Ummu Hisyam, Mujahidah Tangguh yang teladan Nan Pemberani

0
498
http://www.al-intima.com/wp-content/uploads/2013/01/makkah-300x262.jpg

Islam datang untuk mengangkat derajat para perempuan dan memuliakannya. Mereka diposisikan sebagai saudara bagi kaum laki-laki. Berbakti kepada ibu lebih diutamakan dari pada berbakti pada ayah. Penghargaan Islam terhadap perempuan semakin tampak jelas ketika Al-Qur’an mengkhususkan sebuah surat, yang temasuk salah satu surat terpanjang, untuk kaum perempuan, sehingga dinamakan dengan surat An-nisa’ (yang artinya para perempuan). Salah satu dari sekian banyak wanita dizaman Rasulullah adalah Ummu Hisyam binti Haristah yang memperoleh kemenangan Berupa Surga dan Keridhaan di Bai’atur-Ridhwan. Bai’atur Ridwan merupakan berbait (berjanji) untuk berani mati. Peristiwa ini terjadi ketika Utsman bin Affan yang diutus Rasulullah ke Makkah ditahan oleh kaum Quraisy. Sahabat yang ingin melawan akhirnya melaksanakan bai’at kepada Rasulullah. Akhir dari peristiwa ini adalah terbentuknya Perjanjian Hudaibiyah. Seperti yang telah Allah jelaskan dalam Firman-Nya (yang artinya ):

“Sesungguhnya Allah telah Ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia (berbai’at) kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat.”(Al-Fath: 18)

Dalam naungan berbagai kemuliaan, Ummu Hisyam binti Haritsah  temasuk wanita terpandang yang menikah dengan Haritsah bin Nu’man An-Najari yang di karunia putra-putri dan semuanya telah masuk Islam. Yaqut Al-Hamdi menyebutkan tentang kemurahan hati keluarga Haritsah dan pemberiannya kepada Rasulullah berupa rumah. Ummu Hisyam salah satu dari sekian banyak para mujahidah tangguh dan pemberani yang berbai’at untuk berani mati (Bai’atur Ridwan) dan telah Allah muliakan dan telah dijamin Surga di sisi Allah beserta keluarganya. Menjadi salah satu perempuan yang telah dinobatkan kemuliannya di Surga tentu menjadi impian bagi muslimah-muslimah masa kini. Sungguh betapa mulianya menjadi seorang Ummu Hisyam yang mana malaikat jibril pun pernah menjawab salamnya. Diriwayatkan dari Haritsah bin Nu’man, dia berkata : Aku lewat di depan Rasulullah yang waktu itu sedang bersama Malaikat Jibril yang duduk di beberapa bangku. Ummu Hisyam pun mengucapkan salam kepadanya dan berlalu dari situ. Ketika Ummu Hisyam kembali dan Rasulullah telah beranjak dari tempatnya, beliau bertanya pada Ummu Hisyam. “Apakah engkau melihat orang yang tadi bersamaku ?” Jawab Ummu Hisyam: ‘Ya’. Rasulullah berkata: “Dia adalah malaikat Jibril, dan dia membalas salammu”.

Selain itu keteladanan Ummu Hisyam yang sangat giat untuk mencari Ilmu. Ya seperti pepatah mengatakan “Tuntutlah Ilmu dari Buain Ibu sampai liang lahat”. Perempuan memang memiliki fitrah menjadi seorang Ibu dan sekaligus madrasah Ilmu bagi anak-anknya. Perempuan dengan lulusan S3 pun tetap akan kembali ke fitrahnya untuk mengurus rumah tangganya. Rumah peradaban bagi anak-anaknya. Sepertinya hal nya Ummu Hisyam sangat giat mencari ilmu. Beliau banyak hafal ayat-ayat Al-Qur’anul Karim, bahkan beliaupun amat memperhatikan hadits-hadits Rasulullah. Sehingga beliau banyak menghafal Hadits dari beliau dan kemudian menjelma sebaga

NO COMMENTS