source: Google Maps

Aleppo merupakan salah satu kota penuh sejarah di Syria. Kota terbesar kedua di negerinya setelah Damaskus ini merupakan salah satu kota penting dalam sejarah Islam. Bahkan ketika zaman Khalifah Utsmaniyah, kota ini merupakan kota terbesar ketiga setelah Konstantinopel dan Kairo. Kota ini juga merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang pesat di Syria.

Nama Aleppo berasal dari kata Halb dalam bahasa Amori, yang berarti besi atau tembaga. Versi lain asal-usul nama kota ini berasal dari kata Halaba yang berarti putih, merujuk kepada tanah di daerah ini yang berwarna putih. Terletak sekitar 120 km pedalaman Laut Mediterania, dengan ketinggian daratan 380 m di atas permukaan laut. Kota ini dikelilingi lahan pertanian dari utara ke barat, sedangkan wilayah timurnya mendekati daerah gurun. Kota ini memiliki keunikan dalam hal arsitektur dimana terdapat banyak bangunan dengan gaya arsitektur khas Umayyah, Abbasiyah, Hamdaniyah, Seljuk, Zankiyah, Ayubiyah, Mamluk, hingga Utsmani.

Pada tahun 637 M, di bawah pimpinan Khalid bin Walid pasukan muslim berhasil memasuki kota Aleppo. Mulai era tersebut Aleppo berada di bawah kekuasaan kekhalifahan. Hingga di akhir era Abbasiyah, Aleppo mengalami masa kemakmuran. Kebudayaan dan intelektual berkembang pada zaman tersebut. Hal ini ditandai dengan adanya istana dan bangunan masjid yang indah di sana. Salah satu peninggalan yang terkenal adalah Masjid Agung Aleppo.

source: Wikipedia
Masjid Agung Aleppo. sumber: Wikipedia

Masjid Agung Aleppo merupakan bangunan bersejarah penting dan merupakan masjid terbesar di Aleppo. Dibangun pada awal abad ke 8 dan terus-menerus mengalami renovasi. Terdapat pula Al Madina Souq, sebuah pasar tertutup bersejarah terbesar di dunia. Berdiri sepanjang 13 km dengan menjual berbagai macam barang khas kota ini. Al Madina Souq juga merupakan bagian dari kota kuno Aleppo, yang merupakan situs kebudayaan dunia UNESCO.

Ada juga Dead Cities yang merupakan kumpulan bekas 700 hunian yang telah ditinggalkan, terletak di barat laut Syria antara kota Aleppo dan Idiib. Selain itu juga terdapat situs bersejarah lain yang berada di kota ini, seperti Palmyra, Bosra, Krak Ed Chevaliers, Tower of Elahbel, Citadel of Aleppo, Apamea, dan masih banyak lagi. Tak heran pada tahun 2006 ISESCO (Islamic Educational Scientific and Cultural Organization), organisasi kebudayaan OKI, mendaulat Aleppo sebagai ibukota kebudayaan islam. Namun sayang, konflik yang terjadi hingga sekarang ini menyebabkan banyak situs bersejarah tersebut rusak parah.

Syria sebagai bagian dari negeri Syam

Aleppo merupakan salah satu kota penting di Syria, bagian dari negeri Syam. Negeri Syam sendiri merupakan negeri yang sangat penting bagi muslim. Negeri ini memiliki keistimewaan seperti halnya Mekah, Madinah dan Al-Quds (Palestina) yang sering disebut di hadis Nabi. Banyak sekali keistimewaan yang diberikan pada negeri Syam ini. Seperti hadis di bawah ini:

Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa,  hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban. Dinilai shohih oleh Al-Hakim dan Al-Albani)

Selain itu, nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam juga mendoakan negeri Syam dan Yaman secara khusus, seperti dalam hadis berikut:

Ya Allah… berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah… berkahilah kami pada negeri Yaman kami” (HR. Bukhori dan Ahmad)

Negeri ini kelak nantinya juga akan menjadi pusat negeri Islam pada akhir zaman, dan salah satu tempat yang aman untuk berlindung dari Dajjal. Pasukan terbaik akhir zaman berada di sini. Penduduk di negeri ini juga diberikan keberkahan berupa kemampuan untuk menghafal Al-Quran dengan baik. Dan tentunya masih ada banyak keutamaan pada negeri Syam ini.

Inilah yang menyebabkan pentingnya negeri ini bagi muslim. Tidak mengherankan jika daerah di sini sering terjadi konflik yang berkepanjangan karena tentunya musuh-musuh islam sudah mengetahui keutamaan negeri ini. Sebagai umat muslim, tentunya kita harus selalu mendukung dan mendoakan saudara-saudara kita yang berada di sana. Lallahu a’lam

Muhammad Richa Saputra | Teknik Fisika ITS 2013

SHARE
Previous articleShalat Subuh, Sumber Cahaya di Hari Kiamat
Next articleTantangan Pemuda Muslim Hari Ini
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!