a
sumber: https://www.instagram.com/ihya_aliyuddin/

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Al-Quran merupakan kitab penyempurna dari kitab-kitab terdahulu yakni, Taurat, Zabur, dan Injil. Namun pada kenyataannya belum semua umat Islam mengenal dan dekat dengan Al-Qur’an. Padahal di dalam Al-Quran terdapat petunjuk-petunjuk dan pedoman-pedoman agar selamat dalam menjalani hidup di dunia dan di akhirat.

Sebagian besar orang yang merasa bahwa menghafal Al-Qur’an adalah sesuatu yang sulit dan bahkan mustahil untuk dicapai. Padahal kunci utama dari menghafal Al-Quran adalah pantang menyerah dan harus istiqomah melakukannya. Allah menciptakan Al-Qur’an menjadi kitab suci umat Islam yang mudah untuk dibaca dan dihafalkan. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta bahwa hingga saat ini jutaan hingga puluhan juta orang mampu menghafal dan menjaga hafalan Al-Qurannya. Bahkan Negara Palestina yang walaupun setiap hari penduduknya harus berjihad dan bertaruh nyawa melawan musuh Allah namun memiliki presentase penghafal Al-Quran yang sangat tinggi.

Al-Quran itu adalah benar dan akan selalu terjaga kebenarannya. Salah satu bukti bahwa Al-Quran selalu terjaga kebenarannya adalah melalui para penghafal-penghafal Al-Qur’an dari masa ke masa yang selalu ada dan hingga kini semakin banyak yang menghafalnya. Al-Qur’an itu adalah benar sesuai dengan firman Allah pada Qur’an Surat Fushshilat ayat 53 yang artinya:

”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya dia menyaksikan segala sesuatu”. (Q.S. Fushshilat : 53)

Orang yang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an akan dipermudah segala urusannya, baik dunia maupun akhirat. Misalnya tentang beasiswa. Saat kita akan melanjutkan studi dengan beasiswa kita harus melamar beasiswa kesana kemari dan mengikuti proses seleksi yang cukup ketat. Tetapi jika kita dekat dengan Al-Qur’an dan menghafalnya maka beasiswa yang akan berdatangan mencari kita dan kita tak perlu repot-repot lagi mengikuti proses seleksi yang sangat panjang. Namun tetap niatkan menghafal Al-Quran itu hanya untuk Allah, bukan untuk hal duniawi. Karena jika kita niatkan segala sesuatunya hanya untuk Allah, InsyaAllah dunia akan mengikuti kita. Namun jika meniatkan karena ingin mendapat dunia maka sia-sialah apa yang telah kita kerjakan. Sesuai pada Quran Surat Hud ayat 15-16.

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)

Berikut adalah tips-tips untuk menghafal Al-Quran:

  1. Pasang target hafalan

Memasang target hafalan sesuai dengan kemampuan kita. Misalnya dengan satu hari satu halaman atau satu hari satu hingga dua ayat. Memasang target memudahkan kita untuk mencapai tujuan kita dan menguatkan niat kita disaat kita futur dalam menghafal. Jika hafalan kita tidak sesuai target kita bisa membiasakan diri dengan memberlakukan ‘iqob untuk diri kita sendiri, misalnya apabila kita tidak mencapai target hafalan maka ‘iqob yang kita dapat adalah dengan bershadah atau yang lainnya.

  1. Harus ada guru, terutama guru yang bersanad

Guru yang bersanad maksudnya adalah guru yang mengajarkan Al-Quran memiliki guru yang jika ditelusuri akan berujung sumbernya kepada sahabat dan Rasulullah. Cara ini dilakukan agar untuk selalu menjaga keaslian Al-Quran. Selain itu apabila kita mendengarkan bacaan murrotal AL-Quran pilihlah Qori’ yang bersanad pula.

  1. Selalu membersihkan hati (tidak melakukan maksiat)

Barangsiapa yang senantiasa membersihkan hati dan pikiran dari hal-hal duniawi terutama perbuatan-perbuatan maksiat, maka Allah akan menjaga dan membukakan hati kita untuk selalu mengingatNya dan dekat padaNya. Salah satunya yaitu dengan memudahkan para kita untuk menghafal dan dan mempelajari Al-Quran.

  1. Bertawakal kepada Allah

Al-Qur’an adalah milik Allah. Al-Quran adalah firman-firman Allah. Jadi jika kita ingin menghafal dan mempelajari Al-Quran sudah seharusnya kita harus mendekatkan pula kepada Allah. Bertawakal kepada Allah. Menyerahkan segala sesuatu hanya kepada Allah setelah berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh dalam menghafal Al-Quran.

Kita tidak hanya diperintahkan oleh Allah untuk menghafal Al-Quran saja namun kita juga diperintahkan untuk bertadabbur dan dan mengamalkannya. Berikut ini adalah empat macam fase interaksi dengan Al-Quran:

  1. Membaca AL-Quran dengan tilawah

Yaitu membaca AL-Quran dengan makhraj dan tajwid yang benar (tilawatul Laffidhi), membaca Al-Quran dari segi hukum-hukumnya dengan cara menelaah kandungan-kandunganyang ada dalam Al-Quran (Tilawatu hukmihi).

  1. Tadabbur Al-Quran (Mengambil hikmah yang sudah jelas maknanya)

Tadabbur Al-Quran bertujuan untuk memahami dan menghayati isi yang terkandung di dalam Al-Quran sehingga dapat menjadi pedoman dan pembelajaran kita agar selamat dunia dan akhirat.

Asy-Syaikh Ibnu Katsir mendefinisikan tadabbur yaitu “Memahami makna lafal-lafal Al-Qur’an, dan memikirkan apa yang ayat-ayat Al-Qur’an tunjukkan tatkala tersusun, dan apa yang terkandung di dalamnya, serta apa yang menjadikan makna-makna Al-Qur’an itu sempurna, dari segala isyarat dan peringatan yang tidak tampak dalam lafal Al-Qur’an, serta pengambilan manfaat oleh hati dengan tunduk di hadapan nasehat-nasehat Al-Qur’an, patuh terhadap perintah-perintahnya, serta pengambilan ibrah darinya.”

  1. Menghafalkan Al-Quran

Ada banyak sekali manfaat dan keutamaan apabila kita menghafal Al-Quran. Salah satunya akan mendapatkan pertolongan (syafa’at) bagi penghafal. Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).” (HR. Muslim)

  1. Mengamalkan apa yang ada di dalam Al-Quran

Al-Quran tidak hanya sebatas dibaca, ditadabburi dan dihafalkan, namun juga harus diamalkan. Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Al-Quran dan menjadikan pedoman hidup di dunia dengan cara mengamalkan apa yang ada di dalam A-QUr’an, insyaAllah akan selamat dunia dan akhirat.


Oleh :Satriani Dian Pertiwi | Arsitektur 2013 | Koordinator Putri Departemen Islamic Press 1617

Diambil dari Tabligh Akbar ALIF oleh Taqy Malik

Editor : Muhammad Richa