Oleh: Hafid Dwi Nurjanah – Teknik Industri 2012 – FSLDJ

Ahad, 14 Februari 2016 telah dilaksanakan PMLDJ (Pelatihan Manajerial Lembaga Dakwah Jurusan) oleh BSO FSLDJ JMMI ITS 1516 yang bertempat di Pesantren Mahasiswa Darul Arqam Keputih Gang 3C. Pelatihan ini dihadiri oleh 70 orang peserta dari delegasi 18 LDJ di ITS yang merupakan calon penerus LDJ periode selanjutnya. Tujuan diadakannya PMLDJ adalah untuk menumbuhkan kualitas kader-kader LDJ serta menambah wawasan terkait dakwah dan manajemennya. Terdapat 4 materi yang disampaikan, yaitu bedah buku PBLD (Panduan Bersama Lembaga Dakwah) ITS, Motivasi Dakwah, Sistematika Pembinaan dan Penjagaan Kader, serta Marketing Dakwah.

Materi pertama tentang buku PBLD yang dibawakan secara asik dan menarik dengan pembahasaan ringan oleh Yanu Andy Fredian, S.T. Banyaknya LDJ yang jalan sendiri-sendiri terutama di bidang syiar serta pengelolaan LDJ dan pembinaan kader yang kurang terstruktur dengan baik merupakan salah satu alasan terbentuknya buku PBLD. Buku PBLD ITS dibuat dengan menyesuaikan fokusan antara LDJ dan JMMI serta semua LDJ dikoordinasikan dengan JMMI agar bisa berakselerasi bersama dan saling bersinergi. Materi yang dibahas di dalamnya adalah bidang Kelembagaan, Kaderisasi, Syiar, dan Keputrian.

Sebuah lembaga dakwah dapat dikatakan mempunyai kader jika terdapat generasi penerus bukan generasi pengganti yang meneruskan berjalannya organisasi tersebut. Karena keberhasilan sebuah dakwah adalah akumulasi dari kejayaan dakwah sebelumnya. Dalam mensyiarkan Islam dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya membantu dalam hal akademik dan membangun LDJ yang prestatif. “Maka dari itu optimalkan waktu yang kita miliki sebelum waktu ini diminta kembali oleh Allah dan setiap nafas akan dimintai pertanggungjawaban,” kata Yanu, Direktur FSLDJ JMMI ITS 1213.

Materi kedua, yakni keutamaan berdakwah disampaikan oleh Aries Sulisetyo, S.T., M.Sc., Ph.D. Terdapat lima keutamaan berdakwah yang disampaikan oleh pemateri. Pertama, dakwah merupakan jalan para Nabi (QS. Yusuf: 108). Dakwah disandarkan kepada manusia yang paling utama dan mulia yakni Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, serta para Nabi dan rasul sebelumnya. Kedua, dakwah adalah amal terbaik (QS. Fussilat: 33). Dakwah disebut amalan terbaik karena tidak hanya memelihara amal Islam di dalam pribadi namun juga untuk masyarakat sekitar.

Ketiga, para da’i akan memperoleh balasan yang besar dan berlipat ganda. Usaha seorang da’i menyampaikan hidayah kepada seseorang atau sekelompok orang sehingga mereka pun mendapat kebaikan atas izin-Nya, maka hal tersebut pahalanya lebih besar dari unta merah. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala memberi banyak kebaikan kepada para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut dilubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain,“ (HR. Tirmidzi).

