Suasana tabligh akbar pembagian 1000 Al-Qur'an Braille
Suasana tabligh akbar pembagian 1000 Al-Qur’an Braille

TIdak dipungkiri lagi, Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS kembali menorehkan sejarah. Berkolaborasi dengan lembaga Nurul Hayat selaku penyelenggara utama yang menghadirkan tabligh akbar bersama Syeikh Ali Jaber. Acara tersebut bersamaan dengan memberikan waqaf 1000 Al-Qur’an Braille kepada penyandang tunanetra se-Jawa Timur.

Pada Minggu (6/12), Jamaah Manarul Ilmi ITS menghadirkan acara taligh akbar bersama Syeikh Ali Jaber dari Yayasan Ali Jaber dan waqaf 1000 Al-Qur’an kepada penyandang tunanetra. Acara tersebut diadakan untuk menaikkan antusias para penyandang tunanetra menjadi seorang hafidz/ hafidzah Indonesia serta menaikkan semangat untuk giat membaca dengan bacaan yang benar.

MVI_1404.MOV_000007920

“Saya ingin mereka membaca Al-Qur’an dengan lebih mantap. Karena selama ini bacaan mereka kurang baik. Karena ketika membaca sendiri belum tentu bacaanya benar. Oleh karena itu perlu dilatih ucapannya agar mendapatkan lafal yang baik. Al-Qur’an Braille dapat membantu mereka untuk mendapatkan bacaan yang baik,” saat Syeikh Ali Jaber memberikan alasan mengapa penyandang tunanetra sangat membutuhkan Al-Qur’an Braille.

Acara yang juga dihadiri oleh Prof. Ir. Joni Hermana MScES. PhD, selaku rektor ITS menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Nurul Hayat selaku penyelenggara utama atas kesempatannya kepada ITS menjadi tuan rumah untuk acara tersebut. Tidak hanya itu, profesor bidang teknik lingkungan tersebut juga mengajak khususnya kepada para mahasiswa untuk selalu menyalurkan kebaikan kepada masyarakat.

“Jika kita fokus kepada permasalahan yang ada di Indonesia. Banyak yang hal harus diselesaikan oleh kita dan harusnya menjadi kesadaran bagi bangsa ini. Karena saya yakin kita mampu menunjukan bahwa kita bangsa yang besar dari mahasiswanya. Tugas saya menggantarkan mahasiswa ITS untuk lebih sadar,” ujar Prof. Joni saat menyampaikan harapan dari adanya acara tersebut.

Al-Qur'an Braille yang dipegang oleh para tunanetra
Al-Qur’an Braille yang dipegang oleh para tunanetra

Sambutan hangat pun datang dari Dr. Mohammad Malik, selaku ketua Yayasan Nurul Hayat yang memberitahukan kelebihan dari Al-Qur’an Braille. Al-Qur’an Braille merupakan Al-Qur’an digital dimana memiliki fungsi lebih pada sisi audio yang nantinya para pengguna dapat memilih dengan huruf Braille yang telah disediakan. Sehingga pengguna dapat mendengar sekaligus menghafalkan.

“Jadi, di dalam Al-Qur’an Braille tidak hanya membaca, tetapi mereka bisa mendegarkan lalu dihafalkan,” ungkap Dr. Mohammad Malik.

Diharapkan, kedepannya dari acara tersebut akan muncul semangat untuk terus membaca Al-Qur’an, menghafalkannya serta menerapkan pada masyarakat sekitar. Sehingga akan muncul para penghafal Al-Qur’an di negara Indonesia ini dari kalangan penyandang tunanetra.

Reporter: Deo Siregar || Editor: Arning Susilawati

 

NO COMMENTS