Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Pribadi

Idul Fitri, sebuah puncak dari prosesi di bulan yang penuh ampunan yakni Ramadhan. Banyak dari kita yang memahami Idul Fitri adalah kondisi kembali ke fitrah, suci tanpa dosa seperti bayi yang baru dilahirkan. Akan tetapi banyak dari kita yang kurang memahami esensi sejati kembali ke fitrah itu ternyata kembali ke kedudukan spiritual manusia sebagai kegandaan dari Nabi Adam A.S. di awalnya. Sebelum masuk lebih dalam ke bahasan fitrah kita akan menengok ke sejarah pencarian manusia akan fitrah.

Kondisi fitrah manusia adalah ketika Nabi Adam A.S. memiliki kemuliaan di surga atau saat beliau berada di tingkat Khalifah Allah SWT atau wakil Allah SWT. Di sini sebagai Khalifah Allah, Nabi Adam A.S. memiliki kemuliaan dapat berkomunikasi dengan Allah. Suatu kemuliaan yang luar biasa. Akan tetapi kemuliaan ini membuat makhluk lain dengki. Dalam kasus ini iblis tidak menginginkan kemuliaan ini jatuh pada Nabi Adam A.S. yang membuatnya menjadi seseorang yang harus iblis hormati.

Iblis pun dikeluarkan dari surga karena kesombongannya. Sementara itu ia membawa serta Nabi Adam dan Hawa dengan menjerumuskannya memakan buah Khuldi yang dilarang Allah untuk dimakan. Akhirnya Nabi Adam A.S. diturunkan ke bumi dan tertutuplah tingkat Khilafah dari dirinya dengan adanya hijab antara manusia bernama Adam A.S. dengan Allah.

Dari sini kita bisa mencari hikmah sebenarnya pencarian manusia kepada fitrah itu yakni pengembalian diri menjadi Khalifah Allah dengan segala kemuliaannya. Oleh karena itu untuk menuju Idul Fitri ini kita diharuskan menahan lapar yang merepresentasikan menolak makan buah khuldi dan memperbanyak istighfar atau mohon ampun agar diberikan jalan kembali ke fitrah seperti doa allahumma inna afuwwun kariim, tuhibbul afwa wa fuanni.

Insyaallah dengan kembali kepada fitrah kita dapat mencapai kedudukan yang sangat mulia, maka jadikanlah Ramadhan ini sebagai proses pengekangan nafsu baik pada perut, mata, mulut dan segala yang mampu menjerumuskan ke jurang yang menjauhkan kita dari kemuliaan. Mari semuanya, kita menuju ke tingkatan yang lebih tinggi, derajat yang lebih tinggi dan di atas itu semua, selamat jalan ramadhan, semoga kali ini fitrah lebih dekat dengan kita. Aamiin.

Tulisan oleh: Beryl Ilham Staff Ahli Islamic Press JMMI 1718

Poster oleh: Uswatun Nisa Staff Ahli Islamic Press JMMI 1718

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#JuniMenujuKemenangan
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya

SHARE
Previous articleSiapa Saja Kau Boleh Berjabat Tangan ?
Next articleNyunnah Idul Fitri yuk!
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!