Oleh: Eka Afiyanti Rohmah

Pagi itu menyambut kami dengan mesranya. Sinar mentari nampak cerah tak seperti biasanya. Ya, 14 Februari 2016 kemarin yang bertepatan pada hari Ahad, kami mengadakan aksi diberbagai kota di Indonesia. Kami yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) di wilayah Surabaya, Jakarta dan beberapa kota besar lainnya turut menyemarakkan Gerakan Menutup Aurat (Gemar) 2016 dengan aksi turun ke jalan.

long march

Di Surabaya, Gemar 2016 tepat terlaksana di Taman Bungkul Kota Surabaya. Dimana, tempat tersebut menjadi favorit bagi keluarga untuk mengisi akhir pekan dengan aktivitas CFD (Car Free Day). Ditengah kerumunan masyarakat Surabaya yang telah memadati Taman Bungkul ini, tepat pada pukul 06.30 WIB, acara dibuka dengan aksi long march.

Puluhan perwakilan mahasiswa yang berasal dari berbagai LDK dari berbagai Universitas di Surabaya dan sekitarnya nampak antusias meramaikan aksi long march tersebut. Diantaranya dengan beretorika seputar pentingnya jilbab untuk menutup aurat, dan yel-yel tentang menutup aurat. Tak hanya itu, kaum hawa membuat Gemar 2016 ini makin menarik dengan pos klinik jilbab, penampilan nasyid, games, sharing santai seputar keutamaan berhijab dan aksi tebar jilbab.

Partisipasi ikhwan

Tentunya, acara tersebut dianggap berhasil manakala dapat diterima oleh masyarakat. Dan ternyata, Gemar 2016 ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Terutama kaum ibu dan anak muda wanita yang notabene memang belum berjilbab, ada pula yang berjilbab namun belum sesuai anjuran. Ketertarikan mereka terlihat pada keinginan yang cukup tinggi akan pengetahuan tentang tata cara berjilbab dengan benar dan syar’i sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Tak cukup hanya pengetahuan “Mengapa harus berjilbab bagi muslimah” yang membuat mereka tertarik. Mereka pun bergegas memadati klinik hijab untuk langsung mempraktekkan cara berjilbab syar’i. Uniknya, ada salah satu sukarelawan dari peserta yang bersedia untuk menjadi model di pos klinik jilbab syar’i. Ketika selesai memakai jilbab syar’i tersebut, tiba-tiba dari kedua belah matanya meneteskan air mata. Ia berucap, “Saya ingin sekali menjadi seperti kakak-kakak yang bisa memakai kerudung panjang dan lebar, serta dengan penuh percaya diri bisa berjalan kesana-kemari di dunia kampus bahkan masyarakat.”

Barangkali banyak yang mengira bahwa gerakan menutup aurat hanya untuk perempuan, hal itu tidak dapat dibenarkan. Karena antusiasme Gemar 2016 juga diramaikan oleh kaum laki-laki yang turut serta tergabung dalam aksi. Mereka menyuarakan kepeduliannya agar para muslimah mengikuti anjuran untuk berjilbab syar’i. Karena berjilbab syar’i merupakan perintah yang wajib bagi muslimah. Sekaligus menjaga muslimah dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Perintah berjilbab dapat kita lihat di QS. An-Nuur ayat 31 yakni, “Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.

Serta pada QS. Al-Ahzab ayat 59 bahwa, “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.”

Gemar 2016 yang mengusung tema “Menutup Aurat Tanda TaaT” seolah ingin membius muslimah yang belum menggunakan jilbab agar semakin bersemangat untuk segera berjilbab dengan syar’i. Karena sejatinya, muslimah yang berjilbab syar’i merupakan bukti tanda ketaatan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagai salah bukti bahwa kita telah memenuhi kewajiban kita sebagai perempuan. (Ce2)