BK FSLDK Peduli JMMI ITS dan JS UGM
BK FSLDK Peduli JMMI ITS dan JS UGM

Minggu sore (29/11/2015), Jamaah Shalahuddin UGM (JS UGM) mengunjungi Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS. Adalah Diskusi sekaligus Jaras (Jaring Aspirasi) terkait BK (Badan Khusus) FSLDK Peduli Nasional yang menghantarkan JS UGM menuju Masjid Manarul Ilmi ITS. Berdasarkan amanah Puskomnas (Pusat Komunikasi Nasional) FSLDK Indonesia, JMMI ITS telah diamanahi sebagai Badan Khusus FSLDK Peduli periode 2015-2017.

BK FSLDK Peduli merupakan komisi baru hasil sidang pada Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN) 17 di Pontianak. Di mana tugas dari BK Peduli sendiri diantaranya adalah mengabarkan tragedi kemanusiaan dan bencana alam skala daerah maupun skala nasional, melakukan pewacanaan dan seruan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap musibah atau bencana yang terjadi. Memberikan masukan arahan tindakan/penyikapan yang harus dilakukan FSLDK Indonesia terkait tragedi kemanusiaan dan bencana alam yang terjadi kepada komisi A Puskomnas.

Setelah menerima amanahnya selama beberapa bulan ini, BK Peduli dirasa belum memperlihatkan eksistensinya di muka publik. Hal ini karena memang kerja dari BK Peduli sendiri ada dibalik layar. BK Peduli lebih banyak merancang atau memberi arahan kepada komisi A Puskomnas.

Suasana diskusi BK Peduli dikubu Ikhwan
Suasana diskusi BK Peduli dikubu Ikhwan

Dalam pemaparan mengenai BK Peduli yang disampaikan Teguh Tri Effendi selaku direktur BK FSLDK Peduli ini, perwakilan dari JS UGM banyak memberi aspirasi-aspirasi terkait langkah-langkah penanganan isu kemanusiaan maupun isu tanggap bencana.

“Beberapa isu seperti Palestina, Rohingya, atau isu kebencanaan, seringkali hanya bergerak sampai tataran mencari ‘uang’. Sedangkan jika mencari uang, itu berarti belum tentu menghentikan permasalahan,” ucap Nika selaku perwakilan dari JS UGM.

Nika juga menyebutkan bahwa, “Terkadang untuk menangani berbagai isu di tiap-tiap LDK tidak harus geraknya sama, tergantung kemampuan LDK masing-masing. Begitulah fungsi FSLDK untuk memetakan proporsi LDK, LDK mana yang bisa mengampu fungsi lebih besar, dan mana yang kurang bisa. Dan itu perlu pengetahuan yang luas tentang ke LDK-an.”

Suasana diskusi BK Peduli dikubu Akhawat
Suasana diskusi BK Peduli dikubu Akhawat

Selain itu, mahasiswi angkatan 2012 ini memberikan saran kepada BK FSLDK Peduli terkait pemetaan kebencanaan, “Coba lebih banyak bertanya kepada tokoh-tokoh yang sering menjadi rujukan nasional dan membuat database BK Peduli sendiri terkait lembaga dan tokoh terkait. Dalam hal ini, BK FSLDK tidak perlu mencari data tapi bisa mencari dari tokoh yang tahu data-data tersebut sehingga kita dapat bergerak sesuai data.”

Diakhir penyampaian aspirasinya, mahasisiwi jurusan Pendidikan Dokter Gigi ini mengumumkan mengenai deklarasi yang baru-baru ini dihelat oleh SALAM UI yaitu HIS (International Symposium on Humanity) 2015 bertemakan “Southeast Asian Community for Rohingya.”

Isi dari deklarasi tersebut antara lain adalah menetapkan tanggal 22 November sebagai hari Rohingya, menginisiasi terbentuknya jaringan pemuda ASEAN (Asean Youth Network), bersepakat mengadakan edukasi terkait isu Rohingya di negara asal masing–masing, melakukan kampanye solidaritas Rohingya, mendukung dan mendorong UNHCR untuk memberikan status pengungsi Rohingya dengan segera dan mudah, dan memberikan pendidikan gratis bagi pengungsi yang berada di negara transit.

Dari simposium tersebut, Nika menyayangkan bahwa FSLDK Indonesia belum bisa turut serta dalam deklarasi ISH ini. Bahwa, “Setidaknya BK FSLDK Peduli bisa juga mengambil langkah-langkah strategis seperti yang dilakukan oleh Nuansa Islam Mahasiswa Universitas Indonesia (SALAM UI).”

Dipenghujung kunjungan, FSLDK JMMI ITS yang digawangi oleh Hafid Lutfan menyampaikan terima kasihnya kepada JS UGM yang telah jauh-jauh mendatangi JMMI ITS untuk menyampaikan aspirasinya kepada BK FSLDK Peduli. Begitu pula ucapan terima kasih yang disampaikan oleh ketua umum JS UGM, Wisnu.

Acarapun ditutup dengan taujih oleh ketua umum JMMI Amron Basuki sekaligus pemberian souvenir kepada JS UGM.

Penyerahan tanda terima kasih dari JMMI ITS kepada JS UGM
Penyerahan tanda terima kasih dari JMMI ITS kepada JS UGM

Reporter: Arija Tsulatsi || Editor: Arning Susilawati