Akhir-akhir ini mahasiswa baru ITS digemparkan dengan suatu acara yang akan diadakan oleh JMMI dan dimasukkan ke dalam salah satu agenda di Gerigi ITS 2016, yaitu ITS Cinta Subuh. Sebagai mahasiswa baru yang notabene masih polos, mau tidak mau tentunya wajib mengikuti acara yang telah dicanangkan satu tahun sebelumnya oleh Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.Es, Ph.D selaku Rektor ITS ini.

Jika kita kembali kepada satu tahun sebelumnya saat pertama kali ITS Cinta Subuh dilaksanakan, teringat oleh kita sejarah ITS Cinta Subuh lahir. Waktu itu Bapak Joni Hermana sebagai Rektor ITS mendapatkan kunjungan dari Ustad Yusuf Mansur. Beliau mengungkapkan keinginannya saat itu untuk melaksanakan gerakan Sholat Subuh berjamaah di ITS. Tujuannya untuk membangun mahasiswa yang tidak hanya baik dalam intelektualitas saja, melainkan juga dalam spiritualitas.

Melihat dari ITS Cinta Subuh yang pertama kali dilaksanakan, dimana kala itu saya menjadi pesertanya, banyak peserta yang kurang mempersiapkan diri untuk melaksanakan ITS Cinta Subuh. Hampir sebagian besar peserta ITS Cinta Subuh yang merupakan peserta Gerigi ITS 2015 ini tertidur saat ceramah selepas sholat dilaksanakan. Menurut saya ini adalah hal yang miris, karena acara yang dikatakan menggemparkan dunia pendidikan di Indonesia ini kurang dimanfaatkan dengan baik oleh peserta yang merupakan mahasiswa baru ITS.

Lantas, apakah tujuan dari ITS Cinta Subuh yang diungkapkan oleh Bapak Joni Hermana tercipta? Mungkin hanya sebagian kecil mahasiswa yang menyadari manfaat dari Sholat Subuh berjamaah setelah mengikuti kegiatan ini. Hingga kemudian menjalankan Sholat Subuh berjamaah setiap waktu. Tetapi untuk mahasiswa lain, apakah juga demikian?

Menulis hal ini, tidaklah berarti diri ini telah sempurna dalam melaksanakan Sholat Subuh. Tetapi yang ingin diluruskan di sini yaitu keinginan dan motivasi diri yang harus ditumbuhkan untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Karena saya menyadari bahwa sholat subuh memiliki banyak sekali kebaikan, diantaranya:

  1. Sunnah Qabliyah (sebelum) Subuh memiliki pahala yang lebih besar dari dunia dan seisinya. Hal ini dijelaskan dalam hadist Muslim nomor 725 yaitu “Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” Dengan keutamaan ini, maka apakah kita tidak tergiur untuk melaksanakan sholat sunnah sebelum subuh ini, demi memperberat timbangan pahala kita di Padang Mahsyar nanti?
  2. Sholat berjama’ah 5 (lima) waktu di masjid merupakan kewajiban bagi laki-laki. Ini juga jelas terdapat dalam hadist yaitu “… Sungguh, aku ingin menyuruh melaksanakan shalat, lalu shalat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat bersama orang-oarang. Kemudian beberapa laki-laki berangkat bersamaku dengan membawa kayu yang terikat, sehingga aku bakar rumah mereka.”, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan Rasulullah S.A.W rela membakar rumah-rumah lelaki yang tidak menjalankan sholat ke masjid, ini dikarenakan untuk menakuti umatnya akan siksa api neraka, meski jauh perbandingan antara api dunia dengan dahsyatnya neraka.
  3. Kebangkitan Negara Turki dalam beberapa tahun terakhir yang disebabkan oleh tiga gerakan utama yang dicanangkan oleh pemerintah, yaitu Sholat Subuh berjamaah di masjid, infaq-shodaqoh, dan ekonomi ummat. Hal ini seharusnya menumbuhkan rasa semangat kita agar dapat membangkitkan ITS.
  4. Rasulullah S.A.W mendoakan waktu pagi sebagai waktu yang penuh keberkahan, hal ini terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi, yaitu “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.
  5. Waktu pagi hari (subuh) merupakan waktu yang digambarkan oleh Rasulullah sebagai waktu yang memberikan keuntungan bagi yang berinfaq sekaligus kerugian bagi yang tidak peduli berinfaq di pagi hari. Karena turun dua malaikat yang berdo’a di setiap subuh. Hal ini terdapat dalam hadist riwayat Bukhari yaitu, “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)”
  6. Pembeda antara orang mukmin dengan orang munafik. Hal ini terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yaitu “Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh…”

Enam hal diatas tadi, seharusnya dapat memotivasi diri kita untuk dapat melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid. Karena kebaikan yang terkandung di dalamnya tidak hanya berkaitan dengan akhirat saja, tetapi juga kebaikan di dunia. Jika kebaikan yang terdapat dalam Subuh tadi kita resapi, maka akan dengan mudah kita dapat melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di masjid. Tidak akan mustahil dilaksanakan meski kita tengah disibukkan dengan tugas kuliah, ujian, kegiatan organisasi, pengaderan, dan lain sebagainya.

Sebagai penutup, ada sebuah pesan yang ingin saya sampaikan kepada peserta ITS Cinta Subuh. Bahwa ITS Cinta Subuh bukanlah sekedar acara atau tugas tak bermakna yang harus dilakukan karena menjadi peserta Gerigi ITS 2016, melainkan menjadi kewajiban dalam setiap harinya. Kewajiban untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid. Hal inilah yang menjadikan tujuan utama dari ITS Cinta Subuh tercapai. Wallahu’alam bis showab.

Semoga Allah senantiasa memberkahi kita dan membimbing kita untuk tetap berada di jalan-Nya, Aamiin ya Rabb.

Penulis: Irshad Al-Islamy | Staff Departemen Islamic Press JMMI Integrasi 1617

Editor: Muhammad Richa