Lemah Lembut
sumber : http://www.masterlex.it

Satu ayat penting  yang harus dijadikan prinsip seseorang  yang akan menjadi pendidik baik dalam mendidik individu maupun mendidik dalam lingkup yang besar. Prinsip yang harus dipegang erat seorang Rasul kepada umatnya, ayah kepada anaknya, Ibu kepada anaknya, kakak kepada adiknya, majikan kepada pembantunya, da’i kepada jamaahnya, mentor kepada mentenya, dan lain sebagainya.

Dimana prinsip ini digunakan sebagai peredam amarah dalam mendidik terutama dalam berdakwah. Kita ini hanya seorang hamba, seorang da’i bukan hakim. Bukan memvonis tapi memberi senyum manis. Bukan menghujat tapi member nasihat. Bukan membenci tapi mencintai. Bukan menghardik tapi mendidik.

Allah SWT berfirman dalam Quran Surat Ali ‘Imran :

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS. Ali ‘Imran : 159)

Berdasarkan sumber yang diperoleh, bahwa azbabun nuzul ayat ini turun pasca kejadian perang uhud, dimana kaum muslimin yang diberi amanah dalam berperang tergoda oleh dunia sehingga kemenangan di depan mata sirna begitu saja. Oleh karena itu timbul kemarahan Rosulullah, sehingga Allah meredam kemarahan Rosulullah dengan menurunkan ayat tersebut, Ali Imron ayat 159.

Berperilaku lemah lembut adalah sifat Allah yang dimiliki seorang Nabi dan Rasul untuk umatnya. Bahkan seorang fira’un yang dikenal amat keras lagi jahat, Allah tetap saja memerintah Musa dan Harun untuk tetap berlaku lemah lembut terhadap Fir’aun. Lantas bagaimana dengan lingkungan kita yang kadar sifatnya tidak sekeras dan sejahat Fira’un? Masihkah kita menyikapinya dengan keras pula? Marilah berlaku lemah lembut dalam menyikapi segala perkara.


Oleh : Fajar Arinal Khaq | Teknik Lingkungan ITS 2013 | Ketua LDJ Al-Kaun 2015/2016

Editor : Satriani Dian Pertiwi | Arsitektur ITS 2013