indonesia bertindak tegas untuk mewujudkan perdamaian dunia (sesuai pembukaan UUD 1945) khususnya terkait isu konflik Palestina dan Israel.

Aksi massa yang terdiri dari FSLDK Surabaya Raya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Komunitas Aku Cinta Islam, dan Solidaritas Peduli Jilbab berkumpul di Masjid Pemerintah Kota, Masjid Al Muhajirin, usai melaksanakan Sholat Jumat, pukul 13.00 WIB.

Melihat dari kondisi Masjid Al-Aqsha sejak Jumat lalu (14/07/2017) rupanya membuat masyarakat geram atas tindakan semena-mena yang dilakukan oleh Zionis Israel. Untuk pertama kalinya, sejak 1969, Zionis menghalangi umat Islam dalam menunaikan Ibadah Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsha. Hal tersebut merupakan tindakan arogansi dan intoleransi zionis Israel terhadap Hak Asasi Manusia di dalam menjalankan kebebasan beragama.

Long March yang berakhir di depan Balai Kota Surabaya juga meminta Bu Risma selaku Walikota Surabaya dengan tegas mengutuk dan mengecam peristiwa ini agar tidak terulang kembali. Massa nampak menggunakan dresscode merah dan putih dengan membawa tulisan-tulisan menuntut pembebasan Al-Aqsa, bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat serta mengajak untuk selalu mendoakan perjuangan rakyat Palestina.

“Mereka membuat makar, dan Allah membuat makar, dan Allah sebaik-baiknya pembuat makar!” seru massa dalam menutup aksi tepat pada pukul 17.00 WIB.

from: https://fsldksurabaya.wordpress.com/2017/07/23/aksi-jumat-ghadab-pembebasan-masjid-al-aqsha-secara-long-march/ by Maulidiah

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#JuliMembukaLembaranBaru
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya

SHARE
Previous articleJangan Lupa Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Next articleTraining Spiritual dan Kebangsaan
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!