Fatimah terlahir dari ibunda Khadijah binti Khuwailid dan Rasulullah Muhammad SAW. Putri terakhir dari enam bersaudara, dimana putra pertama dan kedua Rasulullah meninggal dunia sewaktu balita, lalu putri ketiga hingga keenam Rasulullah adalah perempuan. Fatimah lah putri yang paling Rasulullah sayang, karena keikutsertaan Fatimah dalam mendampingi Rasulullah dan pada saat kelahirannya, ketiga kakak perempuannya telah menikah.

Fatimah, yang menjelang kelahirannya disambut oleh empat wanita suci yang bercahaya dan datang menawarkan bantuan kepada ibundanya, Khadijah, untuk meredakan kecemasan sang bunda karena wanita-wanita Quraisy enggan memberikan bantuan akibat Khadijah dituduh berkhianat dengan mendukung Rasulullah. Bahwa keempat wanita tersebut berkata.

“Wahai Khadijah! Aku adalah Sarah, ibunda Ishhaq dan tiga orang yang menyapaku adalah Maryam bunda Isa, Asiah putri Muzahim, dan Ummu Kultsum, saudara perempuan Musa. Kami semua diperintah oleh Allah untuk mengajarkan ilmu keperawatan kami jika engkau bersedia.”

Sembari mengatakan hal tersebut, mereka semua duduk di sekeliling Khadijah dan memberikan pelayanan kebidanan sampai Fathimah r.a lahir.

Begitu istimewanya kelahiran Fatimah hingga Rasulullah berkata, “Fatimah merupakan bidadari yang menyerupai manusia. Sesungguhnya dia adalah pemimpin wanita dunia dan penghuni syurga yang paling utama.”

Dalam dekapan Rasulullah, Fatimah mendapatkan pendidikan yang membuat takjub bagi siapapun yang mengetahui ceritanya. Sejak meninggalnya Khadijah pada usia ke-5 tahun, Fatimah adalah perempuan satu-satunya yang menjaga dan merawat Rasulullah. Fatimah lebih banyak berdiam diri di rumah, memasak untuk Rasulullah, hingga Fatimah mendapat julukan “Ummu Abibah”, ibu bagi ayahnya.

Ungkapan “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,” memang pantas disandang oleh Fatimah binti Rasulullah. Sebagaimana Aisyah pernah bercerita bahwa “Aku tidak mengetahui orang yang penampilan, sikap dan perilakunya mirip dengan Rasulullah selain Fatimah. Semoga Allah memuliakannya.”

Di riwayat yang lain, Aisyah berkata, “Aku tidak mengetahui orang yang berbicaranya lebih jujur dari Fatimah, selain orangtuanya sendiri.”

Begitulah karakter yang dimiliki oleh seorang Fatimah. Yang dididik dari seorang ayah dan ibu pilihan, sehingga anak yang dibimbingnya pun menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, serta menjadi penyejuk mata bagi keduanya.

Semoga setiap kita adalah qurrota ‘ayun bagi orang tua.

Baca juga Kemuliaan Fatimah.