Apakah benar Allah dan rasul-Nya suka bilangan ganjil?

Dalam sebuah hadist Rasullullah shallallahu alaihi wassalam bersabda:

إنّ الله وتر يحبّ الوتر

“sesungguhnya Allah itu ganjil (witir) dan allah suka bilangan ganjil (witir).” (HR. Al-Bukhari: 6410 dan Muslim: 2677)

 

Inilah yang diterapkan oleh muslimah-muslimah di negeri jiran itu. dengan menerepakan sesuatu yang berjumlah tiga yaitu salah satunya cipika-cipiki (cium pipi kanan-kiri) yang kebanyakan dilakukan oleh kaum hawa untuk menyapa saudaranya sesama muslimah. Tak terbayang kan jika kita dalam sehari bertemu dengan 100 muslimah? Begitu pun dengan saya, tidak pernah terbesit hal semacam itu diterapkan mengikuti sunnah rasul yang berjumlah tiga.

 

Awalnya memang terasa canggung dan aneh ketika setiap kali bertemu dengan muslimah di negeri melayu itu akan disapa dengan sentuhan pipi kanan dan kiri sebanyak tiga kali. Ya, mereka mengakhirinya dengan sentuhan sebanyak tiga kali. Namun, 5 hari berada di negeri jiran, kebiasaan itu membuat saya menjadi biasa. Dan rasanya ingin sekali bisa diterapkan di negeri saya tercinta Indonesia. Bukan berniat untuk menjiplak, hanya saja ingin juga menerapkan hal-hal kecil yang mengikuti Sunnah rasul sebagaimana yang disebutkan dalam hadist diatas. Cipika-cipiki (khusus untuk sesama kalangan kau hawa) lebih memberikan nuansa keakraban dan melembutkan hati meskipun baru pertama kali berjumpa dan mengenal satu sama lain.

 

Hal Sunnah lain yang membuat saya terkagum-kagum adalah pembacaan asma’ul husna. Mereka menerapkan hal ini dalam setiap agenda yang mereka laksanakan. Kalau umumnya di Indonesia dibuka dengan doa kemudian dilanjutkan dengan tilawah, beda hal nya di negeri Jiran, mereka menyisipkan agendanya dengan pembacaan asma’ul husna. Lagi-lagi saya dibuat kagum dengan kebiasaan orang-orang muslim di negeri Malaysia. Mendengarkan sifat-sifat Allah yang berjumlah 99 itu membuat hati kita semakin tentram dan tenang. Dan kalau kita lihat, angka 99 pun juga merupakan angka yang berjumlah ganjil. Inilah yang menjadikan kenapa muslimah-muslimah negeri jiran melakukan hal-hal kecil yang berusaha mengikuti Sunnah Allah dan Rasulullah, hanya dengan menerapkan sesuatu yang berjumlah ganjil.

 

Dari hal-hal Sunnah yang bersifat kecil dan tidak pernah kita duga untuk diterapkan dalam kehidupan kita, semoga bisa mengingatkan kembali pada diri kita, individu masing-masing dari kita untuk mencintai hal-hal yang berbau Sunnah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah.

 

Penulis                 : Eka Afiyanti – BK Kemuslimahan JMMI ITS 1516

Editor                    : Hafshah Mahfuzhoh

SHARE
Previous articleIbnu Khaldun Muda
Next articleApa itu Kehidupan?
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!