Sabtu (12/12), tim ITS Cinta Subuh JMMI ITS kembali menghadirkan kajian bertajuk “Renungan Setelah Salam” di ruang utama Masjid Manarul Ilmi ITS. Acara yang mendatangkan seorang dosen STDI Imam Syafi’I bernama Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc. MA sekaligus mengundang rektor ITS, Prof. Ir. Joni Hermana, MSc.ES, Ph.D sebagai pemberi sambutan.

Rangkaian acara yang dimulai dengan shalat subuh berjamaah ini, mampu menarik peserta kajian sekitar 700-an laki-laki dan perempuan. Terlihat dari shaff shalat di ruang utama dan di sekitar serambi. Usai shalat subuh berjamaah, peserta diarahkan untuk mendengarkan materi oleh Ust. Syafiq yang berlangsung sekitar 100 menit beserta tanya jawabnya.

Prof. Joni memberi sambutan bahwa, “Dies natalies ITS yang ke-55, kami berharap, ITS dapat menyebar keutamaan. Melalui kajian pasca subuh ini, saya ingin terus menjalin silaturrahim dengan mahasiswa dan lingkup ITS.”

Selesai sambutan dari rektor yang ahli dibidang teknik lingkungan tersebut, tanpa jeda yang panjang, moderator yang dibawakan oleh Ferdion Firdaus mempersilahkan ust. Syafiq untuk menyampaikan materi.

Ust. yang baru menapaki kakinya di masjid ITS, mengungkapkan kekagumannya, “Masjid ini namanya Manarul Ilmi ya? Menaranya ilmu. Ilmu itu modal kita untuk menjalani hidup ini. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu tentang Allah. Yang dengan ilmu, manusia bisa membedakan halal dan haram, hingga surga yang menjadi tujuan bersama.”

Terkait ilmu, ada beberapa yang perlu diperhatikan. Jangan sampai ilmu agama yang dimiliki akan membuat pemiliknya menjadi sombong. Pun dengan ilmu selain agama yang diniatkan untuk mencari dunia, menjauhkan dari Allah dan menyakiti orang lain. “Karena yang dicari oleh seorang muslim adalah ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima,” tambahnya.

Pada kajian ini, Ust. Syafiq menekankan pada poin ketiga dari apa yang dicari oleh seorang muslim, yakni amalan yang diterima. Amalan ini termasuk shalat yang diakhir selalu ditutup dengan salam. Sesuai dengan tema, “Renungan setelah salam.” Salam itu pun terbagi menjadi dua, salah satunya adalah “Salam setelah shalat.”

“Shalat merupakan hal pertama yang akan dihisab. Jika shalat kita baik, maka baiklah seluruh hal yang berkaitan dengan kita. Namun jika shalat kita tidak baik, maka kita perlu memperbaikinya,” ungkap Ust. saat menuturkan tentang keutamaan shalat.

Mencontoh Rasulullah yang selepas salam diakhir shalat selalu meluangkan waktu untuk berdzikir. Dzikir setelah salam yang tak lain adalah istigfhar. “Rasulullah khawatir shalat beliau tidak akan diterima oleh Allah, maka beliau meminta ampun. Lalu, bagaimana dengan kita? Rasulullah yang dosanya diampuni masih terus meminta ampun. Bukankah kita manusia sombong yang selesai shalat tidak beristighfar?” tambah ust. Syafiq mengingatkan peserta untuk mengucapkan istigfar pasca shalat.

Diakhir kajian, Ust. Syafiq memberikan hadist tentang keutamaan shalat. Shalat yang menjadi pembeda atas orang-orang munafik, ialah shalat subuh.

“Seorang mukmin yang melakukan shalat subuh berjamaah hingga matahari terbit, maka baginya pahala seperti seorang yang mengerjakan haji dan umroh disatu waktu.”