Tips Jatuh Hati dengan Al-Quran

0
1374

Seperti yang kita ketahui bahwa Al-Quran turun dalam dua periode, periode pertama saat Rasulullah masih di Makkah dan periode kedua setelah beliau hijrah ke Madinah. Surat yang turun di Makkah biasanya pendek-pendek dan ditujukan kepada khayalak umum. Sedangkan surat yang diturunkan di Madinah biasanya panjang dan ditujukan kepada masyarakat yang beriman.

Dakwah awal Rasulullah di Makkah salah satunya dilakukan di rumah sahabat Arqam, tempat tersebut terkenal dengan sebutan Darul Arqam. Saat itu surat dalam Al-Quran yang turun diantaranya adalah surat-surat pendek yang sekarang ada di juz 30. Rasulullah pun mengajarkan ayat-ayat tersebut, yang isinya penuh dengan ajaran akidah yang sangat kuat. Modal pemahaman yang mendalam mengenai ayat-ayat ini menyebabkan sahabat memiliki hati yang kuat dalam menjalankan islam di tengah berbagai macam cobaan.

Pemahaman mendalam tentang Al-Quran pada diri sahabat memang sangat luar biasa. Al-Quran benar-benar dihayati saat membaca, dan langsung diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sekedar dihafalkan saja.

Jika dihitung jumlah sahabat yang hafal Al-Quran 30 juz ketika Rasulullah wafat, jumlahnya hanya 6 orang. Jumlah tersebut memang sedikit, tetapi sahabat lain yang hafalannya tidak mencapai 30 juz, sangat luar biasa dalam menghayati dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah salah satu faktor yang menjadikan Islam berjaya waktu itu.

Kabar baiknya, kita pun bisa meniru para sahabat yang bisa menghayati Al-Quran sebegitu dalam, meskipun tidak bisa meniru seutuhnya. Berikut berbagai tips yang bisa dilakukan:

  1. Memahami sumber ucapan

Sebelum membaca dan memahami Al-Quran, harus dipahami bahwa Al-Quran merupakan firman Allah Subhanahu wa ta’ala yang pasti akan kebenarannya. Firman Allah dalam Al-Quran ini tidak bisa dibandingkan lagi dengan ucapan siapapun.

  1. Agungkan Allah Subhanu wa ta’ala

Salah satu bentuk mengagungkan Allah ketika membaca Al-Quran adalah menjaga adab. Seperti duduk dengan posisi yang baik, memakai pakaian yang baik, dan membaca taawudz.

  1. Libatkan hati untuk ikut membaca Al-Quran

Libatkan hati dengan meninggalkan semua hal duniawi saat membaca Al-Quran. Berikan effort yang tinggi dan fokus terhadap apa yang dibaca. Insya Allah hati akan ikut menghayati saat semua hal dilupakan sejenak untuk membaca Al-Quran.

  1. Tadabbur

Selain membaca Al-Quran, baca juga terjemahannya. Baca perlahan-lahan dan sebisa mungkin pahami isinya.

  1. Tafahum

Tafahum tingkatannya di atas tadabbur, yaitu memahami ayat selain dengan membaca terjemahannya juga dengan membaca tafsirnya. Pahami juga konteksnya, bagaimana dan kondisi apa saat ayat turun, dan kaitannya dengan ayat lain.

  1. Hilangkan penghalang untuk memahami Al-Quran

Salah satu penghalang dalam memahami Al-Quran adalah hawa nafsu. Ibarat cermin yang penuh dengan kotoran, gambar pantulan tidak akan terlihat. Begitu juga hati yang tertutup oleh kotoran, Al-Quran akan sangat susah merasuk ke dalam hati.

  1. Yakinkan diri bahwa ayat tersebut ditujukan untuk diri kita.

Yakinkan kepada diri sendiri bahwa Allah sedang menasihati kita lewat ayat-Nya. Hal ini juga terjadi ketika zaman sahabat. Bahkan sampai ada sahabat yang menangis semalam hanya gara-gara mengira ada ayat yang turun karena perbuatannya. Hingga akhirnya sahabat tersebut diberi tahu oleh Rasulullah dan menjadi lebih tenang.

  1. Membekas di hati

Agar membekas di hati, baiknya Al-Quran tidak perlu dibaca terlalu cepat. Cukup pelan-pelan tetapi rutin tiap harinya. Termasuk saat menghafalnya. Misal waktu satu jam untuk memahami dan men-tadabbur satu ayat hingga benar-benar masuk dalam hati.

  1. Membaca dengan 3 tingkat keyakinan

Yang pertama yaitu yakin bahwa Allah mendengar bacaan kita. Kedua, yakin bahwa Allah memahami isi hati kita. Dan yang ketiga yakin bahwa seakan-akan Allah sedang membacakan Al-Quran untuk kita.

  1. Berlepas diri

Dan yang terakhir adalah berlepas diri. Maksudnya di sini adalah jangan merasa bahwa sudah berada di jalan menuju surga. Perasaan ini ada agar kita selalu punya rasa harap yang tinggi akan ampunan dan rahmat Allah Subhanu wa ta’ala. Agar kita juga selalu ingat dan takut akan azab dari-Nya.

Beberapa hal tadi bisa dicoba untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dengan membaca surat At-Takatsur sampai surat An-Naas, yang merupakan surat-surat pendek berisi ajaran akidah yang kuat.

Selamat jatuh hati dengan Al-Quran

Diambil dari Kajian ITS Cinta Subuh oleh Ustadz Ali Misbahul Munir, 12 Maret 2017

 

oleh: Muhammad Richa Saputra | Kepala Departemen Islamic Press JMMI ITS 1617