Pada 7 Februari 2016, Badan Khusus Kemuslimahan (BKK) JMMI ITS 1516 bekerjasama dengan Keputrian LDJ Teknik Kimia (KINI) mengadakan sebuah acara untuk mencounter issue terkait kesehatan. Tema yang diusung yakni “Beauty Ouside, Healthy Inside” dimana acara tersebut dilaksanakan di sekitar barat daya Masjid Al-Akbar Surabaya. Harapan acara tersebut taklain untuk mengarahkan bahwa seorang wanita itu harus tetap cantik dari luar dan sehat didalam. Cantik dalam konteks kesehatan fisik yang nampak dari laur seorang diri muslimah.

“Berbicara kesehatan tentu tidak bisa kita lepaskan dari pentingnya menjaga kebersihan yang meliputi, kebersihan diri, lingkungan dan makanan,” tutur dr. Chandra Damayanti, SpOG sebagai pembicara pertama dalam acara tersebut.

Menjaga kesehatan bisa kita kontrol dengan menjaga kebersihan diri. Idealnya, bersih diri atau mandi dilakukan minimal dua kali dalam sehari. Pun kesehatan manusia, patutnya didukung dengan asupan makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Demikian agar tubuh terasa bugar, maka perlu dilakukannya olahraga teratur minimal dua kali dalam seminggu.

Dalam sirah nabawiyah, tips sehat yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah dengan berpuasa. Karena ada banyak hikmah dan keuntungan bagi orang-orang yang berpuasa. “Berdasarkan kacamata kesehatan, manfaat dari berpuasa diantaranya, mengistirahatkan lambung, membakar lemak jahat di dalam tubuh, dan secara emosional bisa menjaga kita untuk selalu bersabar. Selain itu, dapat mengurangi tingkat stres seseorang,” ungkap dokter alumnus Universitas Airlangga (Unair) tersebut, sekaligus direktur RSIA Cempaka Putih Permata.

Aspek kesehatan sejatinya tidak bisa dilepaskan dari ilmu gizi. Dimana, materi tersebut disampaikan oleh pembicara kedua yaitu Siti Rahayu Nadhiroh, M.Kes. “Sehat itu ketika seseorang berada dalam keadaan prima baik mental, fisik maupun sosialnya,” sambutan awal dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair tersebut.

Sehat mental erat kaitannya dengan kondisi spiritual seseorang. Jika ia Muslim yang sedang dilanda masalah, tentunya ada Allah tempat menyerahkan segala problematika tersebut.  Sehat fisik tak menutup kemungkinan adalah seringnya kita melakukan aktivitas untuk membakar kalori dalam tubuh seperti berjalan kaki, naik turun tangga. Sehat fisik yang lain yakni dengan melakukan olahraga. Adapun sehat secara sosial, dalam Islam kita diajarkan untuk shalat berjama’ah (terutama laki-laki). Selama perjalan menuju masjid dengan berjalan kaki, kita bisa berinteraksi dengan orang-orang yang melintas ke tujuan yang sama. Dengan shalat berjamaah pula, kita bisa menjaga tali silaturahim. Tiga poin ini dapat kita jadikan indikator menuju pribadi muslim yang sehat.

Dengan tema kegiatan yang mengusung tentang kehidupan Muslimah, maka wanita yang menyelesaikan studi magisternya di Food and Nutrition Security, Wegeningen University Netherland tersebut memberikan beberapa tips menjaga kesehatan dari aspek gizi. Diantaranya, wanita harus bisa menjaga berat badan agar stabil, menghindari makanan-makanan yang banyak mengandung lemak berlebih. Meminum air putih sekitar 8 gelas dalam sehari. Serta menyeimbangkan vitamin yang baik untuk kesehatan dan kebersihan kulit.

Misalnya sayuran hijau seperti selada, bayam dan brokoli yang memiliki kandungan sulforaphane. Kandungan tersebut bermanfaat untuk mencegah dan memerangi sel kanker. Buah dan sayur yang kaya serat seperti buncis, jeruk dan pir juga bisa meningkatkan sistem metabolisme serta mengurangi produksi estrogen pemicu kanker. “Tips tersebut harapannya dapat memotivasi muslimah agar tetap produktif dan seimbang antara urusan karir (bagi yang bekerja) dan perannya sebagai ibu rumah tangga,” jelasnya sebagai penutup. (Ce2)

Oleh: Eka Afiyanti Rohmah || Ketua Badan Khusus Kemuslimahan JMMI ITS 1516 || Mahasiswa Jurusan Biologi ITS 2012