“Siapa yang di ruangan ini pernah mendengar atau mengetahui tentang bonus demografi Indonesia?” tanya Dr. Darmaji, S.Si, MT kepada semua peserta forum Evaluasi Tengah Tahun (ETT), Sabtu, 09 Januari 2016.
Undangan untuk hadir di ETT JMMI ITS 1516
Undangan untuk hadir di ETT JMMI ITS 1516

ETT adalah program dakwah dari Sekretaris Jendral (sekjen) JMMI ITS 1516. ETT kali ini dilaksanakan di Teater A ITS (9/1) dan SCC ITS (10/1) dengan peserta forum dari staff, medium leader (midle), Pengurus Harian (PH) dan Dewan Pertimbangan Pengurus (DPP) JMMI ITS 1516 serta perwakilan dari Lembaga Dakwah Jurusan (LDJ) yang ada di ITS. Susunan acaranya pun dimulai dengan pembukaan, tilawah, sambutan-sambutan, pembacaan tata tertib forum, presentasi dari setiap lini (badan semi otonom (BSO), departemen, badan khusus, serta kelembagaan), taujih dan doa, serta penutup. “ETT diadakan bertujuan sebagai wadah bagi pengurus JMMI ITS untuk bersama-sama mengevaluasi program-program yang telah dijalankan selama 7 bulan kebelakang untuk memperbaiki kinerja dakwah ke depannya,” ungkap Fajar Wahyu Saputra, mahasiswa Transportasi Laut 2014 selaku ketua pelaksana kegiatan.

Pembukaan dibuka oleh Iqbal Muharram, mahasiswa Teknik Material dan Metalurgi 2014. Lalu, dilanjut dengan tilawah oleh Moh. Mualiful Ilmi, mahasiswa Kimia 2014. ETT yang mengusung slogan “Setiap pemimpin akan dimintai pertangggungjawaban atas apa yang dipimpinnya” ini dimoderatori oleh Syahdan Amir, mahasiswa Teknik Kimia 2014 pada hari pertama dan Haryo Tulodo, mahasiswa Kimia 2014 pada hari kedua.

Moderator saat menyampaikan tata tertib forum ETT
Moderator saat menyampaikan tata tertib forum ETT

Hari pertama ETT dimulai dengan sambutan dari Ketua Umum (Ketum) JMMI ITS 1516 yakni Amron Basuki, dan Dr. Darmaji, S.Si, MT. “Hisablah diri, evaluasi diri dan aktivitas kita sebelum nanti kita benar-benar dievaluasi dan dimintai pertanggungjawaban,” ungkap Ketum, mahasiswa Teknik Fisika 2014 terkait acara ETT tersebut. Usai Ketum menyampaikan sambutan yang berisi sebuah harapan dari acara ETT kali ini. Acara pun dilanjut dengan sambutan dari Ketua Tim Pembina Kerohanian Islam (TPKI) ITS, Dr. Darmaji, S.Si, MT.

Dosen matematika tersebut menyampaikan betapa pentingnya pemuda dalam membangun sebuah negeri, yakni negara Indonesia. “Beruntung kalian yang masih tergolong muda  dan berkesempatan untuk menjadi bagian dari dakwah kampus. Namun, ada yang perlu diperhatikan dari jiwa muda kalian, terlebih nantinya sebagai alumni ITS,” sambut dosen yang berasal dari Lamongan tersebut. Lalu, hal apakah yang menjadi perhatian dari Dr. Darmaji, S.Si, MT terkait mahasiswa yang nantinya akan memasuki dunia pasca kampus? Perhatian itu adalah, pertama berkaitan dengan menjaga fisik dan kedua, team work.

Sambutan Dr. Darmaji, S.Si, M.T di hari pertama ETT
Sambutan Dr. Darmaji, S.Si, M.T di hari pertama ETT

“Mengapa fisik menjadi penting bagi pemuda saat ini? Karena sering kali pengguna alumni ITS mengeluhkan bahwa alumni ITS rapuh fisiknya, alias tidak tahan banting badannya,” tambah beliau.

Menyadari hal itu, Pak Dar, sapaan dari pengurus JMMI, menyarankan untuk rutin berolahraga, menjaga jenis makanan yang masuk ke tubuh agar terjaga dari penyakit menggangu dan merusak kesehatan tubuh. “Kalau kalian (JMMI-red) bisa memanfaatkan Jum’at Krida di tempat parkir mobil sebelah utara Masjid Manarul Ilmi untuk tempat senam, bisa jadi, nanti kalian adalah pelopor aktivis dakwah yang sehat raganya,” tambahnya.

