Alhamdulillah, LDK JMMI ITS sudah menginjakkan kaki di tangga ke-26, tahun lama perjalanannya dalam dunia Dakwah Kampus. Selama itulah perkembangan demi perkembangan, siklus demi siklus perubahan strategi digulirkan. Naik turunnya performa kepengurusan tak bias terelakkan. Namun, tak mengurangi semangat setiap generasi tuk meraih mimpi, tujuan dakwah kampus yang tetap diperjuangkan hingga kini.

Dakwah kampus memang bukan pekerjaan mudah dan cepat dalam pencapaian mimpinya. Ia memiliki karakteristik yang mirip dengan hakikat dakwah pada umumnya. Jalan yang panjang, sukar, sedikit orang dan tantangan lain yang ada didalamnya. Hingga perjalanan mencapai tujuannyapun tak semudah membalikkan telapak tangan.

Dakwah kampus bukanlah sekadar aktivitas penyelenggara kegiatan dan pembuat laporan kegiatan. Dakwah kampus adalah setiap aktivitas kebaikan yang mendorong dan mengajak setiap insan kampus dalam kebaikan Islam. Dakwah kampus juga bukan sekadar simbol yang ada pada Lembaga Dakwah Kampus, UKMKI, SKI atau UKKI. Namun Dakwah Kampus mencakup setiap elemen dan aktivitas yang berada di dalam kampus yang berani dan mau untuk menggerakkan setiap bagian porosnya dalam kebaikan Islam. Apakah UKM termasuk bagian dari Dakwah Kampus? Bagaimana dengan BEM, HIMA, DPM, dan MM?

Ya, bagi saya itu semua merupakan bagian dari dakwah kampus yang jika bersinergi saling mengisi akan mempermudah tercapainya visi-misi dakwah kampus. Layaknya perkataan ulama, bahwa setiap kita adalah da’i (pendakwah). Jadi, dimanapun dan siapapun kita, kita (seharusnya) dapat berdakwah.

Dakwah kampus memang masih belum nampak akan berhenti karena garis finish-nya masih cukup jauh dari pandangan. Ya! Karena hari ini masih belum kita dapati lingkungan kampus yang bisa dikatakan Islami. Ketika majelis ilmu masih sepi penunggu. Shaf shalat berjamaah masih lengang dengan kekosongan. Ketika umpatan-umpatan kotor dan perilaku diluar koteks Islam masih berkeliaran. Ketika aktivitas contek-mencontek saat ujian masih dianggap sebagai hal yang wajar. Maka dakwah kampus belum selesai pada tugasnya, yakni menjadikan lingkungan kampus yang Islami. Itulah salah satu tujuan keberadaan dakwah kampus.

Dakwah kampus juga tidak bisa lepas tangan dengan kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar. Ketika membangun peradaban kita harus membangun individu terlebih dahulu, lalu keluarga yang akan membetuk masyarakat, dan masyarakat ini yang akan menentukan kondisi negara. Dan ketika negara-negara itu telah baik, peradaban yang baik pun akan terwujud.

Sulit memang ketika dakwah kampus harus menyentuh lapisan keluarga, negara, bahkan peradaban atau tahap secara keseluruhan. Yang masih mungkin dilakukan dan diusahakan adalah kemampuan dakwah kampus menyentuh setiap individu dalam kampus yang akan menjadi pemimpin masa depan, dan juga masyarakat yang seringkali bersinggungan dalam kehidupan sehari-hari dengan para aktivis dakwah kampus.

Maka wajar, ketika dakwah kampus menyandarkan salah satu tujuannya pada perbaikan masyarakat serta mahasiswa sebagai supplier perbaikan masyarakat itu sendiri. Dan hingga saat ini, strategi perbaikan individu dan masyarakat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) penting bagi dakwah kampus yang belum terselesaikan.

Dakwah kampus masih juga belum selesai pada tugas lainnya. Bahwa perbaikan keluarga, masyarakat, dan negara tidak serta merta dapat tercapai dengan orang-orang dalam dakwah kampus atau di lingkup kampus saja. Peran alumni perguruan tinggi yang berada di beragam sector di dunia professional dan paska kampus menjadi bagian yang patut dipersiapkan. Oleh karenanya, disini dakwah kampus memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan generasi terbaik yang akan mengisi pos-pos strategis paska kampus, orang-orang yang memiliki respect dan kepedulian terhaap Islam.

Oleh karena itu, belum waktunya untuk berhenti dari aktivitas dakwah kampus ini. Baik JMMI maupun lembaga lain ternyata masih memiliki tugas berat dalam mewujudkan visi-misi ini. Bagi yang berada di dalam sistem, perkuat diri dan ikatan antar lini, karena pekerjaan ini sulit jika dilakukan sendiri. Bagi yang masih merasa belum banyak berkontribusi, sudah saatnya mengembalikan semangat juang nan-tinggi. Saat ini, tingkatkan kualitas diri, senantiasa perbaiki dan perbaharui niat dalam diri untuk menegakkan kalimat Laa Ilaaha Illallah. Wallahu A’lam bishshowab.

Penulis: Amron Basuki || Mahasiswa Teknik Fisika 2012 || Ketua Umum JMMI ITS 1516

Editor: Arning Susilawati