Sumber : Dokumen Pribadi

Sumber : Dokumen Pribadi

|| Insentif Hari Raya ||

Seorang pegawai dikontrak wajib bekerja selama sebulan penuh. Karena terikat kontrak, setiap hari ia bekerja hingga tiba saatnya di akhir bulan, si pegawai selesai tugas dan meminta gajinya. Namun sang pemilik perusahaan tersebut memberinya tawaran untuk bekerja lagi selama beberapa hari dan akan diberi insentif lebih. Akhirnya setelah memilih untuk bekerja lagi selama enam hari, si pegawai pun mendapatkan gajinya. Tak tanggung-tanggung, gaji beserta insentif yang diterima si pegawai tersebut setara dengan gaji bekerja penuh selama dua belas bulan lamanya. Padahal ia hanya bekerja selama satu bulan enam hari.

Begitulah perumpamaan puasa syawal. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwasanya barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengiringinya dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka ia seperti puasa satu tahun penuh.

Dalam KBBI, insentif (n) berarti tambahan penghasilan yang bisa berupa uang, barang, dan lain sebagainya. Maka dalam mengamalkan sunnah puasa Syawal setelah puasa Ramadhan, Allah dengan kemurahan kepada hambanya memberikan “insentif” pahala layaknya pahala puasa setahun penuh.

Sama halnya dengan kehidupan di dunia ini tak ubahnya ibadah kita kepada Allah, maka dengan kemurahannya Ia akan memberikan kita insentif yang bahkan lebih besar nilainya dari apa yang telah lakukan selama di dunia ini. Hal inilah yang harusnya bisa menjadi motivasi kita agar terus melakukan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib. Karena seperti yang Nabi Muhammad SAW sabdakan: “Barang siapa yg menghidupkan sunnahku maka sungguh ia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku bersamaku di surga.” (HR At Tirmidzi)

Tulisan oleh: Romadhona Staff Ahli Islamic Press JMMI 1718
Poster oleh: Dimmy Maulana Midle Islamic Press JMMI 1718

🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻🔺🔻

Follow us on:
Instagram: JMMI ITS
Line: @pcn8008r
Facebook: @page.jmmi.its
Web: jmmi.its.ac.id

#JuniMenujuKemenangan
#SemangatmengINSPIRASI
#SenseOfDakwah
#JMMI1718
#ITSSurabaya