Lebih dari sekedar fisik yang rapuh. Ada hal yang lebih penting dari para pemuda Indonesia saat ini. Berkaitan dengan bonus demografi yang akan terjadi di beberapa tahun ke depan. Serta berkaitan pula dengan Indonesia Emas 2020 (menurut ESQ dari Ary Ginanjar). Lantas, apa yang dimaksud dari bonus demografi yang tidak akan lama lagi akan menggaungkan Indonesia?

“Bonus demografi adalah kondisi tingkat kepadatan penduduk yang dapat dijadikan kekuatan dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk. Misalnya, jumlah usia produktif penduduk yang besar, menjadi modal SDM (Sumber Daya Manusia) untuk memajukan kesejahteraan di bidang pendidikan, pemerintahan, industri dan pertahanan,” pendapat dari Scohibul Ma’arif, staf departemen Keilmuan.

Adapula pendapat dari PH putri dari departemen Islamic Press, bahwa “Bonus demografi Indonesia berkaitan dengan jumlah penduduk Indonesia. Dimana saat ini, jumlah penduduk usia di bawah 15 tahun (anak-anak) lebih banyak daripada usia produktif dan manula (manusia usia lanjut). Pun ada yang mengatakan bahwa Indonesia Emas akan terjadi pada 2045, artinya 30 tahun lagi, jumlah penduduk yang di bawah 15 tahun tersebutlah yang akan memimpin Indonesia.”

Pak Dar pun membenarkan bahwa bonus demografi berkaitan dengan jumlah penduduk usia produktif yang nantinya akan membangun peradaban Indonesia. Dengan SDM yang dipersiapkan dengan baik, tentu itulah yang menjadi modal untuk memperbaiki Indonesia diusia 100 tahunnya nanti. Beliau menegaskan, “Lihat saja Jepang dan Amerika, Jepang saat ini ibarat sebuah pohon, yang mana, kelompok usia manula berada di atas layaknya dedaunan yang ditopang oleh akar yang kurang kuat. Akar tersebut adalah jumlah anak-anak yang diproyeksikan 10-20 ke depan menjadi tulang punggung bagi kelompok manula. Amerika juga begitu kondisinya.”

“Jumlah penduduk yang besar ini, akan menjadi bencana mana kala SDM yang dimiliki tidak dipersiapkan dengan baik, dari pendidikannya misalkan. Dan akan sangat memungkinkan jika HUR RI ke-100 nanti, bukan bonus demografi yang terjadi, namun bencana demografi. Karena, dikatakan bonus ketika SDM yang ada di dalamnya termanfaatkan dengan sangat baik. JMMI ITS pun turut andil dalam 20-30 tahun ke depan. Karena kalianlah pemimpin Indonesia di masa tersebut,” tutup sambutan Pak Dar dalam memotivasi para pengurus JMMI ITS agar menjaga kondisi fisik tetap prima sebagai bekal memimpin Indonesia nanti.

Dengan berakhirnya sambutan dari Pak Dar, ETT pun masuk pada tata tertib forum yang disampaikan oleh moderator. Selanjutnya, aktivitas ETT adalah pemaparan apa saja yang sudah dilakukan lini-lini JMMI ITS sejak 31 Agustus 2015 (pasca musyawarah kerja) hingga satu hari sebelum ETT.

Hari Pertama ETT

Suasana ETT pada hari pertama, 9 Januari 2016
Suasana ETT pada hari pertama, 9 Januari 2016

Pemaparan pertama oleh departemen Keilmuan, sang motivator di bidang “Mujadid Ilmu”.

Keilmuan
Presentasi Departemen Keilmuan

Pemaparan kedua dari BSO Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Jurusan (FSLDJ), dengan jargon penyemangat “LDJ ITS Beraksi” untuk menghimpun sinergisnya LDJ se-ITS.

Presentasi BSO FSLDJ
Presentasi BSO FSLDJ

Pemaparan ketiga dari Badan Khusus Kemuslimahan, yang khusus hanya ada perempuan-perempuan “Muslimah Peradaban”.

Presentasi BKK
Presentasi BKK

Pemaparan keempat oleh departemen Jaringan, dengan “Salam Jabat Erat Selalu” membaurkan semua kalangan menjadi sebuah sistem yang memiliki pengaruh.

