Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Pribadi

Setelah menjalani puasa 1 bulan lamanya, muslim di seluruh dunia akan merayakan hari raya idul fitri. Hari di mana para muslim merayakan kemenganganya setelah 1 bulan berjuang melawan hawa nafsu di bulan yang penuh berkah. Banyak tradisi menarik warga Indonesia yang dapat kita temukan pada hari raya idul fitri ini, mulai dari main petasan, salam tempel, maraknya pertanyaan “kapan nikah?”, ucapan “minal aidin wal faizin” dan lain-lain.

Muslim di Indonesia pasti tidak asing dengan perkataan “Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir batin”, karena kalimat ini sering kita jumpai dari berbagai media seperti SMS, banner di jalan, iklan di TV dan media lainnya. Ungkapan minal Aidin wal Faizin sendiri sering sekali dijadikan kata untuk memohon maaf saat hari raya idul fitri di negar kita. Seolah olah, Minal Aidin wal Faizin memiliki makna mohon maaf lahir batin. Namun apakah kalian tahu arti sebenarnya? Apakah benar artinya adalah mohon maaf lahir dan batin?

Ungkapan ini sebenarnya adalah penggalan dari sebuah doa, yaitu ”Ja’alanallahu wa iyyakum Minal Aidin wal Faizin” yang artinya “Semoga Allah menjadikan kami dan kamu sebagai (orang-orang) yang kembali dan menang”. Jika kita menelaah arti perkata maka, Kata Min (termasuk) Al-Aidin (orang-orang yang kembali) Wa (dan) Al-Faizin (menang). Sehingga memiliki arti “Termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”. Jadi Minal Aidin wal faizin sendiri memiliki makna yang sangat berbeda dengan mohon maaf lahir batin. Maka kurang tepat untuk digunakan sebagai kata maaf.

Lalu bagaimanakah cara pengucapan selamat idul fitri yang dilakukan pada zaman rasullah?

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan

Dari riwayat di atas, dapat kita pahami jika Para sahabat  Rasulullah biasa mengucapkan “Taqobbalallahu minna wa minkum”, dan biasanya juga menambahkan “shiyamana wa shiyamakum” (puasaku dan puasamu).

Terus, bagaiaman cara membalas ucapan tersebut?

Jawablah dengan doa yang sama. Sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dalam Al Quran. “Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal” (QS An Nisa’ : 86)

Jadi, minal aidin wal faizin memiliki arti yang berbeda dengan mohon maaf lahir batin. Dan juga merupakan penggalan dari doa yang patut untuk diaminkan.“Taqobbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, wa Ja’alanallahu wa iyyakum minal Aidin wal Faizin” yang memiliki arti “Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukakan, puasaku dan puasamu,  dan semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang  yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.

Wallahu a’lam bis shawab

Sumber: rumaysho.com

Tulisan oleh: Dovan Staff Ahli Islamic Press JMMI 1718

Poster oleh: Luqem Staff Ahli Islamic Press JMMI 1718

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#JuniMenujuKemenangan
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya