Secara makro, perbedaan antara makhluk hidup dan benda mati sangat kentara. Makhluk hidup memiliki sifat khusus yang tidak dimiliki oleh benda mati. Tetapi bagaimana jika dilihat dari pandangan lain? Mari kita diskusikan.

Menurut ilmu sains, perbedaan utama antara makhluk hidup dengan benda mati adalah komponen penyusunnya. Semua makhluk hidup di dunia tersusun dari sel. Sel merupakan unit terkecil pada makhluk hidup. Kumpulan sel akan membentuk jaringan (tissue). Kumpulan dari jaringan akan membentuk organ dan memiliki fungsi tertentu, seperti jantung, ginjal, paru-paru. Kumpulan dari organ akan membentuk sistem organ, misal sistem pencernaan yang terdiri dari organ kerongkongan, lambung, usus, dan lainnya.

Sel memiliki berbagai macam fungsi yang menopang hidup suatu makhluk. Sel memerlukan nutrisi sebagai sumber energi. Sel mengalami pertumbuhan dan dapat membelah diri menjadi banyak. Sel juga melakukan respons terhadap perubahan lingkungan. Sel mempunyai kemampuan untuk menyaring zat-zat yang melewatinya. Secara otomatis zat yang diperlukan akan masuk melalui dinding sel.

Sel melakukan metabolisme untuk mendapatkan energi. Selain itu juga memproduksi protein. Di dalamnya terdapat berbagai macam reaksi kimia yang terjadi. Dapat diibaratkan sebuah sel adalah mobil yang berjalan. Mobil yang berjalan tersebut membangun dirinya sendiri dengan komponen yang ia peroleh di jalan. Sel dikatakan masih hidup apabila masih melakukan proses tersebut.

Meskipun sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup, komponen penyusun dan zat-zat yang bereaksi dalam sel merupakan benda mati. Unsur-unsur penyusun dinding sel, komponen pada inti sel, protein yang dihasilkan, semuanya adalah benda mati. Lalu jika semua komponen penyusunnya adalah benda mati, apakah semua proses yang ada di dalam sel tadi disebut sebagai kehidupan?

Selain itu, di dalam inti sel terdapat DNA yang membawa informasi genetik. Di dalam DNA terdapat gen yang menentukan sifat dan karakteristik makhluk hidup. Salah satu hal penting dari kelahiran makhluk hidup adalah penurunan genetik pada DNA dari induk ke anaknya. DNA dari kedua induk akan diturunkan kepada turunannya. Hal ini yang menjelaskan mengapa seorang anak memiliki kemiripan dengan orang tuanya. Lalu, apakah DNA juga merupakan sesuatu yang hidup?

Makhluk hidup yang kompleks apabila dilihat secara mikro, sama seperti benda lainnya yang tersusun dari atom-atom. Kemudian muncul pertanyaan lagi, apabila makhluk hidup tersusun dari atom-atom yang saling berinteraksi kemudian membentuk sel dan proses di dalamnya, di mana atom tersebut merupakan atom yang sama dengan atom-atom lain di dunia ini, apakah atom ini disebut benda mati atau benda hidup?

Pada akhirnya, pertanyaan-pertanyaan di atas menimbulkan kebingungan yang amat sangat. Para ilmuwan pun belum dapat memberikan jawaban yang jelas mengenai hal ini.

 

Keterkaitan dengan ruh

Apabila hanya digali dengan pengetahuan scientific, hal semacam ini mungkin saja tidak akan berujung. Akan selalu muncul pertanyaan baru yang tidak terjawab.

Di dalam islam kita mengetahui bahwa di saat manusia berada dalam janin, ditiupkannya ruh ke dalam janin tersebut hingga janin bisa hidup. Kemudian janin tersebut lahir dan akhirnya tumbuh dewasa. Kemudian jika ajal telah sampai, malaikat akan mengambil nyawa dari manusia sehingga ia meninggal dunia. Menjadi pertanyaan sendiri, apakah yang menyebabkan manusia hidup adalah sesuatu zat (yang tidak dapat dijangkau manusia) yang ada pada dalam fisik manusia? Lalu bagaimana keterikatannya dengan fisik manusia? Tentu pertanyaan ini jauh lebih membingungkan dari pertanyaan di awal.

Allah SWT dalam firman-Nya di surat Al-Isra’ ayat 85 yang artinya,

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Rabb-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.””

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengungkapkan ada berbagai pendapat mengenai apa itu ruh yang dimaksud dalam ayat tadi. Ada yang berpendapat bahwa ruh yang dimaksud adalah Jibril, ada pula yang dimaksud ruh adalah sesuatu zat yang ada di dalam jasad seperti yang kita bahas di atas tadi. Namun pada intinya, pengetahuan tentang hal ini hanya sedikit diberikan oleh Allah SWT kepada makhluk-Nya. Artinya tidak ada yang bisa mempelajari suatu ilmu tanpa kehendak dari Allah SWT. Hal ini menunjukkan betapa kecilnya kita di hadapan-Nya.

Sebagai seorang makhluk yang sudah diberi petunjuk, tidak ada cara lain selain mengikuti segala petunjuk-Nya. Memikirkan hal-hal yang di luar batas hanya akan menjadi sesuatu yang sia-sia. Dengan mengikuti petunjuk dari Allah SWT sajalah kita akan merasakan bahwa sejatinya kita masih diberi kehidupan. Wallahu a’lam.

 

Penulis : Muhammad Richa Saputra || Teknik Fisika 2013 || Islamic Press JMMI 1516

Editor    : Hafshah Mahfuzhoh