Oleh: Deo Siregar

Tak dapat dipungkiri lagi. Remaja menjadi aset penting dalam membangun kembali peradaban Islam yang pernah jaya. Perencanaan revival peradaban ini tentunya dapat terjadi bila persiapan rohaniah dan lahiriah pemudanya matang. Dengan meningkatkan intelektualitas serta memperbanyak ibadah maka kembalinya peradaban Islam tersebut tidaklah hanya menjadi wacana belaka. Bahkan Allah telah menjanjikan bahwa Islam akan menang pada akhirnya. Tetapi keterlibatan pemudalah yang belum pasti.

Masa-masa remaja disebut dengan golden age. Masa dimana memulai pencarian jati baru serta mempelajari kehidupan-kehidupan di dunia. Jangan pernah menyiakan masa tersebut. Dengan menggunakan narkoba ataupun merokok. Contoh saja yang sering kita dengar adalah kasus narkoba.

Pasar narkoba di Indonesia menjadikan pemuda sebagai sasarannya. Bahkan lebih hebatnya lagi mereka berani mengucurkan dana triliunan untuk menjalankan kegiatan negatif tersebut. Motifnya tentu saja untuk mendapatkan kekayaan dunia sebesar-besarnya tanpa memikirkan kondisi remaja di Indonesia.

Tidak hanya remaja saja bahkan perusahaan rokok pun sama saja. Setiap harinya mereka mencari para “pengganti” yang akan membeli rokok mereka. Dikarenakan para perokok yang lama telah banyak terbunuh akibat benda haram tesebut. Bahkan yang menjadi sasaran produk mereka adalah anak  berusia 10-18 tahun . Usia remaja dimana mengalami masa labilnya. Untuk menjalani dan melancarkan penjualan produk rokok tersebut. Mereka rela mengeluarkan banyak dana untuk mempromosikan produk mereka. Dari menjadi sponsorship acara, membuat festival musik. Menjadi krisis remaja berbasis intelektualitas serta rohani di dalam negeri ini.

Apabila kita menyiakan masa golden age maka percuma saja. Seperti pasar narkoba sasarannya adalah remaja. Bahkan mereka rela mengucurkan banyak dana untuk melakukan kegiatan negatif tersebut. Kita butuh remaja dengan ilmu yang kuat serta jaringannya. Oleh karena itu Islam akan revival tergantung remajanya.

Sadarkan diri kita mulai sekarang. Remaja memiliki peran penting disini. Mulailah dari langkah kecil dahulu untuk menjadi sosok solutif dalam menyelamatkan negeri ini dari krisis remaja. Ingat! Karena Allah tidak menilai suatu usaha dari hasil yang didapat dari usahanya. Tetapi Allah menilai dari keikhlasan hambanya untuk melakukan usaha tersebut demi kebaikan.

Mulailah dari pribadi diri sendiri. Perbanyak ilmu, jangan pernah memutus tali silaturrahim diantara kita. Hal itu bertujuan memperkuat. Satu sikap penting lagi yang perlu kita miliki adalah perbanyak ibadah sehingga mental kita tidak goyah dalam menghadapi tantangan tersebut. Apakah kalian akan merasa pintar dengan menggunakan narkoba dan merokok? Pikirkan lagi kawan. Jangan biarkan mereka menjadi pemenang dan kitalah menjadi pihak sebaliknya. Ingat kami mencintaimu karena Allah.

*Sumber: Temu Tokoh Islamic Press JMMI ITS (20/02) sekaligus Kajian ITS Cinta Subuh (21/02). Pemateri: Dr. Nirwan Syafrin.