Untukmu yang akan mengemban amanah, semoga kau tak lantas berpuas diri atas kemenangan ini. karena sungguh, terhitung detik diketuknya palu keputusan, beban di pundakmu kini bertambah.

Untukmu yang akan mengemban amanah, sudah siapkah telingamu mendengar lebih banyak keluhan dan kritikan ketimbang pujian?

Untukmu yang akan mengemban amanah, sudah siapkah hatimu untuk lebih lapang dari biasanya ketika para jajaranmu berbalik dan tak memihak pada pendapatmu?

Untukmu yang akan mengemban amanah, sudah siapkah kau mengeksekusi visi dan misi dalam kampanyemu? Karena mereka yang memilihmu butuh pembuktian serta gerakan nyata bukan angan pun harapan.

“…maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya dan hendaklah ia bertaqwa kepada Tuhannya…,” (Al-Baqarah: 283).

Untukmu yang akan mengemban amanah, sudah siapkah kau dengan jadwal tidur yang kian berkurang? Karena kau harus berpikir selangkah dua langkah lebih jauh daripada yang lain.

Untukmu yang akan mengemban amanah, kami hanya ingin menyumbang doa agar sosokmu mampu menjadi sebenar-benar pemimpin yang Qur’ani dan tidak zalim, karena sungguh berat amanah ini, bahkan semesta pun menolak.

“Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya amat zalim dan amat bodoh,” (Q.S Al-Azhab: 72).

Untukmu yang akan mengemban amanah, sudah siapkah kau memanggul amanah?

Karena amanah adalah bagian dari cinta, dan cinta akan meminta apapun yang kau punya. Waktu, pikiran, harta bahkan jiwamu. Sudah siapkah kau berikan semua itu wahai kau yang akan memanggul amanah?

20 Oktober 2015

Oleh: Riskhany Yuliarti

Editor: Arning Susilawati