Terkait dengan gejolak negeri saat ini banyak sekali kasus-kasus yang menyita perhatian dikarenakan ada anggapan bahwa hukum yang ditegakkan di negeri ini tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Di saat rakyat kecil  melakukan pelanggaran hukum maka para aparat negara langsung pemproses dengan cepat dan berujung dengan penahanan. Jika dibandingkan dengan para pejabat yang melakukan pelanggaran seperti korupsi ataupun penistaan agama yang sampai saat ini masih hangat diperbincangkan di masyarakat, akan terlihat jelas sekali bahwa ada ketimpangan dari hukum itu sendiri. Karena ketidak-lumrahan kasus tersebut membuat rakyat geram kemudian turun ke lapangan sehingga terjadi demo yg luar biasa. Lalu apa tanggapan aparat hukum tentang ini ?

Dari sisi hukum Bapak Dani Setiawan, S. H.  selaku advokat publik yang selalu berkecimpung di dunia hukum menuturkan bahwa terjadinya gejolak hari ini dikarenakan tidak adanya kepastian, jadi mencari keadilan itu dia bisa mendapatkan apa yang dia cari. Konteks kepastian itu adalah pelaksanaan di lapangan apakah aparat seperti kepolisian, kejaksaan, maupun hakim selaku pemutus perkara komitmen dengan peraturan.

Jika kita beranggapan bahwa kasus-kasus yang terjadi seperti SARA itu memecah belah sebenarnya Indonesia sudah pecah sejak dulu, tetapi karena kekuatan rakyat untuk menjaga kebhinekaan sangat luar biasa dan mereka juga menyadari bahwa rakyat Indonesia ini beraneka ragam, Bhineka Tunggal Ika, sehingga mereka menjaga situasi agar isu SARA seperti itu tidak menimbulkan kericuhan.

Kembali kita melihat ke belakang pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Saat itu Bung Karno pernah didatangi oleh orang-orang timur yang mana beragamakan Kristiani dan lainnya, kalau umat Islam pada waktu itu dan tokoh-tokoh ulama kaku kemungkinan Indonesia sudah pecah. Tetapi kenyataannya tidak, justru umat mentolerir keberagaman agama yang ada saat itu.

Jika melihat kasus penistaan agama seperti yang terjadi saat ini, sebenarnya jauh sebelum tahun 1965 kasus tersebut telah terjadi. Namun waktu itu tidak ada peraturan pemerintah yang mengatur terkait penistaan agama. Peraturan yang ada adalah peraturan tentang penistaan golongan. Kemudian setelah itu Presiden Soekarno mengeluarkan peraturan presiden yang memasukkan perihal terkait dengan penistaan agama.

Gejolak yang terjadi saat ini dimana adanya ketimpangan hukum walaupun peraturan pemerintah telah ada. Namun untuk kasus saat ini sangat jarang terjadi dimana terdakwa yang sedang menjalani proses persidangan masih bebas.

Pemberitaan kasus-kasus yang terjadi juga tidak terlepas dari peran media yang mana dengan adanya media tersebut dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu dalam menyalahgunakan kebebasan berpendapat. Akan tetapi bukan berarti kebebasan media tidak memiliki aturan karena dari sisi hukum seluruh ketentuan media di atur jelas dan media memiliki sebuah lembaga yang berfungsi untuk mengembangkan dan melindungi kehidupan pers di Indonesia, yaitu dewan pers. Kemudian ketika terjadi kasus seperti munculnya pemberitaan yang tidak pernah di lakukan dan ada pihak yang merasa dirugikan maka pihak tersebut berhak melakukan klarifikasi di stasiun media tersebut.

Menyikapi gejolak yang terjadi di negeri ini, kita selaku masyarakat khususnya sebagai mahasiswa harus membiasakan untuk hidup dengan tertib, tidak hanya berkemampuan akademis yang baik tetapi juga cerdas hukum. Selama melewati masa perkuliahan di kampus kita juga harus menyiapkan diri untuk masuk ke jenjang selanjutnya. Perbanyak diskusi dengan teman-teman tanpa takut adanya perbedaan pemikiran, beda pemikiran bukan berarti beda dalam menjalin silaturahim. Kalau bisa saat reuni sering makan bersama kemudian melakukan diskusi, karena setelah keluar dari kampus kita tetap akan bertemu dengan teman-teman kita dan dengan profesi yang berbeda.

Kondisi bangsa kita hari ini menunjukkan kondisi umat. Ketika bangsa ini terpecah saat terjadi perbedaan pendapat dalam memilih seorang pemimpin yang baik, maka itu bukanlah sebuah musibah atau bencana tetapi sebuah tantangan bagi orang-orang yang ingin berbuat baik. Tantangan bagi mereka yang siap mengorbankan dirinya untuk di jalan kebaikan, menjalin hubungan dengan berbagai elemen, mensinkronkan dan mensinergikan gagasan, bergerak bersama umat dengan harapan terbesar NKRI terbentuk menjadi satu kesatuan di bawah naungan Allah.  Ketentuan undang-undang yang ada di Indonesia sudah luar biasa banyak dan lengkap dipakai dalam keseharian kita terutama dalam kasus yang terjadi saat ini. Tetapi lagi-lagi kapasitas professional maupun proporsional aparat akan menentukan arah akhir kasus tersebut. Dan umat tinggal menyikapi situasi dan mempercayakan kepada ulama yang telah megawal.

 

Oleh : Desy Puspita Sari | Teknik Kimia 2014 | Staf Ahli Departemen Islamic Press JMMI ITS 1617

Editor : Muhammad Richa