Ilmu adalah hal terpokok dalam kehidupan manusia, karena hal itulah yang membedakan antara manusia dan hewan. Bukan menjadi hal kebetulan bahwa yang menjadi awal lahirnya peradaban Islam hampir lima belas abad silam ini diawali dari perintah untuk menunut ilmu.

Perintah untuk membaca atas nama Tuhammu yang menciptakan. Perintah yang lahir sebagai jawaban atas perenungan mendalam dari Rasulullah SAW terhadap kerusakan yang terjadi disekitar beliau, kerusakan yang bukan hanya terjadi di Mekkah namun kerusakan yang terjadi pula hampir diseluruh lapisan bumi, baik itu di Romawi maupun di Persia.

Rusaknya Pondasi Ilmu Tanda Bangunan Akan Roboh

Lima ayat pertama surat Al-Alaq inilah yang menjadi barometer kebangkitan umat. Baromater majunya suatu peradaban yang telah terbukti menjadikan bangsa yang dahulunya sangat jahiliyah menjadi generasi yang cinta Tuhannya. Mengubah generasi yang tadinya bodoh dan malas, menjadi generasi yang rajin membaca dan menulis.

Bahkan hal ini bukan hanya terjadi pada saat Nabi Muhammad SAW hidup saja. Pasca Rasulullah SAW wafat pun, para sabahat mulia terus melanjutkan pesan lima ayat surat Al-Alaq tersebut ke seluruh bumi hingga kita dapati Islam dapat memberikan cahaya kedamaian kepada 2/3 bumi.

Kita lihat betapa dasyatnya pondasi yang Allah berikan kepada umat Rasulullah SAW untuk membangun sebuah imperium besar yang kokoh hingga akhir zaman. Kita semua sadar bahwa jikalau kita ingin mendiringan bangunan yang megah maka bagaimanapun bangunan tersebut harus ditopang dengan design perencanaan pondasi yang kuat dan stabil.

Lima ayat pertama surat Al-Alaq inilah yang menjadikan pondasi kuat bagi kaum muslimin, yakni pondasi tentang bagaimana mengawali kebesaran Islam dengan panduan ilmu agama. Dan jikalau pondasi ilmu telah rusak maka dapat dipastikan kita sedang dalam fase membuang waktu saja, karena kita sejatinya sedang membangun bangunan yang pasti akan roboh suatu saat nanti.

Rindunya Bumi Dipimpin Orang Berilmu

Islam adalah ideologi yang terbukti berhasil mengasilkan generasi kokoh untuk memimpin peradaban bumi ini. Betapa kita rasakan betul dampak dari tidak adanya peradaban Islam yang memimpin bumi. Akhirnya adalah kita saksikan ideologi-ideologi selain Islam seperti komunis, kapitalis, sekuler, liberal yang akan menduduki kancah panggung peradaban hari ini.

Namun kita rasakan sekali saat bukan Islam yang memengang kancah perabadan ini maka kita saksisan kerusakan, kehancuran, turunnya nilai ekonomi, kedzoliman dimana-mana bahkan hampir disetiap sektor kehidupan kita dapati kerusakan yang muncul. Karena sungguh tidak ada satupun ideologi yang siap untuk membawa amanah memimpin bumi ini kecuali dengan Islam.

Karenanya bumi ini telah lama merindukan kembalinya peradaban Islam. Suatu perababan yang telah terbukti membawa kebaikan di bumi ini selama ratusan tahun bahkan dunia barat pun mengakuinya. Peradaban yang bukan hanya memikirkan tentang kemaslahatan manusianya saja, namun sampai pada bagaimana turut melindungi hak-hak hewan dan tumbuhan serta menjaga kestabilan alam. Dan tidak akan lahir peradaban Islam hingga muslimin kembali menjadi masyarakat yang berilmu. Wallahu a’lam bishawab.

Artikel terkait: Potret Bumi Saat Dipimpin Orang Berilmu

Editor: Arning Susilawati