FORSIS (Forum Studi Islam Statistika) ITS mengadakan D&J Training pada hari Sabtu (28/11) lalu. D&J Training merupakan pelatihan desain dan jurnalistik bagi fungsionaris FORSIS.  Pada sesi Jurnalistik diisi oleh ketua departemen Islamic Press JMMI 1516, Muhammad Aulia Tri Munandar. Tema yang dibawakan adalah urgensi dakwah dengan pena.

Pada kesempatan tersebut, Aulia menyampaikan bahwa saat ini kebanyakan dari  umat Islam hanya tubuhnya saja yang Islam, namun pemikiran dikuasai oleh pemikiran luar terutama pemikiran Yahudi. Hal tersebut dikarenakan setiap hari umat Muslim membaca dan mendengarkan arus pemikiran yang digencarkan oleh media-media mainstream yang saat ini dikuasai oleh kaum Yahudi. Lewat media itu lah ghazwul fikr (perang pemikiran) dimulai.

Arus yang dibawakan oleh media mainstream saat ini mengakibatkan banyak penyematan yang buruk terhadap umat Islam sehingga pembaca menilai biang dari segala konflik atau permasalahan adalah umat Muslim. Sebagai contoh, kejadian Paris Attack yang terjadi 13 November 2015 lalu. Tersangka utama yang diduga pelaku pembantaian tersebut adalah umat Muslim. Padahal banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di balik kejadian tersebut. Sebagai balasannya pun pesawat tempur Perancis menyerang basecamp ISIS, namun kenyataannya pesawat tersebut mengenai warga sipil yang ada di Suriah. Lagi-lagi umat Islam menjadi korban dari skenario yang diaruskan oleh media.

Terakhir, Aulia menyampaikan ada tiga hal yang membuat media menarik minat pembaca, yaitu mengetahui segmentasi pembaca, memberikan tema atau layout yang menarik, dan analisis yang akurat dan tajam. Dalam hal segmentasi pembaca media Islam, Aulia membagi menjadi tiga segmen. Segmen pertama, orang Islam namun terkena Islamophobia. Segmen kedua, orang Islam yang mau menerima Islam namun tergantung dengan situasi dan kondisi. Segmen ketiga, orang Islam yang menerima ajaran Islam secara keseluruhan bahkan berjuang di jalan-Nya.

Dengan adanya pelatihan media khusunya di bidang jurnalistik, Aulia berharap media Islam dalam skala kecil yang ada di LDJ mampu memberikan pengaruh dan pengetahuan Islam bagi mahasiswa yang ada di jurusan tersebut. Bahkan media LDJ diharapkan juga dapat menangkal arus negatif yang ditujukan kepada umat Muslim yang saat ini digencarkan oleh media mainstream.

Reporter: Dinda Sarihati Sutejo || Editor: Arning Susilawati

SHARE
Previous articleKetua UKMKI JANUR UNAIR 2016
Next articleTabligh Akbar 1000 Tunanetra Mengaji
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!