Dalam mewujudkan peranan strategisnya yang sangat berat namun mulia, diperlukan seperangkat bekal yang secara inheren melekat dan tumbuh di dalam setiap diri pemuda. Bekal strategis ini nantinya perlu disiapkan dan dikuatkan guna mengantisipasi segala hambatan, tantangan, ancaman, bahkan gangguan yang akan melemahkan kontribusi positif pemuda di dalam upaya keterlibatannya membangun kembali kejayaan Islam.

Berikut beberapa bekal yang harus dimiliki oleh pemuda saat ini:

1. Menguasai IPTEK

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pada zaman sekarang ini IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) memiliki peran dan kekuatan yang besar bagi suatu bangsa, karena setiap bangsa yang mampu menguasai IPTEK, pastilah bangsa tersebut memiliki peluang dan kesempatan besar untuk menguasai dunia.

Logika ini semakin kuat memberi alasan mengapa kita para pemuda muslim perlu juga berupaya optimal untuk senantiasa belajar dan menekuni bidang IPTEK. Karena pada hakikatnya, saat ini kita berada, hidup, tumbuh dan berkembang di dunia yang global dan dinamis. Sehingga penguasaan IPTEK ini sangat memungkinkan kita untuk memiliki imunitas dan daya juang yang kokoh agar tidak dilindas zaman bahkan dijajah oleh musuh-musuh Islam yang ada di muka bumi ini.

2. Memiliki Kekuatan Amal Jama’i

Meskipun pada dasarnya seorang pemuda itu memiliki kekuatan yang sangat potensial secara individu, namun kekuatan individual itu tidak dapat dipisahkan dengan kekuatan secara berjama’ah. Justru kekuatan individu itu harus memperkuat kekuatan berjama’ah. Sebab, kekuatan individu yang terlepas dari jama’ah tidak akan menghantarkan pada keberhasilan kejayaan Islam yang memang membutuhkan aktivitas berjama’ah.

Jadi dengan bergerak secara berjama’ah (ber’amal jama’i) kita akan semakin kuat untuk merebut kembali kejayaan umat Islam. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat As-Shaf ayat 4 bahwa, “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

3. Memiliki “Sense of Belonging” yang Kuat

Satu hal yang relevan dan signifikan yang perlu dimiliki oleh setiap pemuda adalah modal berupa kekuatan sense of belonging. Modal sense of belonging ini paling tidak akan mendorong kita untuk saling mengenal, berinteraksi dan membangun komunikasi yang baik dengan banyak umat muslim dari berbagai latar belakang gender, suku, bangsa, budaya, bahasa, pendidikan dan pengalaman yang tidak sama.

Dengan modal sense of belonging kita mengharapkan munculnya kekuatan baru, soliditas dan solidaritas untuk menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan guna mencapai visi, misi dan tujuan bersama yang dicita-citakan. Dalam bahasa Agama, kekuatan sense of belonging ini diistilahkan dengan Ukhuwah Islamiyyah atau persaudaraan.

Sebagaimana Allah SWT telah berfirman di dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, “Sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah SWT adalah orang-orang yang bertaqwa. 

4. Berkarakter Kuat

Kekuatan karakter pemuda muslim sejatinya berupa kumpulan profil khas dan istimewa yang membedakannya dengan kepribadian orang-orang pada umumnya, yang akan mengarahkan dan menggerakkan sikap dan perilaku positif di dalam kehidupan setiap pemuda. Pada tataran aplikatif, kekuatan karakter yang dimaksud adalah Akhlaqul Karimah yang lahir karena Iman dan Taqwa  kepada Allah SWT.

Akhlak dalam sebuah karakter bersifat dinamis, asal kita mempunyai komitmen pembelajar sejati. Nilai terpuji atau nilai positif tersebar dalam banyak ruang kehidupan. Bagi kita umat Islam, kita punya sumber kebaikan abadi yaitu Al-Qur’an dan sunnah nabi. Tinggal kemauan kita untuk belajar dan memahami, lalu meyakini dan menginternalisasikan dalam hati.

Penutup

Memperjuangkan Islam pada saat ini harus disesuaikan dengan kompetensi dan bidang masing-masing. Sebagaimana Zaid bin Tsabit yang berjuang dengan ilmunya, Khalid bin Walid dengan kemampuan strategi perangnya, Utsman bin Affan dengan hartanya, dan lain sebagainya.

Maka, bagi kita yang memiliki harta, gunakanlah harta itu untuk memperjuangkan Islam. Bagi kita yang memiliki kemampuan menulis gunakanlah ia untuk memperjuangkan Islam. Bagi kita yang memiliki kompetensi di bidang teknik, kedokteran, ekonomi, dan lain-lain, gunakanlah itu semua sebagai sarana memperjuangkan Islam.

Di samping itu tentunya, para pemuda juga harus mempersiapkan bekal mendasar yang mutlak diperlukan agar mampu memberi kontribusi optimal untuk kembalinya kejayaan umat Islam di masa mendatang. Wallahu a’lam bis shawab.

Artikel terkaitRefleksi, Teruntuk Kita Para Pemuda Islam (Part 1) || Refleksi, Teruntuk Kita Para Pemuda Islam (Part 3)

Penulis:

Roni Kurniawan || Mahasiswa Teknik Geomatika ITS 2012 || Kepala Departemen Jaringan JMMI ITS 1516

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Arning Susilawati