Keempat, menyelamatkan kita dari azab Allah. Perumpamaan orang yang tegak diatas hukum-hukum Allah dengan orang yang melanggarnya seperti kaum yang berada di bahtera. Ada yang mendapatkan tempat di atas ada yang di bawah. Mereka yang berada di bawah jika akan mengambil air harus melewati oarng yang berada diatas. Lalu mereka berkata, ”Jika kita melubangi bagian bawah milik kita dan tidak mengganggu mereka.” Kalau mereka membiarkan keinginan orang yang akan melubangi, mereka semua celaka dan jika mereka menahan tangan mereka maka selamatlah semuanya (HR. Bukhori). Kelima, jalan menuju khoiru ummah dengan mempelajari shiroh dan bagaimana membina kader.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Wawan Ismanto, S.Si. Pada materi ini, kita diajak berpikir tentang bagaimana permasalahan yang dihadapi LDJ serta menghadirkan dan membuat solusinya sendiri. Dakwah di jurusan itu penting, dimana massa yang spesifik dan jelas terlihat. Terdapat berbagai macam permasalahan klasik di lembaga dakwah, namun sebenarnya kita tau bagaimana menyelesaikannya. Maka dari itu dakwah butuh aksi, bisa dimana saja, pada siapapun dan harus bisa menyesuaikan diri. Menumbuhkan ketertarikan dan perlunya melihat peluang agar banyak yang mendekat ke LDJ. “Keterlibatan semua orang di jurusan itu penting, coba mengundang dosen sendiri agar ikut mensupport kita,” begitu saran yang disampaikan oleh ketua umum JMMI 2008-2009 tersebut.

Manajer Regional Rumah Kepemimpinan Surabaya tersebut menambahkan bahwa peran da’i adalah membawa perubahan. Bukan menghakimi dan membid’ahkan sesuatu dengan mudah. Ada berbagai golongan, banyak urusan khilafiah, yang penting hal-hal pokok atau tauhidnya sama. Pencetakan dan perekrutan kader dilakukan melalui mentoring yang menyenangkan dan pelatihan dari kaderisasi. Lakukanlah hal-hal kecil yang mana itu baik serta bisa membuat LDJ dirasakan semua orang termasuk dosen dan karyawan. Bisa jadi mereka menentang karena belum mengenal. Dan ingat, akademik juga harus baik, jangan mencari pembenaran nilai buruk karena dakwah.

Materi terakhir disampaikan oleh Fahmi Azmi, S.E yakni mengenai strategi marketing. Lulusan dari Universitas Airlangga tahun 2013 tersebut menjelaskan bahwa dakwah harusnya menerapkan market segmentation, market targeting, dan differentional pasitioning. Tiap segmen obyek dakwah memiliki cara pendekatan yang berbeda-beda. Seperti halnya pemasaran, jika pelayanan yang memuaskan konsumen maka hal tersebut akan meningkatkan nilai jual.

Menentukan segmentasi objek dakwah dapat melalui pengalaman, diskusi, literatur, dan riset (penelitian dan pengembangan) untuk dapat menentukan kebutuhan objek dakwah yang tepat. Sebagai seorang aktivis dakwah, perlu melihat kematangan objek dakwah agar bisa mematangkannya dari segala sisi. Begitu kita memiliki kapasitas yang besar, kemampuan itu akan melindungi kita.

Kapasitas tersebut merupakan daya tawar kita, antara lain akademik, organisasi, bahasa, sosial, dan karakter yang dikenal dengan 11 muwashofat kader dakwah. Terdapat beberapa tahapan dalam marketing plan yaitu awareness (kedekatan, ketokohan), trial (ibadah, muamalah), purchase (ikut, tertarik), dan repeat (rutin, berjuang). Ketika melihat sesuatu dari kacamata dakwah adalah ketika kita bisa bermaslahat untuk Islam.

Kegiatan pelatihan ini berjalan dengan lancar dan tampak antusiasme dari para peserta selama berjalannya materi. Semoga PMLDJ ini dapat mencetak para calon qiyadah baru yang lebih baik dan ke depan bisa diikuti oleh semua LDJ di ITS yang sekarang berjumlah 27 LDJ. Mari melangkah bersama, saling bahu-membahu merangkul yang tertinggal untuk mewujudkan kampus madani. (Ce2)