Allah Subhanahu Wa Ta’ala mempunyai kasih sayang, keindahan dan kekuatan yang tiada batasnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah zat yang memiliki sifat-sifat yang begitu luar biasa, salah satunya adalah At- Tawab (Menerima Taubat). Sudah menjadi sebuah kepastian tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang tidak luput dari perbuatan dosa dan kesalahan, setinggi apapun kedudukannya.

Syetan dan bala tentaranya akan mencoba untuk terus menerus menjauhkan kita dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bukan melalui kejahatan besar yang kita lakukan namun dari kejahatan kecil yang kita perbuat. Terkadang kita merasa berputus asa dan berpikir bahwa “Aku nggak pantes minta sama Allah lagi, dosaku udah banyak banget. Kayaknya aku manusia paling berdosa di dunia ini”. Ketika kita berfikir seperti itu, yakinlah syaitan menang.

Coba kita ingat kembali hakikat penciptaan manusia di muka bumi. Ada sebuah hadits mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan mengganti kalian dengan mendatangkan suatu kaum yang kemudian kaum tersebut berbuat dosa, kemudian mereka meminta ampun kepada Allah, dan Allah akan mengampuni mereka” (HR. Muslim).

Pernahkah kita berpikir, bukankah para sahabat rasul pun dulu adalah orang-orang yang pernah berada dalam kubangan dosa dan maksiat. Namun pada akhirnya mereka bertaubat dan Allah mengangkat dan memuliakan kedudukan mereka. Betapa Allah sangat mencintai hamba-hambanya, Allah selalu membuka pintu taubat yang sebesar-besarnya bagi mereka yang lelah hidup bergelimang  dosa. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah, wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa terhadap rahmat dari Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa, sungguh Dialah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zumar : 53).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan kita seperti ini, agar kita mendekat kepada-Nya, mendekat kepada ampunan-Nya, mendekat kepada petunjuk-Nya. Allah menciptakan kita untuk tujuan ini! Allah memiliki begitu banyak Malaikat yang melayani-Nya dan mematuhi-Nya. Allah menciptakan begitu banyak mahluk di penjuru  jagat raya yang beribadah kepada-Nya secara sempurna. Lalu mengapa Allah menciptakan manusia yang penuh dosa? Dia menciptakan kita agar kita kembali kepada-Nya, menjemput ampunan-Nya.

Untuk itu janganlah kita sia-siakan kesempatan hidup yang Allah berikan sampai detik ini, jangan kita sia-siakan luasnya pintu taubat yang Allah buka, jangan kita sia-siakan waktu demi waktu yang kita habiskan untuk berbuat dosa kepada-Nya. Ketika sampai detik ini kita masih terus melakukan dosa, katakanlah dengan lantang dalam hati tanpa ada keraguan sedikitpun akan ampunan yang luas dari-Nya “  CUKUP, WAKTUNYA KEMBALI “.

Penulis : Darda Abdurahman F || Staff Ahli Divisi Kastrat Departemen Islamic Pers JMMI ITS 1516

Editor : Hafshah Mahfuzhoh