b
sumber: https://www.instagram.com/jundyokoi/

Apakah usia kita terbuang sia-sia? Sudah belasan bahkan puluhan tahun kita hidup di dunia ini, namun prestasi besar apa yang sudah kita capai?Seberapa besar kebermanfaatan kita untuk dunia ini, terutama untuk Islam? Cobalah kita tengok kisah hidup Imam Syafi’i. Pada usia yang masih sangat muda yakni usia tujuh tahun beliau sudah menghafalkan Al-Qur’an secara sempurna. Pada usia sepuluh tahun sudah menghafal dan menguasai kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Maliek, dan pada usia 15 tahun beliau sudah layak mengemban amanah untuk berfatwa setelah mendapat izin dari guru beliau, Muslim bin Khalid az-Zanji.

Pada usia belasan tahun Imam Syafi’i sudah mengukir banyak prestasi dan mengemban peran yang besar. Sama halnya dengan kisah Muhammad Al-Fatih yang telah berperan besar pada usia muda yaitu tepatnya pada usia 21 tahun. Pada usia tersebut Al-Fatih mampu menaklukkan Konstatinopel yang telah berkuasa selama sebelas abad. Hal tersebut tak luput dari didikan orang tuanya, Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah. Karena didikan orang tuanya itu, Al-Fatih kecil dapat menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Selain itu beliau juga telah menguasai hadist-hadist, memahami ilmu fikh, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Hingga pada usianya yang ke 21 tahun, Al-Fatih telah menguasai enam bahasa dunia.

Jika dicermati dari dua kisah tersebut dapat ditarik benang merahnya bahwa yang membawa kunci keberhasilan besar dari Imam Syafi’I dan Al-Fatih salah satunya adalah selalu dekat dengan Al-Qur’an dan menghafalnya. Itu juga berlaku juga untuk semua orang. Jika kita selalu dekat denganAl-Qur’an dan menghafalnya InsyaAllah keberhasilan di dunia akan mengikuti.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, niscaya Allāh akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kefāqiran membayangi kedua matanya, dan duniā tidaklah datang kepadanya melainkan apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya, maka Allāh akan mengumpulkan segala urusannya dan menjadikan kekayaan memenuhi hatinya, dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina.” (Hadist Riwayat Ibn Majah)

Setelah berkaca dari dua kisah diatas, marilah kita bermuhasabah. Sudahkan waktu yang kita lewati untuk hal-hal bermanfaat, hal-hal yang dapat membawa dampak positif untuk diri kita dan untuk orang lain, terutama untuk Islam. Jika kita merasa terlambat untuk itu semua, maka jawabannya adalah tidak ada kata terlambat. Kita bisa menata diri kita menjadi lebih baik mulai dari sekarang. Lebih mendekatkan diri dengan Allah dan AL-Qur’an mulai dari sekarang.

Selain menyiapkan diri sendiri untuk kebermanfaatan Islam, kita juga mempunyai kewajiban untuk menyiapkan generasi-generasi yang lebih baik, salah satunya adalah generasi penghafal Al-Qur’an yang selalu dekat dengan Al-Quran. Berikut adalah tips-tips yang bisa dilakukan orang tua ataupun calon orang tua agar dikaruniai anak-anak penghafal Al-Qur’an :

  1. Niat ikhlas hanya mengharap Ridho Allah
  2. Selalu berdoa kepada Allah
  3. Sebagai orang tua harus senantiasa menjaga diri dari perbuatan maksiat
  4. Saat dalam keadaan mengandung, orang tua rutin membaca Al-Qur’an dan mendengarkan Murrotal
  5. Jauhkan dari musik, atau minimal mengurangi intensitas mendengarkan musik
  6. Dalam mendidik anak, usia anak dua tahun diajari huruf hijaiyah dan tiga tahun dididik untuk mulai menghafal Al-Qur’an
  7. Orang tua mempunyai amalan andalan dan istiqomah dalam menjalankannya

 


Oleh :Satriani Dian Pertiwi| Arsitektur 2013 | Koordinator Putri Departemen Islamic Press 1617

Diambil dari Tabligh Akbar ALIF olehAhmad Faudzan Adziima, ST., M.Sc.

Editor : Muhammad Richa