Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Pribadi

Nyunnah Idul Fitri Yuk!

 اللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا, وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق وَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْد

 “Allah maha besar dan juga sempurna kebesaran-Nya, Segala puji bagi-Nya dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada yang kami sembah selain kepada-Nya, Kami memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, musrik, dan munafiq membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-esaan-Nya. Dia Maha menepati janji. Dan menolong hamba-hamba-Nya, Memuliakan bala tentara-Nya dan menghancurkan musuh-musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan Segala Puji hanya bagi Allah.”

***

Sayup-sayup rindu suara takbir yang menggema mulai terasa. Siapa yang tak kangen dan rindu dengan suara takbir yang saling bersahutan hari kemenangan yang indah dan merdu itu. Ya, sebentar lagi, tak kurang dari lima hari lagi, rindu itu akan terobati. Hari kemenangan, hari berbahagia, saling memaafkan, saling bersilaturahim, hari yang indah itu akan segera tiba.

Nah, saat hari Idul Fitri itu tiba, sudah tahu kan agenda tahunan yang sunnah dilakukan? Bukan makan opor ayam, bukan juga makan biskuit isi rengginang, tapi Sholat Idul Fitri. Apa nggak kangen sama salah satu dari sholat dua kali setahun ini? Nah dalam Sholat Idul Fitri sebenarnya ada banyak sekali amalan sunnah yang dapat menambah keistimewaan hari kemangan lho. Apa saja ya?

 Mandi

Dari Ali r.a. bahwa ia pernah ditanya perihal mandi, maka dia menjawab, “Yaitu pada hari Jum’at, hari ‘Arafah, hari raya, dan hari raya Idul Adha.”(HR. Baihaqi).

Sunnah pertama yang dapat dilakukan yaitu mandi. Sebelum melaksanakan Sholat Idul Fitri, kita disunnahkah buat mandi lho, guys. Ya kali, merayakan hari kemenangan dengan berkumpul dengan orang-orang dengan bau yang khas nggak mandi. Kapan lagi mandi sekaligus nyunnah.

Menggunakan Pakaian Terbaik

Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, “Rasulullah menggunakan kain ganggang Yaman pada hari raya,” (Sanadnya jayyid Ash-shabihah no: 1279 dan Al-haitsami dalam Majma’uz Zawa-id II: 201 berkata “Diriwayatkan Thabrani dalam kitab al-Ausath dengan perawi-perawi yang tsiqah.”)

Sunnah berikutnya adalah mengenakan pakaian terbaik ketika melaksanakan sholat Idul Fitri. Pakaian terbaik bukan berarti harus pakaian baru dan pakaian mahal lho, guys. Jadi cukup pakai pakaian terbaik yang sudah dipunyai, insya Allah sudah termasuk sunnah. Dan jangan lupa memakai wewangian. Tapi perlu diingat juga, meskipun pakaian terbaik, jangan sampai mengenakan pakaian yang diharamkan ya, misalnya mengenakan sutera dan emas bagi laki-laki.

Makan sebelum berangkat pada hari raya puasa

Dari Anas r.a. berkata, “Adalah Rasulullah tidak berangkat (ke tanah lapang) pada idul fitri sehingga makan beberapa buah kurma.” (Shahil Shahih Tirmidzi no: 448, Fathul Bari II: 446 no: 953 dan Tirmidzi II: 27 no: 541)

 

Beda dengan saat Idul Adha yang disunnahkan menunda sarapan hingga setelah sholat Idul Adha atau hingga adanya daging kurban, saat Idul Fitri disunnahkan sarapan terlebih dahulu sebelum melaksanakan Sholat Idul Fitri. Bisa sekalian mencicipi opor ayam buatan orang tersayang. Tapi perlu ingat ya, jangan sampai keasyikan sarapan, tambah hingga beberapa porsi, lalu telat sholat Idul Fitri-nya. Atau karena kekenyangan hingga ketiduran, eh batal sholat Idul Fitri. Jangan ya, guys. Cukup dengan sarapan secukupnya atau dengan istilah “membatalkan puasa” saja.

