Wahai nabiku…

Rinduku padamu

Atas segala curahan kasih

Pengorbanan tulus cinta hatimu

Pencerah ruang jiwa nan butiran makna

 

Hadirmu di alam ini

Membawa lembaran amanah untuk

Setiap jiwa yang tengah mati

Gersang tanpa basuhan air suci

Layu bagai daun tanpa hadirnya mentari

 

Engkaulah hamba penuh rahmat

Datangmu membawa hembusan anugerah

Hadirmu menjadi bait-bait sejarah

Bagi kami…

Umatmu yang sangat rindu

Pada syafaatmu, ya Rasulullah

 

Kau bernafas dalam kesederhanaan

Sikapmu penuh keteladanan

Tutur lembutmu penuh kedamaian

Pandanganmu penuh kebijaksanaan

Sifatmu penuh kelembutan

Hidupmu penuh amal shaleh dan kebaikan

Namamu penuh kemasyuran dan kebesaran

 

Kau hadir di hari

Penuh keagungan dan kebesaran

Atas nama Tuhan kau dilahirkan

Keajaiban yang menjadi tanda

Bukti keagungan pencipta semesta alam

 

Hari yang telah terjadi

Selembar peristiwa yang sungguh

Menjadi bagian sejarah negeri

Usaha Raja Namrud bersama pasukannya

Berbondong dengan gajah menjadi kendaraannya

Berbekal niat diri dalam naungan

Niat buruk menjadi tujuan

 

Allah yang telah murka dengan

Segala tingkah raja durhaka

Berkhianat dengan amanah yang telah

Dipercayakan dan

Allah mengutus para burung dari surga

Memegang batu berbingkis deraian api neraka

Tibalah kemenangan atasnya

Atas pasukan yang hendak menghancurkan

Kabah yang berbalut segala kesucian

 

Walau ku tak pernah

Melihat damai wajahmu, hamba-Nya termulia

Hanya dapat ku rasa dan teladani semua

 

Keteladanan atas anugerah Illahi

Nabiku…

Ku merindukanmu

Ku panjatkan untaian shalawat dan doa tulus untukmu

Nada Al-Quran pun turut menghiasi deraian

Deraian air mata rinduku padamu

Ku sangat ingin bertemu

Mendapat syafaat darimu dan dari

Sahabat dan umat terpilihmu

Di akhirat nanti yang penuh kekekalan bersamamu

Kekasih Allah Azza Wa Jalla

Engkaulah nabiku

Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wasallam

Penyempurna akhlak seluruh alam

 

Oleh: Zeffri Irawan | FTK ITS