Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Pribadi

Idul Fitri merupakan peristiwa yang muslim akan merayakannya setiap tahun. Idul Fitri, puncak dari segala kegiatan dari keberkahan yang telah dijalani selama sebulan Ramadhan. Idul Fitri adalah suatu momentum untuk kembali ke fitrah, suci tanpa dosa. Untuk kembali ke fitrah, diwajibkan untuk memohon ampunan pada Allah, dan saling bermaaf-maafan sesama makhluk-Nya.

Silaturrahmi sering digunakan sebagai salah satu hal yang wajib dilakukan untuk saling memaaf-maafkan sesama sanak saudara saat Idul Fitri telah tiba. Beberapa orang beranggapan, tidak pantas jika silaturrahmi hanya sekedar bertemu dan tersenyum tanpa bersalaman. Karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Jika seorang mukmin bertemu dengan mukmin yang lain, ia memberi salam padanya, lalu meraih tangannya untuk bersalaman, maka bergugurlah dosa-dosanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon” (HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2/59). Menarik dan sangat menggiurkan jika bertemu seseorang lalu bermaaf-maafan dengan berjabat tangan. Tetapi, ada suatu hal yang kerap kali tidak terfikir oleh umat Islam di seluruh dunia, yaitu berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.

Mahram adalah seseorang yang tidak boleh dinikahi baik untuk selamanya maupun hanya pada kondisi tertentu saja. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dan besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20:211. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih). Hadits itu menunjukkan betapa kerasnya ancaman perbuatan tersebut. Lalu, siapa yang boleh kita jabat tangankan saat perayaan Idul Fitri berlangsung?

Mahram untuk laki-laki yaitu :

  1. Ibu, Nenek
  2. Anak, Cucu
  3. Saudara perempuan (baik saudari kandung, sebapak, atau seibu)
  4. Bibi dari pihak bapak
  5. Bibi dari pihak ibu
  6. Keponakan (anak perempuannya saudara laki-laki)
  7. Keponakan (anak perempuannya saudara perempuan)
  8. Ibu istri (ibu mertua)
  9. Anak perempuan istri (anak tiri)
  10. Istri bapak (ibu tiri)
  11. Istri anak (menantu perempuan)
  12. Saudara sesusuan dan siapa saja yang merupakan mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia, makan menjadi mahrammu juga

Untuk mahram perempuan, hanya diganti laki-laki semua (seperti bapak, kakek, dan sebagainya).

Karena itu, yang patut diingat adalah saudara ipar, sepupu, istri paman atau suami bibi, anak angkat dan yang tidak tercantum diatas, mereka bukan mahram. Sehingga wajib bagi kita untuk mengharamkan berjabat tangan saat silaturrahmi.

Mungkin kita berpikir, “Tidak enak jika tidak bersalaman padahal selama ini selalu bersalaman”. Sebagai intropeksi, tidakkah heran jika merasa “ga enak” saat tidak berjabat tangan dengan yang bukan mahram, tetapi tidak merasa “ga enak” pada Rasulullah bahkan yang menciptakan kita? Tidakkah heran jika tidak merasa “malu” pada Rasulullah yang “katanya” sangat mencintainya tetapi malah melanggar perintahnya? Laksanakan wajib, ikuti sunnah, insyaAllah selamat dunia dan akhirat.

sumber: muslim.or.id

Tulisan oleh: Ulfa Siti Nuraini Midle Islamic Press JMMI 1718

Poster oleh: Dimmy Maulana Midle Islamic Press JMMI 1718

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#JuniMenujuKemenangan
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya

SHARE
Previous articleYa, Allah. Tahun ini Ramadhanku Berhasil ngga ya ?
Next articleKapan Kita Benar-Benar "Idul Fitri" ?
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!