Presentasi Departemen Jaringan
Presentasi Departemen Jaringan

Pemaparan kelima oleh departemen Kaderisasi, sebuah prinsip “From Zero to Hero” untuk membangun SDM yang mumpuni.

Presentasi Departemen Kaderisasi
Presentasi Departemen Kaderisasi

Pemaparan keenam oleh BSO Badan Pelayanan Ummat (BPU), kalau tidak “Mengabdi dengan Hati”, bagaimana umat kan merasakan perubahan?

Presentasi BSO BPU
Presentasi BSO BPU

Pemaparan ketujuh dari departemen Islamic Press, bermula dari kegelisahan ada sang “Inisiator Perubahan” yang bersiap melakukan peradaban berarti.

Departemen Islamic Press
Departemen Islamic Press

Pemaparan kedelapan oleh Badan Khusus Muslimpreneur, karena dengan hartanya, Abdurrahman bin Auf berdakwah menyantuni rakyatnya, maka “Be a Rich Muslim” tuk berdakwah dengan harta.

Presentasi BK Muslimpreneur
Presentasi BK Muslimpreneur

Pemaparan kesembilan dari Bendahara Umum, sumber rezeki datangnya dari Allah, karena “Allah Maha Kaya” untuk memberikan nikmatnya kepada umatnya.

Presentasi Bendahara Umum
Presentasi Bendahara Umum

Hari Kedua ETT

Suasana ETT pada hari kedua, 10 Januari 2016
Suasana ETT pada hari kedua, 10 Januari 2016

Pemaparan pertama dari BSO Badan Pelaksana Mentoring, “Enjoy Mentoring” adalah usaha membangun karakter mahasiswa yang lebih baik.

Presentasi BSO BPM
Presentasi BSO BPM

Pemaparan kedua oleh departemen Syiar, bahwa dengan “Dekat Bermanfaat” akan membantu mencerdaskan akidah.

Presentasi Departemen Syiar
Presentasi Departemen Syiar

Pemaparan ketiga oleh Sekretaris Jendral, karena “Berbicara Tak Harus Bersuara” adalah tanda berkas tersimpan dengan aman.

Presentasi Sekretaris Jendral
Presentasi Sekretaris Jendral

Pemaparan keempat dari BSO Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), menyuarakan “Sinergi Akselerasi dan Kontribusi Menuju Surabaya Madani” sebagai ujung tombak pergerakan dakwah.

Presentasi BSO FSLDK
Presentasi BSO FSLDK

Pemaparam kelima dari Ramadhan di Kampus (RDK) 1436 H, pertanggungjawaban tak melulu perihal kuantitas namun “Ramadhan Menginspirasi” menjadi tak terlupakan di relung hati.

Presentasi RDK 36
Presentasi RDK 36

Pemaparan keenam dari Ramadhan di Kampus (RDK) 1437 H, karena bulan penuh berkah itu awal dari perbaikan menuju “Gemilang Berkah Hijrah”.

Presentasi Ketua Umum
Presentasi Ketua Umum

Pemaparan ketujuh dari Gebyar Manarul Ilmi (GMAIL) 2016, persatuan kegiatan lembaga dakwah membentuk “Sahabat Sinergi Menginspirasi” sampai nanti.

Presentasi GMAIL 37
Presentasi GMAIL 37

Pemaparan kedelapan oleh Ketua Umum JMMI ITS 1516, perubahan butuh “Keep Moving Forward” sebagai batu loncatan sebuah peradaban.

Presentasi Ketua Umum
Presentasi Ketua Umum

Awarding Staf dan Midle yang diberikan langsung oleh Ketum JMMI ITS 1516.

Awarding Staf dan Middle
Awarding Staf dan Midle

Dengan selesainya pemberian awarding maka acara selanjutnya adalah taujih dan penutupan oleh Ketua Umum JMMI ITS 1516. Pada kesempata tersebut, ia berpesan kepada peserta forum ETT agar menguatkan ukhuwah layaknya sapu lidi yang menjadi kuat karena diikat oleh banyak lidi-lidi. “Pun dengan peradaban di JMMI ITS, harus bisa menjadi kuat karena kuantitas kita yang besar,” ungkapnya memberi semangat peserta untuk menjalankan program dakwah sesuai dengan yang telah direncanakan.