Membaca Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah, akan diketahui dengan mudah dan jelas bahwa shalat subuh sangat mahal nilainya.

Shalat yang agung ini benar-benar memiliki daya tarik, karena kedudukannya dalam islam dan nilainya yang tinggi dalam syariat. Banyak sekali hadits yang mendorong untuk melaksanakan shalat subuh dan menyanjung mereka yang menjaganya.

Rasulullah ialah seorang pendidik yang menyadari serta memahami tabiat manusia. Beliau mengetahui bahwa waktu subuh adalah waktu yang sulit. Seorang muslim bila dibiarkan begitu saja, akan memilih mengistirahatkan dirinya dan meninggalkan shalat wajib.

“… Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Yusuf: 53).

Oleh karena itu, Rasulullah telah mengkhususkan shalat mulia ini dengan keistimewaan tunggal dan sifat-sifat tertentu yang tidak terulang pada shalat lainnya. Beberapa keistimewaan tersebut akan mendorong seorang mukmin yang jujur untuk istiqomah melaksanakan shalat subuh secara berjamaah dengan sekuat tenaga.

Seorang mukmin akan memberikan semangat tinggi untuk mengorbankan segala sesuatu yang dia miliki, agar tidak hilang darinya walau hanya satu kewajiban, bagaimanapun kodisinya atau apapun rintangannya.

“Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum Subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya,” (HR. Muslim).

Lalu, apa yang menghalangi kita shalat Subuh? Bukankah ia menjadi bagian yang begitu besar dibanding dunia?

Sumber: Dr. Raghib As-Sirjani, Misteri Shalat Subuh

Penulis: Desy Puspitasari || Mahasiswa Teknik Kimia ITS || Staff Departemen Islamic Press JMMI 1516

Editor: Hafshah Mahfuzhoh/Ce2