Melewati Jalan Yang Berbeda

Dari Jabir  r.a. berkata, “Adalah Nabi saw. apabila hari raya, melewati jalan yang berbeda (antara pulang dan pergi).” (Shahih: Al Misykah no: 1434 dan Fathul Bari II: 472 no: 968).

Sunnah yang selanjutnya adalah melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang sholat Idul Fitri. Melewati jalan yang berbeda cukup dengan dua jalan terdekat saja ya guys. Misalkan pergi lewat rumah Pak RT, pulang lewat rumah Pak RW. Ini juga dapat meningkatkan silaturrahim karena kita dapat bertegur sapa dan saling salam dengan saudara-saudara yang berada di jalan tersebut. Namun perlu diingat juga ya guys, memilih jalan yang berbeda jangan yang menyulitkan diri, karena Islam tidak pernah menyulitkan pemeluknya. Jangan sampai memilih jalan yang memutar sangat jauh, misalkan rumah di Menteng, ingin sholat di Masjid Istiqlal, eh malah memutar pergi lewat Bogor, pulang lewat Tangerang. Jangan ya guys. Cukup dengan memutar jalan kompleks saja insya Allah sudah sunnah.

Berjalan Kaki Ke Tempat Sholat

“Termasuk perbuatan sunnah, kamu keluar mendatangi sholat ied dengan berjalan kaki”. [HR.At-Tirmidzy dalam As-Sunan (2/410); di-hasan-kan Al-Albany dalam Shohih Sunan At-Tirmidzy (530)]

Disunnahkan untuk berjalan kaki ke tempat Sholat. Selain sunnah, jalan kaki ke tempat sholat juga lebih menyehatkan dan meningkatkan silaturrahim lho, guys. Tapi apabila ada halangan, misalkan sedang sakit atau jarak yang terlalu jauh sehingga takut apabila jalan kaki terlambat sholat, maka ulama memperbolehkan dengan menggunakan kendaraan.

Takbir Sejak Keluar Rumah

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di Hari Raya Idul Fitri lalu beliau bertakbir sampai datang ke tempat shalat dan sampai selesai shalat. Apabila telah selesai shalat beliau memutus takbir.” (Shahih, Mursal Az-Zuhri, diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dengan syawahidnya dalam Ash-Shahihah no. 171)

Sunnah berikutnya adalah mengucapkan takbir sejak keluar rumah hingga sebelum sholat Idul Fitri dimulai. Mengucapkan takbir saat perjalanan ke tempat sholat juga sekaligus dapat merenungkan dan sebagai ucapan syukur di hari kemenangan lho, guys.

Mendengarkan Khutbah

Dari ‘Abdullah bin Saib ia berkata: Aku menyaksikan bersama Rasulullah Shalat Id, maka ketika beliau selesai shalat, beliau berkata: “Kami berkhutbah, barangsiapa yang ingin duduk untuk mendengarkan khutbah duduklah dan barangsiapa yang ingin pergi maka silahkan.” (Shahih, HR. Abu Dawud dan An-Nasa`i. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud, no. 1155)

Berbeda dengan sholat Jumat yang antara khutbah dan sholat adalah satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan, dalam sholat Idul Fitri, khutbah merupakan hal yang sunnah. Meskipun sunnah, mendengarkan khutbah juga dapat membantu meningkatkan pengetahuan kita sekaligus sebagai bahan renungan lho, guys.

Bagaimana, banyak bukan amalan sunnah di Hari Idul Fitri ini. Sebenarnya masih banyak lagi amalan sunnah, seperti bersilaturrahim ke rumah sanak saudara, mendoakan, dan lain sebagainya. Yuk nyunnah di hari kemenangan.

Referensi:

www.muslimdaily.net

Tulisan oleh: Ahsanul Marom Staff Ahli Islamic Press JMMI 1718

Poster oleh: Nuha Malihati wakil Pimpinan Redaksi Islamic Press JMMI 1718

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#JuniMenujuKemenangan
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya