sumber: dokumentasi pribadi
sumber: dokumentasi pribadi

Sebagai kaum muslimin, sudah sejatinya untuk memperbanyak ibadah dengan ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di bulan yang penuh berkah ini. Pada intinya, memperingati Nuzulul Quran adalah kita sebagai umat Islam supaya benar-benar cinta terhadap Al-Qur’an. Cara memperingati Nuzulul Qur’an bisa dengan kita mencontoh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan juga ulama’ terdahulu sebagai panutan kita. Sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu, menuturkan tentang apa yang beliau lakukan.

كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ . رواه البخاري

“Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Qur’an bersamanya.” (Riwayat Al Bukhari).

Selain itu, sahabat Huzaifah radhiallahu ‘anhu menuturkan tentang pengalaman beliau shalat tarawih bersama Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai shalatnya dengan membaca takbir, selanjutnya beliau membaca doa:

الله أكبر ذُو الجَبَرُوت وَالْمَلَكُوتِ ، وَذُو الكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

Selanjutnya beliau mulai membaca surat Al Baqarah, sayapun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca. Sayapun kembali mengira: beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Al Baqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir. Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa’ hingga akhir surat. Setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau berhenti sejenak untuk berdoa memohon perlindungan. …. Sejak usai dari shalat Isya’ pada awal malam hingga akhir malam, di saat Bilal memberi tahu beliau bahwa waktu shalat subuh telah tiba beliau hanya shalat empat rakaat.” (Riwayat Ahmad, dan Al Hakim)

Begitulah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memperingati Nuzulul Quran, dengan selalu membaca Al-Qur’an. Tidak hanya berhenti pada tilawah saja, tetapi beliau juga banyak membaca Al-Qur’an pada shalat beliau, sampai-sampai beliau membaca lebih dari 5 juz dalam satu raka’at.

Lalu bagaimana dengan ulama’ yang terdahulu? Salah satunya Imam As Syafi’i. Beliau pada setiap bulan ramadhan menghatamkan bacaan Al-Qur’an sebanyak enam puluh kali. Al Aswab An Nakha’i setiap dua malam menghatamkan Al-Qur’an. Qatadah As Sadusi, memiliki kebiasaan setiap tujuh hari menghatamkan Al Qur’an sekali. Akan tetapi bila bulan Ramadhan telah tiba, beliau menghatamkannya setiap tiga malam sekali. Dan bila telah masuk sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau senantiasa menghatamkannya setiap malam sekali.

Tidak ada pesta-pesta, bersenang-senang dan bersuka ria, melainkan selalu membaca penuh Al-Qur’an dengan penghayatan dan maknanya. Jika kita ingin mencontoh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan ulama’, kita bisa memperbanyak membaca Al-Qur’an, mungkin sambil beri’tikaf di masjid.  Karena di malam inilah terjadi kejadian istimewa, sesuatu istimewa yang sangat diperlukan sebagai penuntun umat manusia, yaitu turunnya Al-Qur’an. Turunnya Al-Qur’an tidak hanya sebuah penegasan atas kemuliaannya dan sekaligus yang menerimanya, yaitu Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Tetapi juga harus diiringi semangat untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah, mempelajari, menghayati, dan mengamalkannya. Kita mengaku mencintai dan beriman kepada Al Qur’an, kapan lagi kita dapat membuktikan kecintaan dan keimanan kepada Al Qur’an dalam bentuk tadarus, mengkaji kandungan, dan mengamalkan nilai-nilainya? Semua dapat berawal dari peringatan Nuzulul Quran ini. Oleh karena itu, mari kita memaknai Nuzulul Quran sebagai upaya untuk kembali mempelajari Al-Qur’an. Tiada hari dalam bulan Ramadhan dan selepas Ramadhan kecuali bersama Al-Qur’an. Dan jadikan Al-Qur’an sebagai teman sejati.

Sumber: muslim.or.id

Tulisan oleh: Ulfa Siti Nuraini Midel Islamic Press JMMI 1718

Poster oleh: m.nuha wakil Pimpinan Redaksi 2 Islamic Press JMMI 1718

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#JMMI1718
#MarhabanYaRamadhan
#JMMIMenginspirasi
#SenseOfDakwah

SHARE
Previous articleNUZULUL QUR’AN, 17 RAMADHAN, DAN LAILATUL QADR
Next articleJACKPOT RAMADHAN
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!