Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Pribadi

 “Rasanya baru kemarin engkau datang. Kemudian tak lama kita bersua riang.  Tetapi, mengapa kini kau sudah bersiap untuk kembali melenggang?” sejuta tanya muncul dari benakku yang bimbang.

Ramadhan namanya. Seorang pelatih yang dikenal dengan didikan dalam bentuk pelatihan luar biasanya. Kehadirannya selalu dinantikan oleh umat muslim sedunia. Hawa nafsu, nama murid yang diasuhnya. Dengan berbagai jenis pelatihan yang ia terapkan, tak sedikit dari muridnya telah berhasil ditempa. Ramadhan tak segan-segan menawarkan bonus yang berlipat bagi siapa saja yang bisa melalui rintangan-rintangan yang diberikan-Nya.

Belum lagi, ada suatu hal yang ia janjikan kepada muridnya, yaitu suatu gelar dimana siswa yang mendapatkannya mendapatkan kemuliaan seolah beribadah selama seribu bulan, yaitu gelar Lailatul Qadr.

Setelah pelatihan bagaimana? Untuk murid yang berhasil, akan mendapatkan Mahkota Taqwa yang mana mahkota itu adalah mahkota tertinggi dalam islam. Masya Allah, wajar saja jika murid-muridnya selalu menunggu.

Namun kini ia sudah beranjak lagi untuk pergi. Sedih, gundah, risau, cemas, dan gelisah semua bercampur menjadi satu. Tak ada yang bisa mendidikku seperti Ramadhan. Dari jauh Ramadhan menatapku kemudian menuju padaku. Perlahan ia berkata “Engkau boleh bersedih, tapi jangan meratapi. Aku akan meninggalkanmu beberapa KPP (Kegiatan Pasca Pelatihan).”

“KPP? Supaya apa?” jawabku dengan penuh penasaran. “Mahkota Taqwa yang engkau peroleh dari pelatihan selama ini masih harus dibuktikan. Bisa jadi selama ini yang engkau lakukan bukan karena Allah, tetapi karena aku.” Jawab Ramadhan pula. “Baiklah, apa saja itu Ya Ramadhan?”

“Setelah ini akan datang sahabatku yang bernama Syawal. Ia akan melatihmu tentang bagaimana caranya meningkatkan amal-amal yang telah engkau kerjakan ketika bersamaku. Pertama-tama ia akan mengujimu dengan cara memberikan tantangan berupa keteguhan hatimu dalam mendirikan SHOLAT LIMA WAKTU, apakah masih sama seperti saat kau masih bersamaku. Lalu dia akan mengujimu dengan PUASA SYAWAL dan PUASA SUNNAH LAIN, untuk terus membentengi diri. Kemudian, ia akan melihat bagaimana amalmu seperti MEMBACA AL-QUR’AN, MEMPERERAT TALI UKHUWAH, dll apakah masih engkau jalankan sama seperti saat bersamaku atau malah semakin berkurang.” Jawab Ramadan.

Aku hanya tertegun sambil merenung dan perlahan aku anggukkan kepalaku. “Insya Allah.” Jawabku dengan lantang. Kemudian Ramadahan semakin berlalu meninggalkanku.

Tulisan oleh: Farid Staff Ahli Islamic Press JMMI 1718

Poster oleh: Ilham Salo Pimpinan Redaksi Islamic Press JMMI 1718

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#JuniMenujuKemenangan
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya

 

SHARE
Previous articleNyunnah Idul Fitri yuk!
Next articleMinal Aidin Wal Faizin ???
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!